Mohon tunggu...
Vilya Lakstian
Vilya Lakstian Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Penulis adalah Dosen Linguistik di Jurusan Sastra Inggris dan Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Surakarta, Akademi Bahasa Asing Harapan Bangsa, dan International Hospitality Center. Selain mengajar mahasiswa, dia juga mengajar untuk staff hotel, pelayaran, dan pramugari. Penulis adalah lulusan Pascasarjana Prodi Linguistik Deskriptif di Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Sarjana Sastra Inggris konsentrasi Linguistik di IAIN Surakarta. Penulis aktif dalam penelitian dan kajian sosial. Penulis juga sering menulis untuk media massa, dan penelitian untuk jurnal. Dalam berbagai kajian bahasa yang telah dilakukannya, linguistik sistemik fungsional menjadi topik yang sering dibahas dan dikembangkan.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Kesehatan dan Pendidikan sebagai Kekuatan Anak Bangsa

13 Agustus 2016   13:16 Diperbarui: 13 Agustus 2016   13:24 269
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Keberadaan anak telah terbukti menunjukkan keberlangsungan suatu bangsa. Hadirnya generasi penerus ini menunjukkan bahwa bangsa itu kuat. Berlanjutnya generasi menunjukkan adanya keselarasan dan keharmonisan yang terjalin baik dari setiap keluarga, sehingga negara akan memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk di masa yang akan datang. Sebagai bagian dari sumber daya, tentu diharapkan memiliki kualitas yang prima.

Pada tingkat masyarakat, anak perlu dibekali sebaik-baiknya agar menjadi pintar dan mampu mendukung tujuan keluarga yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, anak sering disebut sebagai indikator kesejahteraan suatu keluarga. Kualitas yang utuh dari keluarga dapat dilihat dengan melihat bagaimana anak-anaknya. Suatu keluarga menjadi lebih diakui kemampuannya ketika anak-anaknya lincah dan bersemangat. Berawal dari lingkup keluarga, kualitas negara kemudian direfleksikan melalui para generasi penerus ini. Negara yang maju memiliki anak-anak yang sehat, kuat, dan cerdas.

Anak menjadi aset yang perlu untuk mendapatkan perhatian penuh. Untuk mencapai tujuan keluarga yang sejahtera bersama anak, tentu bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan strategi yang optimal untuk menggapainya.

Anak membutuhkan fondasi yang kuat. Fondasi apakah yang dimaksud? Aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam fondasi ini menciptakan seorang anak menjadi pribadi anak yang seutuhnya. Fondasi ini adalah aspek-aspek pembentukan eksistensi anak. Seseorang akan disebut sebagai anak apabila memiliki poin-poin ini.

 Anak beserta Fondasinya

Kita telah mengetahui bersama. Pendidikan adalah syarat wajib bagi anak. Negara menentukan wajib sekolah 12 tahun. Hal ini penting untuk dihadapi bersama bahwa persaingan di dunia telah berkembang pesat. Melalui sekolah, anak diberikan bekal ketrampilan yang sangat berarti untuk mendukungnya bekerja kelak. Istilah pendidikan sangat kuat melekat kepada anak daripada orang dewasa. Anak-anak pasti menempuh pendidikan atau bersekolah, sedangkan orang dewasa atau yang tua mungkin sudah tidak sekolah lagi.

Lalu, kesehatan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan juga. Tidak ada yang lebih baik daripada memiliki badan yang sehat. Dengan kesehatan, kita dapat melakukan banyak hal dan beraktifitas optimal. Mengonsumsi makanan bergizi, hidup alami, dan menjaga kebersihan menghadirkan hidup yang sehat. Hal ini juga menjadi esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam menjalani usianya, anak menjalani proses belajar dari yang mereka temui dalam keseharian maupun dari bangku sekolah. Tentunya, waktu ini adalah momen yang berharga agar anak memperoleh wawasan yang luas di usia mudanya.

Oleh karena itu, pendidikan dan kesehatan menjadi sumber kekuatan anak bangsa. Kedua hal ini membuat seseorang merasakan makna menjadi anak yang sebenarnya. Sebagai kekuatan anak bangsa, pendidikan dan kesehatan membuatnya mampu untuk menjalani proses belajar itu. Selain itu, dua hal ini yang menghantarkannya pada  keberlangsungan hidupnya untuk kualitas yang lebih baik. Pendidikan dan kesehatan dipercaya mampu mencetak generasi bangsa yang produktif. Tentu saja, banyak hal yang dapat memberikannya manfaat dengan tubuh yang kuat, gesit, apalagi dibarengi dengan pengetahuan. Ini membuat anak memiliki karakter yang cerdas dan terampil.

Harapan itu tentu menjadi tujuan yang patut dipersiapkan oleh setiap keluarga Indonesia. Setiap keluarga perlu menyadari pentingnya perlindungan dan perencanaan pendidikan bagi generasi muda, begitu juga dengan kesehatan. Keduanya harus direncanakan dengan baik. Mengapa? Karena kedua poin kekuatan anak bangsa ini memiliki manfaat jangka panjang. Bayangkan, berapa banyak hal yang dapat dilakukan seorang anak sehat untuk meningkatkan wawasan dan pengalamannya. Dengan usia yang masih panjang itu, mereka sedang menghadapi masa emas, yaitu di saat mereka menjalani masa yang prima dalam produktivitas, sehingga akan lebih baik jika waktu ini dioptimalkan sebaik-baiknya.  Berprestasi di sekolah, mengikuti lomba, memperoleh penghargaan, dan  memiliki banyak teman adalah kebanggaan bagi orangtua dan anak itu sendiri.

Membuat Perencanaan

Karena pentingnya dua poin kekuatan anak bangsa ini, penting untuk menyusun perencanaan. Ada berbagai cara. Menyisihkan pos keuangan untuk kesehatan dan pendidikan mungkin cara yang gampang, tetapi rawan untuk tidak konsisten. Dengan begitu banyaknya kebutuhan rumah tangga, terkadang mengambil bagian dari kedua pos ini jadi solusi, apalagi bila keduanya belum terasa terlalu urgent atau mendesak. Tetapi dengan melakukan demikian, kita telah tega mengorbankan keberlangsungan hidup anak kelak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun