Umi Setyowati
Umi Setyowati

Wiraswasta yang suka membaca dan menulis fiksi sesekali saja.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Ulurkan Tanganmu

12 Januari 2018   13:59 Diperbarui: 12 Januari 2018   14:16 1009 14 6

Ulurkan tanganmu mari bersalaman tanpa dendam dan kebencian.

//

Pada kali pertama kusambut jabat tanganmu ada debar-debar menjalar hangat  di dada.

Halus  tutur katamu membawa rasa berbeda, pun saat pandangmu menikam mata.

Benang-benang asmara lalu menyulam cinta.

Ikrar janji suci kita ucapkan di altar sakral pernikahan.

Jodoh mendudukkan kita di pelaminan.

Hasrat cinta menyatu di indah peraduan.

Kita menggantung asa setinggi awan, bersama kan meraihnya apapun rintangan.

Seiring detik waktu berputar, jalan terjal nan berliku terlewati.

Kisah-kasih kian terpatri kala hadir buah hati.

Sungguh indah karunia Ilahi.

Namun kemudian...

Kenikmatan duniawi membuatmu  lupa pada Tuhan sang pemberi rejeki.

Ibadah tak lagi menjadi rutinitas diri, alih-alih mensyukuri, kau malah tinggi hati.

Menjadi imam salat keluarga, katamu, tak sempat lagi.

Member contoh buruk pada buah hati untuk ditauladani.

Sebesar apa ku bersabar, sebanyak apa kuperingatkan,segala cara tlah kucoba, semua kau abaikan.

Bahkan mulai lupa daratan.

Tak sadari di mana kau berpijak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3