Mohon tunggu...
Wawan Prastyo
Wawan Prastyo Mohon Tunggu... Lainnya - Content Writer | Social Media Enthusiast

Saya seorang yang gemar menulis, karna dari menulis bisa menuangkan dan keresahan yang ada di dalam pikiran

Selanjutnya

Tutup

Politik

Papua Memanas Massa Pendukung Gubernur Papua Paksa Masuk Kota?

20 September 2022   16:16 Diperbarui: 20 September 2022   16:31 44 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Massa Pendukung Gubernur Papua Paksa Masuk Kota, dok. pribadi

Massa Pendukung Lukas Enembe paksa masuk Kota Jayapura, mereka datang untuk memberikan dukungan terhadap Lukas Enembe yang saat ini menjadi kasus tersangka KPK.

Massa yang mendukung Lukas Enembe datang menggunakan mobil pribadi, truk, motor, hingga berjalan kaki mencoba masuk Kota Jayapura sejak pukul (08.49 WIT).

Aparat memblokade titik kumpul masa guna menghindari penumpukan massa, menurut kabar yang beredar mereka yang berdatangan dari Sentani ditahan di Lapangan Theys, dan massa dari Kamp Wolker ditahan di depan Kampus Universitas Cendrawasih (Uncen).

Adapun massa yang berdatangan dari Abepura, ditahan di Lingkaran Abepura, sedangkan massa yang datang dan berkumpul di Expo Waena kabarnya melakukan orasi dan meneriaki tolak  KPK untuk daerahnya yaitu Papua.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Lukas Enembe dan menjadikan Papua memanas?

Gubernur Papua Lukas Enembe diduga menerima gratifikasi yaitu sebanyak 1 miliar, bukan hanya itu, Lukas Enembe juga diduga menyimpan dan mengelola uang yang jumlahnya ratusan miliar menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Korupsi yang dilakukan Gubernu Papua Lukas Enembe meliputi alokasi janggal anggaran untuk Pimpinan Pemerintah Papua yang nilainya mencapai ratusan miliar. Adapun dugaan lain, Lukas Enembe melakukan penyelewengan dana Pekan Olahraga Nasional. Dan dugaan lainnya, Lukas Enembe memiliki manager untuk melakukan pencucian uang.

KPK cepat tanggap dan baik melakukannya tugasnya, di mana korupsi langsung di tindaklanjuti, semoga KPK selalu seperti ini dalam menangani kasus korupsi dan tidak tebang pilih untuk kasus-kasus lainnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan