Mohon tunggu...
Tovanno Valentino
Tovanno Valentino Mohon Tunggu... Konsultan - Hanya Seorang Pemimpi

Hanya Seorang Pemimpi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Lika-liku Laki-laki yang Berliku-liku

28 Agustus 2012   04:20 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:14 312
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Neng mau beli HP tercanggih keluaran baru buat anak saya!" Sambil memandang pelayan cantik berkontak lens ala Suster Ngesot.

"Anak bapak usia berapa?" Tanya pelayanan itu

"Belon juga lahir neng. Tapi saya mau kasih kejutan buat dia entar." Dengan percaya diri Imin memandangi satu per satu jejeran HP yang dipajang dengan begitu rapih. Tanpa sadar, banyak orang memandangnya keheranan. Maklum saja suara Imin agak keras, kupingnya mungkin rada terganggu pada masa kecilnya. Konon ceritanya, Imin dulunya senang sekali nyelam di laut dan di malam hari.  Karna sering bermain bersama ubur-ubur  itulah, maka banyak telur ikan bersarang di kupingnya.

Imin adalah gaya orang tua zaman sekarang. Bermodal Credit Card walau gaji bisa sulap sana dan sini, tetap saja confidence, eh maksudnya kompiden (kompeni independent). Menjajah diri sendiri tanpa perlu dijajah orang lain, dengan angsuran dan cicilan utang yang membuatnya kadang migrant berat di akhir bulan.

"Min, sadar dong ente! Masak beliin HP buat calon bayi? Yang bener aja, emang begitu lahir dia bisa gunain tuh HP?" Tanya kawanya dan sedikit memberi saran.

"Ah tau apa lu! Bayi sekarang canggih! Dari dalam perut ibunya udah sering dengerin music dari youtube, mungkin juga udah apal sama Angry Birds atau Angry Mama atau Angry Papa. Dah pokoknya, kudu siapin. Ane gak mau kalah sama ortu yang laen. Intinya dia harus bisa gunain IPAD atau tablet  PC sedini mungkin!" Mata Imin berbinar-binar, mungkin membayangkan Zuckerberg, bapak kos FB yang dikaguminya itu.

"Serah ente aja Min. Ane cumin ingetin aja!" Kata si teman, sambil berlalu darinya mencari udara AC segar untuk dinginin otak biar gak ketularan Imin.

"Ini pak ada. Yang pake nama Galaxy nih! Biar anak bapak besok bisa jadi kosmonot, buat ngeliat kampung bapak dari bulan! Kata seorang pengunjung took yang mengidap penyakit "Usil Berat."

"Oh ya neng! Yang ntuh aja! Bagus itu, bisa omong sendiri kan Hp nya?" Tanya Imin dengan serius

"Jangankan omong sendiri pak! Bisa nyusuin sendiri kok" Lagi-lagi si usil bin jahil itu nyeletuk lalu berlalu dengan penuh senyum.

Tanpa ambil pusing, Imin sepakat untuk sebuah Galaxy canggih sambil mengeluarkan Credit Card nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun