Mohon tunggu...
Vethria Rahmi
Vethria Rahmi Mohon Tunggu... Penulis - Pranata Humas Ahli Muda Kanwil Kemenag Riau

Thalabul Ilmi yang tak berhenti belajar

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Kiat Genius Saat Covid-19 Menggerus SSK

10 April 2020   06:09 Diperbarui: 10 April 2020   07:00 344
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menapaki Kiat Genius | antoinedore.com

Adapun cara yang lebih hemat lagi adalah sebisa mungkin hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut karena ini merupakan celah Virus untuk masuk ke dalam tubuh.  Beretika saat bersin juga cukup membantu. Dengan menutupnya pakai telapak tangan atau masker saat bersin. Ingat juga saat membuka pintu di tempat-tempat umum, gunakan siku bagian dalam atau menggunakan tisu yang kemudian langsung dibuang. Jangan lupa, cuci tangan lagi setelahnya. Terakhir, segera cari pertolongan medis apabila Anda  merasakan gejala awal COVID-19, yaitu demam, batuk dan pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, juga letih dan lesu.

WHO mengatakan, ada kemungkinan bahwa infeksi mematikan dari virus corona bisa saja berasal dari uang tunai, sebab uang tunai sering berpindah tangan dan bisa menjadi sarang bakteri serta Virus. Maka sebaiknya masyarakat menggunakan mobile payment atau pembayaran nontunai. Upayakan  di rumah saja.

3. Pegawai dan Karyawan Harus Patuhi WFH (work from home),

WFH yang diberlakukan oleh perusahaan dan kementerian harus dilanjutkan sampai benar-benar tuntas. Karena social distancing efektif meredakan penyebaran covid-19 dan produktivitas terjaga. 

WFH lebih banyak dampak positifnya. Secara umum, menurun hal-hal negatif. Angka kriminalitas di kepolisian, kecelakaan lalu lintas, konsumsi listrik dan volume sampah. Menariknya, dunia kerja dan kehidupan sehari-hari pegawai menjadi seimbang, karena mendekatkan diri dengan keluarganya, otomatis harmonisasi dapat lebih terbangun. 

Bahkan waktu dan tempat WFH lebih fleksibel, nyaman tapi dapat bertanggung jawab. Selain itu, WFH pun  dapat menghemat biaya transportasi. Yang utama, dapat mengurangi stres jika sebelumnya macet dalam perjalanan ke kantor. Hilangnya stres dapat meningkatkan produktifitas kerja.  Tidak itu saja, pegawai bebas dari distraksi di kantor. Misalnya, suara gaduh orang yang sedang berkomunikasi. AC yang tidak/terlalu dingin dan sebagainya.

4. Bagi yang Tidak Bisa Melakukan WFH, Terapkan Undang-undang Perkoperasian!

Tidak semua pegawai/karyawan atau pekerjaan harus berpola WFH. Misalnya bisnis F&B, ritel, dan servis. Begitu juga dokter, supir, pekerja pabrik, kontraktor, petani dan buruh tani atau buruh kebun.

Siapa yang menjamin stabilitas ekonomi, kalau mereka semua di rumah saja?. Sementara produk, karya dan jasa mereka sangat menentukan kelangsungan hidup kita. 

Yakinlah, selalu ada peluang besar di saat ada ujian besar bagi mereka yang tidak bisa WFH. Disinilah diuji kesabaran mereka dalam menjalani hidup prihatin untuk berhemat, lalu beradaptasi. 

Tentu mereka tidak dapat melakukannya secara individual. Tapi harus bahu-membahu yang diikat oleh emosi senasib dan sepenanggungan berdasarkan asas kekeluargaan. Maka perkoperasian perlu dikedepankan oleh semua pihak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun