Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menunggu-nunggu Kematian

22 Oktober 2021   12:44 Diperbarui: 22 Oktober 2021   12:46 60 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Peti mati | sumber : liputan6.com

ada seorang penulis yang bilang
di dunia ini takpernah ada
yang pasti
satu-satunya yang
pasti adalah kematian
pandangan itu
amat bernas dan cerdas
walau bisa melahirkan
diskusi bahkan
debat panjang
menunggu kematian acapkali
sama saja
dengan menunggu
godot
menunggu
yang takpernah datang

sejatinya hidup itu
hanyalah menunda kematian
hidup itu mengembargo
kematian
hidup itu
adalah perjalanan
menuju terminal kematian
hidup itu hakikatnya adalah
menikmati kefanaan
kesementaraan
mempersiapkan
seluruh kedirian
memasuki kematian
sebagai era transit
menuju kehidupan yang sama sekali baru

kematian itu pasti datang
menjemput seseorang
namun schedule
dan jadwal definitif
takpernah bisa diketahui
kematian datang
nyaris surprise
takterduga
tidak terdeteksi

kematian takpernah mengenal sara
eselon, fraksi, faksi,
almamater, jabatan, asal-usul

kematian juga takpernah mengenal umur atau gender
ia merenggut
nyawa siapa saja tanpa ada batas umur
seperti menonton film zaman baheula

kita semua kini
dalam posisi
menunggu kematian
siapapun kita
dimanapun kita
bertugas
apapun pangkat dan jabatan kita
kita harus makin dekat berserah kepada Tuhan
taat kepada perintahNya
jika maut merenggut
kita berada dalam rangkulan TuhanYang Maha Kasih.


Jakarta,21 Oktober 2021/pj.17.51
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan