Media

Berkenalan dengan Dunia Publikasi

21 Februari 2016   09:45 Diperbarui: 19 Desember 2016   21:29 2056 0 0

Catatan: Tulisan ini adalah opini pribadi yang tidak mewakili profesi atau institusi. Silakan dikritisi.

A. Paper dan Jurnal

Paper dan jurnal bukan hal yang sama. Paper, disebut juga artikel atau manuskrip, adalah tulisan dalam format ilmiah tentang hasil riset, analisis dan pemikiran matang. Sementara jurnal adalah kumpulan paper yang terbit secara berkala. Paper dibuat oleh seorang atau banyak penulis, sementara jurnal dibuat oleh sebuah penerbit.

Contohnya Journal of Orthopaedic Translation, dimana saya menjadi editorial board member-nya, memuat paper-paper yang bertemakan ortopedi dan translasi klinisnya. Salah satunya paper terbaru kami yang berjudul “The effect of hydrogen gas evolution of magnesium implant on the post-implantation mortality of rats”. Link-1.

Istilah jurnal masih sering bercampur dengan paper, maksudnya paper tapi menyebutnya jurnal: “Haduh susah ya bikin jurnal, apalagi internasional!” (ini maksudnya paper). Atau: "Pelatihan menulis jurnal internasional" (ini tepatnya menulis paper untuk jurnal internasional). Padahal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, jurnal sudah didefinisikan sebagai majalah yang khusus memuat artikel dalam satu bidang ilmu tertentu.

B. Publikasi dan Prosesnya

Mengapa harus publikasi? Pendapat saya, karena hasil riset adalah ilmu pengetahuan dan kebaikan yang harus disebarluaskan. Publikasi (internasional) juga menjadi cara para akademisi dan peneliti untuk ikut mengharumkan nama bangsa dan negara. Meskipun tidak sepopuler lomba menyanyi atau balap mobil, tapi dalam publikasi ilmiah nama penulis, institusi dan negara akan terus eksis tercatat dalam peradaban manusia.

Lantas, bagaimana proses sebuah paper diterima oleh sebuah jurnal dan kemudian dipublikasikan? Mari kita lihat dari 4 pemain utama dalam dunia riset dan publikasi: (1) Author (penulis), (2) Editor (wasit atau penentu kebijakan sebuah jurnal: managing editor, editor-in-chief, associate editor), (3) Reviewer (penilai isi paper, umumnya seorang pakar yang pernah jadi author, sehingga disebut peer), (4) Publisher atau penerbit, badan usaha (laba atau nirlaba) yang mengelola jurnal, seperti Nature Publishing Group, Springer, Elsevier, dll.

Proses submission dan review umumnya dilakukan secara online. Link-2.

Author menulis hasil riset dalam bentuk paper, baik hasil eksperimen/simulasi/studi lapangan (research paper) atau studi literatur (review paper). Setelah paper matang, author men-submit papernya kepada jurnal yang ia pilih. Umumnya paper yang masuk, atau dalam tahapan ini sering disebut manuscript, akan dinilai awal oleh editor (Tahap-1) dan masuk ke peer review (Tahap-2), dimana editor memilih, mengundang dan meminta penilaian kepada beberapa reviewer independen.

Kemudian, reviewer memberikan hasil penilaiannya kepada editor dan editor membuat keputusan: menerima langsung tanpa revisi atau mengembalikan paper kepada author dengan meminta revisi, baik itu minor atau pun major.

Selanjutnya author melakukan revisi dan mensubmit ulang papernya dan Tahap-2 pun berulang kembali. Ini bisa terjadi berkali-kali seperti yang pernah saya alami dengan empat kali revisi sebelum diterima oleh jurnal MSEC. Keputusan akhir dari proses ini adalah diterima atau ditolak.

Penolakan bisa terjadi sejak di Tahap-1, biasanya karena isi paper tidak sesuai dengan scope jurnal, atau di Tahap-2 baik tanpa kesempatan revisi atau setelah revisi. Proses review merupakan cara untuk menjaga agar hanya paper yang baik yang layak terbit dan nantinya dibaca khalayak ramai. Semakin baik sebuah jurnal semakin ketat proses review-nya. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah reviewer untuk satu paper dan kedalaman review-nya.

Gambar 1 berikut memberikan ilustrasi lengkap tentang prosedur penerbitan paper di Journal of Orthopaedic Translation.

Gambar 1: Proses penanganan manuskrip di Journal of Orthopaedic Translation.

C. Apresiasi kepada Reviewer

Proses review ini biasanya memakan waktu cukup lama, terutama di Tahap-2. Meskipun pihak editorial berusaha mempercepat misalnya dengan memohon reviewer untuk menilai dalam waktu reasonably cepat, dalam 14-21 hari untuk jurnal-jurnal Elsevier, namun patut diingat bahwa reviewer adalah volunteer yang tidak dibayar. Bahkan untuk secangkir kopi. Niat baik dan dedikasi terhadap ilmu pengetahuan lah yang menggerakan mereka, selain ada manfaat untuk kemajuan karir dan lainnya juga.

Untuk memberikan penilaian yang baik diperlukan waktu yang cukup untuk berkonsentrasi, setidaknya tiga jam penuh, dan tentunya bagi kebanyakan reviewer mencari tiga jam ini tidaklah mudah di tengah kesibukannya. Tak jarang mereka pun menggunakan waktu pribadinya seperti di tengah malam atau akhir minggu, dan kadang mengambil peruntukan waktu untuk keluarganya.

“Kita ucapkan terimakasih kepada mereka, yang bekerja tanpa pamrih secara anonim, dan kita ingatkan publisher untuk tidak mengeksploitasi ketulusan mereka demi bisnis semata”.

D. Mutu Paper dan Jurnal

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3