Mohon tunggu...
Wahyu widiyanto
Wahyu widiyanto Mohon Tunggu... Petani - Wahyu

Mahasiswa FPB 2019 UKSW

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Pemanfaatan Kompos Sebagai Unsur Hara bagi Tanaman

7 Februari 2021   16:59 Diperbarui: 7 Februari 2021   17:39 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Pemanfaatan Kompos Sebagai Unsurhara bagi Tanaman

Tanaman yang terlihat kering, layu, terlihat kurang segar itu mungkin karena kekurangan unsur hara. Pengertian unsur hara adalah suatu komponen yang membantu tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Unsur hara sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembanh kurang baik. 

Unsur hara ini kebanyakan berada di dalam tanah, tetapi ada juga unsur hara yang ada di udara maupun ada yang di berikan langsung ke tanaman. Seberapa banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak bisa ditentukan seberapa banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman, tetapi bisa memberikan unsur hara tertentu yang kemungkinan kurang bagi tanaman , karena setiap tumbuhan, setiap tanaman, memiliki porsinya masing-masing, tergantung apa yang di butuhkan oleh tanaman tersebut.

Unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah unsur hara yang esensial. Unsur hara esensial ini sangat lah penting bagi tumbuhan, sehingga tidak bisa di gantikan oleh unsur hara lainnya. Unsur hara esensial ini terbagi menjadi 2, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro antara lain ada N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan unsur hara mikro antara lain  ada  Mo, Cu, Zn, Mn, Fe, Bo, dan Cl. Unsur hara ini harus diberikan secara seimbang agar tanaman juga tumbuh dengan optimal. Bagaimana jika unsur hara yang diberilan berlebihan? Apa akibatnya jika tanaman kekurangan unsur hara?  

Kelebihan dan kekurangan unsur hara memiliki dampak yang serius bagi tanaman. Mengapa begitu? Karena jika unsur hara yang ada berlebihan maka tanaman akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya, seperti tanaman menjadi kerdil, atau tanaman bisa juga mengalami keracunan karena kebanyakanehingga tidak berkembang dan mati. Sama halnya dengan jika tanaman kekurangan unsur hara, maka tanaman juga tidak akan tumbuh dengan optimal. Contohnya saja jika suatu tanaman kekurangan unsur hara makro misalnya S, maka daun pada tanaman tersebut akan menjadi menguning dan kadang juga kemerahan.

Lalu bagaimana bisa memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman? Ada cara yang bisa lakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman adalah dengan melakukan pemupukan. Karena pupuk merupakan bahan yang mengandung unsur hara, baik itu unsur hara makro maulun mikro yang bisa di tambahkan untuk mendukung pertumbuhan dan lerkembangan tanaman. Penggunaan pupuk ini mampu meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah sehingga dapat memaksimalkan penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Selain itu, hasil produksi yang didapatkan lebih melimpah bila dibandingkan dengan tanaman yang hanya mengandalkan unsur hara yang terdapat dalam tanah.

Pupuk apa yang bagus untuk tanaman? Pupuk yang baik untuk tanaman adalah pupuk yang mengandung unsur hara esensial. Ada 2 masam pupuk, ada pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik salah satunya adalah pupuk kimia. Pupuk kimia adalah pupuk yang memeiliki bahan kimia yang bisa meningkatkan produktivitas dari komoditas yang di tamam. Tetapi pupuk kimia ini tidak lah baik jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus. Mengapa demikian? Karena pupuk kimia megandung bahan kimia yang berbahaya, jika tanah di berikan pupuk kimia secara terus menerus, maka tanah akan rusak karena kandungan kimia yang ada dalam pupuk. Selain itu jika tanaman di beri pupuk kimia maka bisa jadi hasil dari tanaman yang di pupuk akan mengandung bahan kimia. Bahan kimia sangat lah berbahaya bagi tubuh manusia, apa lagi jika itu sampai di konsumsi. Maka dari itu kita bisa beralih menggunakan pupuk organik, pupuk organik ini lebih aman di bandingkan dengan pupuk anorganik, pupuk organikk lebih ramah lingkungan dan mampu mengembalikan dan meningkatkan kemampuan tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan unsur hara yang di butuhkan tamaman.  Meskipun hasilnya lambat tetapi pupuk organik ini baik bati tanah dan tanaman.

Salahsatu contoh pupuk organik yang banyak dan bisa diproduksi sendiri adalah Kompos. Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang digunakan pada pertanian untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Kompos memiliki kandungan unsur hara seperti nitrogen dan fosfat dalam bentuk senyawa kompleks argon, protein, dan humat yang sulit diserap tanaman (Setyotini et al.,2006). Kompos mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yaitu unsur hara makro seperti Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K), selain itu ada unsur hara mikro yaitu besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (Cl), boron (B), mangan (Mn) dan molibdenun (Mo) (Lingga dkk.,2005).  Unsur Nitrogen ini berfungsi mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, Unsur Fosfor ini berfungsi menyimpan energi, mempercepat proses pertumbuhan pada bunga dan buah akan mempercepat pematangan, sedangkan Unsur Kalium meningkatkan proses fotosintesis,akan mengefisienkan penggunaan air, membentuk batang lebih kuat, mempercepat perakaran tanaman sehingga akan lebih kokoh dan tanaman akan lebih terhindar dari penyakit.

Sehingga pada penambahan pupuk kompos akan meningkatkan kandungan hara terutama N dan P, disamping itu kandungan Fe +3 bersifat toksik akan menurun berkisar 3-5 kali. Hal tersebut terjadi karena penambahan bahan organik pada media yang akan menaikkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah karena memiliki daya serap kation yang lebih tinggi. Dengan demikian maka semakin tinggi kandungan bahan organik maka akan semakin tinggi KTK-nya sehingga Fe+3 akan berubah menjadi Fe+2 yang akan lebih tersedia bagi tanaman dan memiliki fungsi penting dalam sistem enzim dan akan diperlukan dalam sintesa klorofil (Hakim et al. 1986).

Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian Sayekti, et al (2016) bahwa unsur hara yang terkandung dalam pupuk kompos daun pekarangan yaitu N = 1,62 %, P = 0,32 %, dan K = 1,11 %. Unsur hara yang lebih tinggi mampu meningkatkan tinggi tanaman kangkung lebih baik dari pada perlakuan yang lainnya. Penggunaan pupuk organik dalam bentuk pupuk kandang dan kompos akan meningkatkan tinggi tanaman, berat segar tajuk, BOD air, dan berat lele dibandingkan dengan tanpa penggunaan aplikasi pupuk organik.

Daftar pustaka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun