Mohon tunggu...
Viona Jevisca
Viona Jevisca Mohon Tunggu... Lainnya - Pelajar

titip salam pada senja yang kau tatap

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Biarkan Sendiri

2 Desember 2023   19:38 Diperbarui: 2 Desember 2023   20:29 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

la hampir lupa bagaimana hujan menyanyikan senandungnya. bahkan ia hampir lupa bagaimana pojokan kedai kopi menjadi kesukaannya. baginya, apapun yang ia sukai dulu tak ada artinya. ada kesedihan yang tak bisa ia tutup tutupi, jelas sekali. pun ia tertawa, ia hanya pura-pura.

Ia terikat oleh banyak hal rasa yang belum bisa ia tanggalkan dalam sekejap mata ataukah rindu yang selalu ingin ia tuntaskan tanpa banyak tanya kapan dan dimana. perihal takdir, ia pernah percaya apa yang ia jaga tak mutlak akan selamanya, tapi rasanya egois berkecamuk melawan dan selalu siap memberontak pikiran. 

tunduklah ia dalam egonya sepanjang tahun. lalu alam raya membawa kabar baik bahwa satu-satunya yang ia butuhkan adalah waktu. pikirnya mungkin sesekali akan kembali. lukanya mungkin belum sepenuhnya sembuh, tapi ia baik-baik saja, dan akan tetap baik-baik saja, selalu begitu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun