Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kesibukan Bunda Menjelang Ramadan

30 April 2019   09:58 Diperbarui: 30 April 2019   10:05 0 12 5 Mohon Tunggu...
Kesibukan Bunda Menjelang Ramadan
Ilustrasi: Wahyu Sapta

Ramadan Sebentar Lagi

Ramadan, adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Selama satu bulan penuh, umat muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah puasa. Bulan dimana umat muslim berpuasa, merupakan ibadah wajib, seperti ibadah wajib lainnya. Yaitu tidak makan dan minum, dari imsak hingga magrib. Juga tidak melakukan perbuatan yang membatalkan puasa.

Ramadan, juga merupakan bulan yang istimewa. Bulan seribu bulan. Bulan dimana amal kebajikan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bulan penuh ampunan. Bulan penuh magfiroh. Bulan dimana umat muslim berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Menjaga tingkah laku, agar tidak merusak amalan saat berpuasa.

Tentu saja bulan ramadan amat dinanti. Dengan penuh suka cita. Termasuk seluruh keluarga. Biasanya, bulan ramadan ini adalah kesempatan emas untuk mempererat jalinan kekeluargaan. Saat santap sahur dan berbuka, akan dilakukan bersama dengan keluarga.

Adalah tugas bunda, untuk mempersiapkannya. Apa saja kesibukan bunda saat bulan ramadan?

1. Merencanakan Kebutuhan Selama Bulan Ramadan

Bunda memiliki tugas untuk mengatur kebutuhan rumah tangga. Demikian juga saat bulan ramadan. Agar kebutuhan tidak membengkak selama bulan ramadan, maka perlu perencanaan sebelumnya. Apalagi bulan ramadan adalah istimewa. Dimana biasanya saat menyajikan makanan untuk berbuka dan sahur menjadi lebih istimewa. Mencatat segala kebutuhan agar tidak ada kebutuhan yang terlewat, maupun kelebihan kebutuhan agar tidak mubazir. Bolehlah sedikit istimewa, karena ramadan adalah momen istimewa. Asal tak berlebihan, ya.

2. Berbelanja Kebutuhan Menjelang Ramadan

Biasanya sih kebutuhan untuk santap sahur dan berbuka. Kebutuhan jangka panjang ataupun kebutuhan jangka pendek. Kebutuhan jangka panjang, misalnya makanan yang bisa disimpan lama dan praktis. Seperti nugget, kornet, atau makanan siap saji lainnya. Karena bisa disimpan lama dalam freezer dan praktis. Sedangkan kebutuhan jangka pendek, misalnya ikan, daging, sayur, ada baiknya dipersiapkan saat mendekati puasa. Dan yang tetap diingat, secukupnya saja ya, agar tidak mubazir.

3. Merencanakan Menu Saat Berbuka dan Sahur

Tidak mudah menentukan sebuah menu untuk keluarga, loh. Apalagi jika menu tersebut harus sesuai keinginan anggota keluarga. Dimana bisa saja berbeda-beda. Wah, bisa naik darah dan pusing dong. Tetapi bagi seorang bunda, ~dalam hal ini sebagai penjaga gawang dapur yang menentukan menu dan pengeksekusi menu menjadi sebuah masakan sesuai dengan keinginan anggota~ haruslah pintar dan kreatif. Agar tidak membosankan dan menu makanan digemari keluarga. Tak kalah pentingnya, makanan harus laris manis, habis tandas tak bersisa. Itu tandanya, penyajian menu itu menarik dan favorit. Anggota keluarga senang. Bunda bahagia. Memenuhi gizi dan menyehatkan selama bulan puasa. Merencanakan menu, ada hubungannya dengan persiapan berbelanja.

4. Bunda Lebih Baik Memasak Sendiri Untuk Berbuka dan Sahur

Bagi bunda yang tidak terpancang waktu bekerja di luar rumah, memang mudah untuk memasak sendiri sajian untuk berbuka dan sahur. Tetapi untuk bunda yang bekerja, merupakan tantangan tersendiri. Bisa memasak untuk keluarga, adalah hal yang istimewa. Maka untuk menentukan menu, diusahakan menu praktis dan gampang memasaknya, ya. Yang tidak memakan waktu banyak tetapi tetap istimewa. Banyak loh resep menu praktis di internet yang bisa dicari. Kesibukan bunda ini layak diapresiasi. Tetapi jika terpaksa harus membeli makanan untuk berbuka dan sahur, juga tidak mengapa. Banyak kok yang menyediakan menu tersebut. Carilah yang bersih, sehat, dan masih segar.

5. Mendampingi Buah Hati Agar Khusyuk dalam Beribadah Puasa

Sejak dini, anak-anak diajarkan untuk berpuasa. Tugas bunda mendampingi, agar mereka lebih khusyuk beribadah. Bagi remaja, mungkin sudah tidak begitu rewel dalam menjalankan ibadah puasa. Tetapi bagi balita dan anak-anak, perlu bimbingan dan diberi pengertian arti berpuasa. Selain tidak boleh makan dan minum sebelum fajar subuh hingga maghrib, juga perilaku yang baik selama berpuasa. Yaitu mengendalikan diri, tidak boleh marah, mengejek teman lainnya dan tidak boleh bertengkar. Juga menambah ibadah sunah lainnya, agar amalan selama bulan ramadan semakin berlipat ganda. Kelak jika mereka dewasa, akan memahaminya dan mengajarkannya kembali kepada anak-anaknya. Warisan ajaran kebaikan yang tidak dapat dibeli di toko manapun.

Bunda, amat berperan dalam keluarga. Membentuk karakter keluarga dan anak-anak. Tentu saja harus ada kerjasama dengan Sang Ayah, ya. Kerjasama yang solid akan menghasilkan generasi yang solid pula.

Selamat menyambut ramadan. Yuk, persiapkan bersama keluarga dengan sukacita.

Salam,
Wahyu Sapta.
Semarang, 30 April 2019.