Veronika Gultom
Veronika Gultom IT Consultant - Data Modeler, Performance Management

IT - Data Modeler

Selanjutnya

Tutup

Tekno

Sandisk, Mempermudah Hidup di Zaman Digital

21 April 2018   15:26 Diperbarui: 21 April 2018   18:08 815 0 0

Hemat waktu, hemat energi...itulah kesan pertama yang muncul setelah melihat iklan dan penjelasan tentang media penyimpanan digital Sandisk iXpand Base. Data tersimpan secara otomatis kedalam media penyimpanan (backup) , sekaligus isi batere (charging) hand phone secara bersamaan. 

Selain itu sangat mudah untuk transfer data dari satu media penyimpanan ke media penyimpanan lain, misal dari iXpand base ke komputer atau laptop,  dan dapat direstore lagi ke iPhone dengan mudah menggunakan kabel bawaan Apple.

Jaman sekarang, bisa dibilang, kebutuhan menyimpan data secara digital sangat tinggi. Penggunaan smart phone bukan lagi hanya untuk swa foto, telpon, browsing, tetapi juga untuk keperluan bisnis dan pekerjaan. 

Dan ini tidak terbatas hanya pada generasi milenial saja. Kita semua seolah dipaksa untuk merekam dan menyimpan data secara digital, bukan lagi dalam bentuk hard copy yang berupa kertas, dokumen, foto hasil cetakan, dll, yang mengakibatkan tumpukan kertas yang pasti membutuhkan tempat penyimpanan yang tidak sedikit. 

Untuk hal-hal kecil, seperti fotocopy KTP untuk keperluan tertentu, tidak perlu lagi membuang waktu mencari-cari tukang fotocopy. Cukup merekamnya dengan kamera untuk disimpan sebagai data. Dengan penyimpanan secara digital, kita dapat mengatur pemberian nama file (naming convention) sesuai dengan kelompok dokumen, sehingga mudah dicari baik secara manual maupun menggunakan aplikasi. Singkat dan simple. 

Foto-foto traveling, catatan-catatan meeting, kontak klien, customer, relasi, dll lebih aman disimpan secara digital. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, untuk hal-hal sederhana, seperti menyimpan faktur pembelian barang bergaransi, lebih praktis untuk memotretnya dan menyimpannya dalam bentuk digital. Gaya hidup mobile, entah itu karena pekerjaan, traveling ke luar negeri untuk explore dunia, juga mempengaruhi tata cara penyimpanan dokumen-dokumen tersebut. 

Tinggal sementara di luar negeri dan harus membawa copy dokumen-dokumen penting, tentunya akan lebih mudah jika dokumen-dokumen tersebut di-scan dan disimpan dalam bentuk digital yang dapat dicetak dimana saja jika sewaktu-waktu diperlukan. 

Apa jadinya kalau terjadi sesuatu yang menyebabkan hand phone rusak atau hilang? Untuk itu kita perlu memback up data ke media penyimpanan lain secara berkala. 

Dulu saya mengandalkan email, google drive, dan dropbox sebagai media penyimpanan digital. Dokumen-dokumen untuk aplikasi pekerjaan, termasuk soft copy ijazah dan akta kelahiran. Saya pikir lebih praktis menyimpan data di media online karena saat itu saya tinggal di luar negeri dan cenderung hidup nomaden. 

Jika dokumen-dokumen tersebut dibutuhkan tinggal buka email, save ke komputer, cetak atau resend lagi untuk keperluan baru yang dikirim lewat email. Semuanya gratis dan mudah dicari ketika diperlukan. 

Namun bagaimana jika ada kebocoran data, entah itu akibat ulah hacker, keamanan aplikasi yang kurang memadai, seperti kasus facebook saat ini, dan tentunya data-data kita ada pada database provider aplikasi yang kita pakai tersebut. 

Bagaimana jika providernya bangkrut, seperti aplikasi Friendster jaman dulu? Memang sih biasanya ada peringatan untuk back up data jika sebuah aplikasi akan ditutup karena sesuatu hal. 

Namun cukup repot untuk melakukan back up data, disamping bingung juga memilah-milah mana yang mau disimpan, mana yang mau dibuang saja. Juga tidak semua aplikasi memiliki feature transfer atau download yang praktis. Biasanya harus save/download satu-satu atau per group. 

Bagaimana jika database servernya sedang down ketika dokumen itu dibutuhkan....wah ternyata kurang aman dan kurang praktis juga menyimpan data secara online apalagi di media yang gratisan. 

Sekarang, dengan munculnya media penyimpanan digital Sandisk iXpand Base yang begitu praktis untuk backup dan transfer antar device, rasanya akan lebih baik dan aman jika data-data kita yang berupa foto-foto pribadi, video, daftar kontak nomor telpon, email, dll itu disimpan secara pribadi di media penyimpanan digital milik pribadi, bukan media penyimpanan umum yang gratisan, yang pastinya data kita disimpan di server mereka. 

Data pribadi harus disimpan secara pribadi di media penyimpanan pribadi yang lebih aman. Dan kini ada solusinya yaitu Sandisk iXpand Base solusi penyimpanan yang aman dan praktis. 

Tidak perlu repot menyiapkan waktu khusus untuk backup dan tidak susah untuk memindahkan data dari satu device ke device yang lain, karena data disimpan dalam memory seperti memory kamera. Kecil dan tipis sehingga mudah dibawa kemanapun juga. 

Hidup nomaden karena senang traveling, jenis pekerjaan yang membuat hidup harus berpindah-pindah tempat, menjadi tidak terlalu berat karena file-file pribadi yang diperlukan sewaktu-waktu dapat disimpan dalam bentuk memory sekecil itu. 

Apalagi kalau pindah sementara ke negara yang jauh, semua dokumen yang kira-kira akan diperlukan sebaiknya disimpan dalam bentuk digital yang aman dan mudah ditransfer dari satu device ke device yang lain. 

Pernah ada kasus seorang teman yang akan presentasi ke client, datanya disimpan dalam device modern yang nampaknya praktis dan lebih kecil ukurannya daripada laptop. Eh... kabel untuk transfer datanya ketinggalan, dan ternyata device itu memerlukan kabel khusus yang tidak banyak dipakai orang, sehingga kalau tidak sengaja tertinggal, ya sulit...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2