Mohon tunggu...
Warlinah
Warlinah Mohon Tunggu... Lainnya - Manjadda Wajaddah

Warlinah, IRT

Selanjutnya

Tutup

Diary

Gelisah

1 Mei 2021   06:27 Diperbarui: 1 Mei 2021   06:31 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gelisah dihati, resah tidak karuan, terasa hampa terasa ada sesuatu yang hilang, ada yang kurang di dalam diri.

Rasa yang muncul ketika beberapa hari tidak menulis, seakan ada sesuatu yang menghantui.

Kebiasaan yang sudah tercipta, akan terasah kurang jika tidak dilakukan, kebiasaan yang berawal sikap yang di paksakan, akhirnya menjadi suatu kebiasaan.

Setelah beberapa hari berturut-turut tidak menggerakkan jari di keyboard handphone, karena kegiatan persiapan akreditasi sekolah yang begitu menghimpit, berusaha menyeimbangkan kegiatan yang ada di sekolah, di rumah dan kegiatan menulis, namun tetap keteteran. 

kegiatan yag lumayan menguras waktu dan pikiran, tidur jauh malam sekitaran pukul 24.00 dan bangun pukul 03.00 pagi sesuai setelan alaram takut kesiangan.

Dini hari yag sepih aku memulai ritual rumah yakni sholat malam, mempersiapkan makanan sahur, hingga tadarusan, sholat subuh dan kembali tadarus hingga pagi hari kemudian mempersiapkan diri berangkat ke sekolah.

Selama Sekolah dengan kerjaan akreditasi yang bayak menguras pikiran ditambah mata selalu saja ga bisa diajak kompromi, namun tetap berusaha untuk tetap bisa berkonsentrasi, dengan cara membasuh wajah dengan air wudhu, namun tetap saja mata berat, kepala jadi pusing.

Sepulang sekolah langsung ngajar private akuntansi, bukanya tidak mensyukuri apa yang sudah ada, hingga ingin berburu dollar lagi, tapi ada kepuasa yang Aku rasakan jika 

mengajarkan ilmu akuntansi yang Allah titikan padaku.

Kegiatan yang berlangsung rutin di 10 hari pertama bulan romadhon, aku tidak ingin ada kegiatan yang aku korbankan selama aku mampu dan berusaha untuk melakukannya, untuk membangun kembali habit, membagi waktu namun, pertahanan jebol juga, tidak mampu lagi bertahan.

Aku melakukan semua pekerjaan dengan rutinitas padat yang hanya memiliki waktu jedah yang singkat.

Alhasil mata jadi sembab, kepala sakitnya ga ketulungan karena di paksa untuk bekerja, yang berimbas pada bady drop pada akhirnya.

Aku melepaskan untuk sementara kegiatan menulis hingga hari ini, memilih fokus pada pekerjaan yang mendesak, tetapi ketika iseng membuka grup menulis dan membaca hasil tarian tangan para sahabat di beranda SMA, ada sesuatu yang menggelitik, rindu. dengan canda tawa di grup dengan berbagai macam tanggapan yang muncul kolom komentar.

"Aku kangen menulis" dalam hati berbisik.

Semakin aku mengabaikan untuk tidak menulis, semakin rindu mendera di hati. 

Semakin Aku menjauh dan menjaga jarak untuk sementara dari teman-teman di grup menulis, hati semakin tidak karuan, jiwa menulisku meronta memaksa Aku untuk kembali.

Memang betul adanya ternyata menulis adalah candu bagi penikmatnya, semakin menulis semakin terlatih pikiran memperoleh ide-ide yang yang brilian.

Menulis adalah salah satu obat mujarab bagi jiwa, apa yang buatmu gelisah, resah, sakit hati, sedih, bahagia maka tulislah rasa yang muncul saat itu untuk membuatmu lega dan bahagia.

Ayooo kembali menulis, menulis banyak manfaatnya, untuk diri sendiri dan orang lain. Menulis dapat melepaskan ion-ion negatif dari pikiran.

Warlinah

Kutim 1 Mei 2021

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun