Yogi Setiawan
Yogi Setiawan freelancer

Pemuda yang penuh semangat, senang berbagi dan pantang menyerah. Mulai menulis karena sadar akan ingatan yang terbatas. Terus menulis karena sadar saya bukan anak raja, peterpan ataupun dewa 19.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

First Man, Astronot Juga Manusia Biasa

10 Oktober 2018   22:37 Diperbarui: 10 Oktober 2018   23:14 411 1 0
First Man, Astronot Juga Manusia Biasa
First Man (Dokumen pribadi)

Siapa manusia pertama yang berhasil mendarat di bulan? Pastinya bukan saya. Mendarat di rumah calon  mertua aja belum berhasil apalagi mendarat di bulan.hihihi

Ya, jika kamu menjawab Neil Amstrong, maka itu jawaban yang tepat. Tapi dia bukanlah manusia pertama yang mencoba untuk mendarat di bulan. Ada beberapa kawannya di NASA yang mencoba hal tersebut. Namun ternyata gagal bahkan harus meninggal. Sebut saja: Gus Grisom, Ed White dan Roger Chaffee di program Apollo pertama.

Kisah Neil Amstrong ini ternyata difilmkan dan telah tayang di bioskop hari ini, 10 Oktober 2018. Cerita ini diambil dari buku yang berjudul First Man "The Life of Neil A Amstrong", yang ditulis oleh Josh Singer. Damien Chazelle sutradara La La Land (2016) menjadi sutradara film ini.

Awalnya saya  menganggap bahwa menerbangkan kapal luar angkasa ke bulan dan mendarat di sana hanyalah sebuah sejarah yang saya tahu dari bangku sekolah. Tetapi setelah menonton film First Man pandangan tersebut berubah.

Neil tetaplah manusia biasa. Ia adalah seorang ayah yang mempunyai anak dan istri. Saat meninggalkan keluarga untuk sebuah pekerjaan yang mempunyai risiko besar tidaklah mudah baginya. Tanpa dukungan Istri dan kerelaan ditinggal suaminya sementara waktu bahkan bisa selamanya mungkin Neil tidaklah menjadi Neil yang mampu mendarat di bulan. Ryan Gosling berhasil memerankan seorang Neil dan menjelaskan ke penonton bahwa seorang astronot tetaplah manusia biasa yang mempunyai rasa.

Konflik-konflik di dalam diri Neil, keluarga dan sahabatnya tergambar di film ini. Bagaimana ia harus kehilangan anaknya  dan  sahabat-sahabatnya, cukup mengharukan. Hal yang tidak didapatkan hanya membaca buku atau tulisan sejarah di internet.

Pengambilan kamera yang apik saat di pesawat ulang-aling membuat saya terbawa suasana. Saya sempat merasakan bahwa saya seperti berada di dalam sana. Layar yang lebar dan sound yang menggelegar di studi IMAX 21 sangat mendukung pengalaman tersebut.

Siang sebelum menoton film ini, saya mengikuti workshop bagaimana membuat film pendek. Salah satu yang diajarkan dalam workshop tersebut adalah bagaimana film itu bisa berkomunikasi tanpa adanya suara. Saya pun jadi paham setelah menonton film First Man. Teknik pengambilan kamera, ekspresi namun tanpa suara dari sang pemain yang ditampilkan di film ini, menyampaikan pesan ke penonton.

Seperti saat di pesawat Gemini 8.  Neil kehilangan kendali atas pesawatnya. Tanpa bicara, wajahnya menunjukkan ketegangan namun tetap tenang.  Penonton seperti saya jadi berteriak dalam hati "Neil kamu pasti bisa! Gunakan seluruh kemampuanmu. Jangan sampai kamu mati di dalam pesawat tersebut. Mendaratlah dengan baik!" Dan ketika ia berhasil, maka legalah hati saya.

Yang menarik dari kisah pendaratan Neil di bulan, ada orang-orang yang menentang bahkan mengganggap pendaratan Neil di Bulan adalah sebuah kebohongan. Tidak mungkin bendera bisa berkibar di bulan atau bagaimana mungkin manusia bisa menjejakkan kaki di bulan yang tidak mempunyai gaya grafitasi sebesar di bumi dan sebagainya. Semua itu sebenarnya sudah terbantahkan. Kalian bisa cari di berbagai sumber di internet. Namun, hal tersebut sepertinya tidak ditampilkan di film ini atau mungkin saya ketiduran, karena saat menonton film ini dalam keadaan lelah. 

Film ini memang lebih menampilkan bagaimana perjuangan seorang Neil mampu mendarat di Bulan. Berbagai halangan dan rintangan yang harus dihadapi Neil menjadi jalan cerita utama.

Saya pun menikmati dan mencoba mengambil hikmah bahwa semuanya tidak ada yang kebetulan. Usaha tidak pernah menghianati hasil. Bekerja keraslah maka kau akan menggapai impianmu. Dan semakin tahu kita akan kebesaran alam raya ini, maka semakin kecil ego kita. Sesungguhnya kita hanyalah makhluk lemah yang terlihat kuat karena kuasaNya.

Mungkin kalimat diatas agak sedikit klise, namun itulah yang saya rasakan setelah menonton film ini. Dan mungkin tahun depan, film ini akan mendapatkan penghargaan seperti film karya Damien Chazelee sebelumnya. Film bergenre dokudrama kalau saya boleh menyebutnya (perpaduan antara dokumenter dan drama) yang paling menarik saya tonton adalah film ini, walaupun ada beberapa bagian saya tertidur. :)

Akhir kata, jika Neil adalah First Man yang mendarat di bulan, maka izinkan saya menjadi Last Man (orang terakhir yang mendarat di hati dia), ahai.