Mohon tunggu...
Ni Nyoman Vena Riana Dewi
Ni Nyoman Vena Riana Dewi Mohon Tunggu... Blogger

Currently studying Communication Science. Food and beauty enthusiast. Interested in Journalism. :) Email: venariana.dewi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Media

Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia, Sama atau Tidak?

15 September 2020   03:13 Diperbarui: 15 September 2020   03:39 54 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jurnalisme Online dan Jurnalisme Multimedia, Sama atau Tidak?
sumber: bengkuluinteraktif.com

Di era digital kini, tidak dipungkiri lagi bahwa jurnalisme semakin berkembang. Tidak lagi mengandalkan media cetak, adanya kemajuan teknologi menyebabkan jurnalisme  mulai merambah mengikuti perkembangan. Maka akhirnya, lahirlah jurnalisme online dan jurnalisme multimedia. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap jurnalisme online dan multimedia sama saja, padahal sebenarnya mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan, lho! Yuk, kita cermati bersama.

Jurnalisme Online

Jurnalisme Online merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan secara online berbasis jaringan internet. Menurut Pavlik (Aryani, 2011) jurnalisme online merupakan contextualized journalism atau jurnalisme konstekstual yang mengintegrasikan tiga fitur komunikasi unik: kemampuan2 multimedia berdasarkan platform digital, kualitas interaktif dalam komunikasi online, dan fitur-fitur yang didatanya (customizable features). Dalam pelaksanaannya, jurnalisme online didistribusikan secara online berbasis World Wide Web (WWW). Jurnalisme online ditempatkan di dua domain, yaitu:

  • Suatu rancangan yang mencakup editorial konten hingga konektivitas publik.
  • Tingkatan komunikasi partisipatoris, yakni terbuka dan tertutup.

Deuze membagi jurnalisme online ke dalam 4 jenis, yaitu:

  • Mainstream news sites: Media berita online yang termasuk dalam mainstream news sites tersebar luas dan menawarkan editorial content, dari induk media juga versi web. Dalam mainstream news sites, tingkat komunikasi partisipatoris cenderung tertutup. Contohnya seperti portal berita CNN Indonesia, detik.com dan lainnya.
  • Index dan category site: Untuk jenis berikut ini, lebih menawarkan link secara mendalam melalui situs berita di world wide web. Sayangnya, dalam index dan category site cenderung tidak menawarkan banyak editorial konten, tetapi lebih menyediakan ruang untuk berkomunikasi dan link terhadap publik.
  • Meta dan comment sites: Situs meta dan comment sites cenderung mengenai media berita atau isu media yang sifatnya umum. Dalam jurnalisme online ini, ditawarkan editorial konten yang diproduksi dari para jurnalis, dengan membahas konten lainnya yang terdapat di internet.
  • Share dan discussion sites: Terakhir, share dan discussion sites merupakan situs yang memanfaatkan teknologi internet sebagai wadah berdiskusi, bertukar ide dan mendiskusikan konten yang ada di internet bersama.

Jurnalisme Multimedia

sumber: http://schoolsandcolleges.us/associate-graphic-design-multimedia/
sumber: http://schoolsandcolleges.us/associate-graphic-design-multimedia/

Jadi, apakah sekarang kamu sudah mengenal tentang jurnalisme online? Maka, bagaimana dengan jurnalisme multimedia? Kali ini, untuk pemaparan jurnalisme multimedia, mari kita gunakan perumpamaan agar lebih mudah dipahami!

“Kamu sedang beristirahat di kamar, sembari bermain smartphone. Ketika sedang membuka media sosial Twitter, kamu melihat ada link berita yang tertaut dengan suatu portal berita. Kamu pun tertarik dan segera meng-click link tersebut, dan terbukalah portal berita. Terdapat foto, tulisan, dan video dalam portal berita tersebut. Inilah pengaplikasian jurnalisme multimedia dalam kehidupan sehari-hari.”

Terdapat link di Twitter (Sumber: twitter @tribunnews)
Terdapat link di Twitter (Sumber: twitter @tribunnews)

Terdapat gambar dan tulisan (sumber: tribun news)
Terdapat gambar dan tulisan (sumber: tribun news)

Terdapat video peristiwa (sumber: tribun news)
Terdapat video peristiwa (sumber: tribun news)

Dikatakan oleh Deuze (2004), jurnalisme multimedia terdapat dalam setting media konvergensi serta sistem media cross ownership. Hal ini terjadi ketika konsentrasi kepemilikan media semakin mengecil, lalu membentuk beberapa kelompok media dengan variasi berbagai macam platform media, mulai dari media radio, media cetak, televisi, website dan majalah. Jurnalisme multimedia dibutuhkan baik oleh para produsen maupun konsumen. Tidak dapat dipungkiri, di era digital kini, kita dengan mudah mengakses informasi dalam satu genggaman saja. Kita dapat mengakses video, foto, audio dan tulisan hanya dengan satu genggaman saja. Hal ini menjadikan terbentuknya jurnalisme multimedia. Dalam penerapannya, para jurnalis multimedia melakukan 3 tahap, yaitu news gathering, news processing hingga news presenting. Para jurnalis ini harus memiliki keterampilan khusus, seperti tidak hanya menulis berita yang ingin disampaikan, namun juga turut mengambil gambar, mengedit video untuk ditayangkan baik di televisi maupun streaming web. Hal ini dilakukan agar misi melaporkan fakta untuk audiencenya melalu jurnalisme multimedia tetap berjalan dengan baik.

JURNALISME ONLINE = JURNALISME MULTIMEDIA?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x