Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hidup Itu Terus Berjalan dan Berjalan Terus

15 Mei 2022   05:16 Diperbarui: 15 Mei 2022   06:34 60 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Orang berjalan|sumber: today.com

HIDUP ITU TERUS BERJALAN DAN BERJALAN TERUS

pagi sepi jatuh menikam bumi
pagi ranum
hadir dengan senyum dikulum
menyapa bumi yang makin panas
membakar buas
konon suhu tinggi dalam kisaran 38 derajat celcius
seminggu ini
menerpa kehidupan
membuat hidup tidak lagi nyaman
sementara pengusaha air minum dalam kemasan menangguk keuntungan makin besar
ditengah kompetisi antar pengusaha amdk terutama dalam
merebut pasar domestik

ku bangun setiap hari dari ranjang tua
rata-rata pukul tiga pagi
walau semalam
menenggak obat-obat anti depresan
 ku nikmati pagi yang mekar
membaca-baca buku terbaru
berdoa khusuk
agar hidup hari ini dilimpahi berkat Tuhan
bangun pukul tiga menghabisi mimpi-mimpi fragmentaris
tanpa fokus

hidup ini mesti terus berjalan
apapun kondisi
yang menyekitari kita
selagi fisik belum uzur renta
dimakan usia dan penyakit
hidup takbisa duduk-duduk manis
sambil menyeruput kopi, ensure atau milo
memanggil memori-memori masa lalu
yang masih tersisa dalam ingatan

hidup umat beriman mestilah hidup yang dinamik
bergerak
apalagi di era digital
takbisa lagi kita membalas wa atau surat elektronik itu
berhari-berhari atau berbulan-bulan
dunia kita bergerak dalam hitungan detik
dizaman digital seperti ini
mindset zaman agaris mesti ditinggalkan

setiap saat hidup kita ini harus bergerak
berjalan cepat
seperti orang-orang di hongkong  dan kota-kota kosmopolitan
yang selalu melangkah dengan cepat

hidup bergerak cepat, berfikir cepat dan tepat
membuat hidup kita tidak monoton dan melankolis

hidup harus berjalan terus
hidup itu harus terus berjalan
menuju ke keakanan
dalam atmosfir keabadian
dan kekekalan
dalam genggaman kuasa Tuhan.

Jakarta, 12 Mei 2022/pk.5.25
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan