Mohon tunggu...
Ulvia Nur Fianti
Ulvia Nur Fianti Mohon Tunggu... Freelancer and Student

1.Aktivis Intellectual Movement Community (IMC) 2.Ex Ketua YBM BRI Kanwil Malang - KC Jember 3.Ketua Departemen RnI KSEI 4.Kader PMII Rayon FEBI 5.Tutor Obama Learning Center 6.Freelancer and Student of Islamic Banking Dept.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Wanita Hebat di Balik Einstein yang Tak Pernah Diakui

22 Maret 2020   03:27 Diperbarui: 22 Maret 2020   03:41 100 0 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wanita Hebat di Balik Einstein yang Tak Pernah Diakui
ibtimes.co.uk

Pasti kita tidak asing lagi dengan Einstein yang melegenda, namanya menggema di media, diskusi intelektual, dan rumus fisika. Ya, Albert Enstein adalah sosok yang di agung-agungkan kegeniusannya dalam menciptakan teori relativitas, persamaan energi, mekanika kuantum, mekanika stastistika, kosmologi dan banyak lainnya.

Untuk kalian anak MIPA pasti tidak asing lagi dengan rumus persamaan masa dan energi, E = mc kuadrat. Nah, dari rumus yang diciptakan Einstein itulah lahir cikal-bakal adanya bom nuklir.

Nama Einstein sampai saat ini terus terngiang-ngiang di ingatan kita, setidaknya ketika membahas ilmuwan pada generasi akhir abad ke-20, bahkan orang-orang di seluruh dunia menjadikan Albert Einstein sebagai icon dari seseorang yang cerdas , dengan wajahnya yang menurut saya aneh dan menggelikan, mirip Mr Bean versi The Buffalo News.

Apalagi, ketika ia berpose menjulurkan lidah di hari pesta ulang tahunnya, itu membuat saya berfikir, "kok ada ya ilmuwan anti-mainstream sepertinya", Dan yang paling membuat saya tidak habis fikir untuk kesekian kali, saking ikonik dan legendarisnya, foto Einstein ini dihargai dengan nilai yang sangat fantastis.

Dalam sebuah lelang di tahun 2017 lalu, foto ini terjual dengan harga 125.000 Dolar Amerika serikat atau setara dengan Rp 1,75 miliar. Itulah bukti autentik bahwa Albert Einstein benar-benar begitu istimewa di mata dunia.[1]

Siapa sangka dibalik kepopulerannya dalam dunia akademis, ada sosok hebat yang tersembunyi atau memang "sengaja" disembunyikan oleh sosok Albert Einstein. Ia adalah Mileva Maric, Istri pertama Einstein yang harus menerima takdirnya untuk tidak diakui dunia seumur hidupnya, Miris, tapi itulah realitanya.

abc.net.au
abc.net.au
Bukan hanya itu, Mileva adalah sosok yang sangat cerdas, bahkan melebihi Einstein, hal ini diceritakan oleh Marie benedict dalam bukunya, yaitu "The Other Einstein" , Buku ini menceritakan suara hati perempuan cerdas dibalik Einstein. Penulis yang peduli isu gender tersebut tinggal di Massachusetts, Amerika serikat. Lebih dari sepuluh tahun ia bekerja sebagai Litigator dan fokus dalam meneliti gender khususnya kisah sejarah wanita yang tersembunyi , Hatinya terketuk menjadi filantropis dan penulis ketika ia menemukan fakta bahwa ada perempuan yang sangat hebat, akan tetapi tenggelam termakan popularitas orang lain. Lalu ia tertarik untuk menjadikan kisah pilu wanita yang "cerdas" itu menjadi sebuah buku[2].

Semuanya berawal ketika keduanya, Einstein dan Mileva menimba ilmu di Politeknik Federal Swiss di Zurich pada tahun 1896. Pada masa itu, Mileva adalah satu-satunya perempuan yang bisa belajar di tempat tersebut karena kecerdasan di atas rata-ratanya, terlebih untuk wanita pada umumnya.

Sulit pada masa itu untuk wanita bersekolah, apalagi berkuliah untuk menempuh gelar di perguruan tinggi, Di tengah keterbatasannya, memiliki fisik yang tidak sempurna pada kakinya, berdarah keturunan Serbia, membuat Mileva bukan hanya harus berjuang dalam menempuh pendidikannya, tapi ia juga harus bersabar dalam menghadapi olok-olok dari teman-temannya dan juga prasangka dan sikap ketidakyakinan yang ditunjukan dosennya. Tapi, Mileva selalu gigih untuk mempertahankan cita-citanya.

Tekad untuk menguasai fisika dan matematika-lah yang membuatku masuk Politeknik, bukan keinginan untuk berteman atau menyenangkan orang lain. Aku berusaha mengingat fakta sederhana ini saat menguatkan diri menghadap dosenku dan teman-temanku.[3]

 Kapabilitas yang tinggi pada ilmu fisika dan matematika ditunjukan oleh Mileva, hingga ia merubah paradigma dosen dan teman-temannya, bahwa ketidaksempurnaan fisik bukan menjadi penghalang untuk tetap bersinar. Einstein menjadi orang pertama yang sangat terimpresif dengan kecerdasan yang dimiliki oleh Mileva dalam perhitungan Matematika dan Fisika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x