Mohon tunggu...
Vicka Rizda Putrinda
Vicka Rizda Putrinda Mohon Tunggu... Mahasiswa yang cukup Aktif

Mahasiswa penyuka seni, sedikit OCD, Have a Precious Day :)

Selanjutnya

Tutup

Media

Perangi Judul Clickbait di Media Sosial

20 Juli 2019   19:16 Diperbarui: 20 Juli 2019   19:33 73 1 0 Mohon Tunggu...

Segala media sosial menyediakan segala informasi lengkap dengan judul yang seringkali bisa membuat kita KEPO (Knowing Every particular Object), tapi tak jarang "sukses" membawa pembaca hanyut untuk meng-klik. Fenomena ini sering disebut clickbait.

Clickbair adalah istilah judul berita yang sengaja dibuat untuk menggoda pembaca dengan konten provokatif, tapi menarik perhatian. Contoh judul yang menjebak : Wow!! Inilah makanan yang membuatmu kurus. Nomor 3 Bikin kaget.

Chrome 

Sekarang perambah Chrome membuat ekstensi "Stop Clickbait" . Ekstensi ini berguna untuk memberi notifikasi suatu judul artikel berbau clickbait. Dalam pembuatan ekstensi tersebut, ada 8.069 artikel gabungan antara judul clickbait dan tidak yang dijadikan basis data untuk menentukan apakah sebuah artikel bernuansa clickbait atau tidak.

Dalam penciptaan "Stop Clickbait", Chakraborty dan timnya menemukan bahwa terdapat beberapa ciri suatu judul dapat dianggap clickbait atau tidak. Dari hasil riset mereka, rata-rata panjang judul artikel clickbait ialah 10 kata. Sementara non-clickbait hanya 7 kata. Rata-rata jumlah karakter per kata judul artikel clickbait ialah 4,5 karakter, sementara itu non-clikbait ialah 6 karakter.

Tim tersebut juga menemukan, dalam konteks bahasa Inggris, artikel berjudul clickbait memiliki kata khusus atau kata yang umumnya berasosiasi dengan clickbait atau sebaliknya. Chakraborty dan timnya mengatakan bahwa 62 persen artikel berjudul clickbait, mengandung satu dari 40 kata.

 Facebook

Jejaring sosial raksasa, Facebook menerapkan algoritma baru ke news feed-nya. Formula baru ini akan mendepak headline clickbait yang cenderung menjebak ke urutan yang lebih rendah ketimbang postingan lainnya. Selain urutan, postingan juga akan ditampilkan dengan intensitas yang lebih rendah.

Perubahan algoritma ini diumumkan kemarin waktu setempat, tujuan akhirnya adalah untuk memberikan postingan-postingan yang relevan dengan tiap-tiap pengguna. Sehingga postingan paling penting akan ditempatkan di peringkat teratas dalam news feed.

Dikutip dari rilis resminya, Facebook memberikan beberapa contoh headline yang dimaksudkan. Misalnya : "When She Looked Under Her Couch Cushions And Saw THIS... I Was SHOCKED!"; "He Put Garlic In His Shoes Before Going To Bed And What Happens Next Is Hard To Believe"; dan "The Dog Barked At The Deliveryman And His Reaction Was Priceless." Familiar dengan judul-judul seperti ini? Nah, judul postingan seperti inilah yang ingin disingkirkan dari news feed oleh Facebook.

Perubahan ini menandai percobaan kedua Facebook dalam menghalau strategi headline clickbait yang kerap dipraktikkan oleh penerbit. Dari analisis tersebut, Facebook akan menjatuhkan penalti kepada penerbit yang dinilai melakukan cara-cara yang tak etis. Facebook menilai, jika pengguna mengklik sebuah tautan kemudian dalam sekejap kembali ke Facebook, itu berarti mereka tidak menemukan apa mereka harapkan dari judul.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x