Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kenaifan Dan Sikap Membodohi Diri

10 Agustus 2022   15:52 Diperbarui: 10 Agustus 2022   15:59 33 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Manusia berdasi |sumber: vectorstock.com

KENAIFAN DAN SIKAP MEMBODOHI DIRI

angin pagi yang  bertiup pelan lembut
menggoyang dahan-dahan kecil
di depan rumahku
menghadirkan
suasana hening kontemplatif
mengisi jiwa
yang masih jernih
pagi indah
dirajut Tuhan
dengan selalu
mengusung berkat baru
untuk dinikmati
manusia
penuh syukur dan sukacita

di beranda penuh debu
ku merenung ulang
episode kehidupan yang terus berlalu
memahami dan
mendalami ulang
nilai-nilai edukasi dari setiap peristiwa

acapkali kita lugu naif dan bodoh dalam merespons banyak peristiwa
kita takpernah selesai mendalami setiap peristiwa
kita berpikir instant
seperti kita mengocek susu instant
sikap naif bodoh dan nafsu sesaat
melahirkan pembunuhan
kejahatan seksual
pelakor
pencabulan santriwati
dan banyak lagi tindakan barbar
kebobrokan moral
yang dilakukan dalam dunia manusia beradab

sikap naif lugu pura-pura bodoh menjadi alasan utama terjadinya pengulangan dan persebaran
sikap barbar hedonis demonis

seorang petinggi parpol
mempertontonkan kenaifan terbodoh
ketika mubes partai 4 tahunan yang dihadiri lebih 500 peserta memutuskan rumusan yang kurang tanda baca sehingga mengubah arti
mubes merumuskan diksi "anjing sekjen parpol..'
seharusnya ditulis
"anjing, sekjen parpol..."
sang petinggi
tidak segera membuat ralat atas kekurangan tanda baca koma dalam keputusan mubes
tapi ia mengumumkan
bahwa hal itu bukan hanya soal kaidah bahasa tetapi itu keputusan mubes
yag bisa dikoreksi dalam mubes 4 tahun yang akan
datang
 
petinggi parpol itu amat luarbiasa
kenaifan dan kebodohannya
sikap itu sangat merugikan partai
mungkin partai akan kalah telak dalam pemilu mendatang

dalam hidup ini kita harus bertindak cerdas dan standar
bukan naif dan bodoh
keputusan-keputusan itu dibuat demi manusia
bukan mausia
untuk keputusan

pagi cerah menyeruak dari balik awan hitam
kurampungkan
kontemplasiku
dan siap merajut karya bermakna
mewarai dunia
kita harus cerdas berkualitas
bukan naif dan bodoh!

Jakarta, 8 Agustus 2022/pk 4.10
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan