Mohon tunggu...
Uli Hartati
Uli Hartati Mohon Tunggu... Blogger

A wife, mommy of 2 boys, working mom also as a blogger Contact me : WA 089627103287 Email uli.hartati@yahoo.com Blog http://ulihape.com IG dan Twitter @ulihape

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Kata Tetanggaku Aku Kafir karena Fans Ahok dan Jokowi

5 Mei 2021   09:17 Diperbarui: 5 Mei 2021   09:33 3538 13 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kata Tetanggaku Aku Kafir karena Fans Ahok dan Jokowi
Omongan Tetangga, ilustrasi by Ulihape

Topik Pilihan Kompasiana Omongan Tetangga mengingatkan ku kepada kisah beberapa tahun lalu dimana Ahok masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Bukan tanpa alasan sih bisa menyukai sosok Ahok, sebagai anak Medan cara Ahok bicara itu yah biasa saja bagiku dan memang ada kok manusia yang harus dimaki dulu baru bisa bergerak. 

Aku setiap hari bekerja menuju Jakarta jadi setiap hari pula aku melewati banyak jalur tikus di wilayah Jakarta. Ketika Pak Ahok menjadi pemimpinnya memang sangat terasa perubahannya, kali-kali di gang sempit nggak pernah bau, bersih dari sampah. Belum lagi kalau hujan tiba biasanya jalanan macet eh ini nggak loh, selain minimnya genangan maka dikolong jalan juga nggak ada lagi yang berteduh karena ada aparat di sana. Hal sederhana begini adalah masalah Jakarta yang sudah cukup lama dan mampu dilakukan oleh Ahok, wajar yes aku mengagumi beliau.


Nah ceritanya kesukaanku akan sosok beliau ini diketahui oleh tetangga di kompleks, ya maklum sebagai influencer semua akun sosial media ku terbuka untuk publik jadi nggak ada deh postingan terhidden. Jadilah para warga komplek tahu kalau aku "Mami Kanda adalah fans Ahok", apalagi ketika Pak Ahok di penjara aku dan geng ku mengirimkan juga papan bunga untuk beliau dan aku yakin sih nggak akan dibacanya haha tapi namanya juga fans ya senang aja gitu haha.

Bunga Semangat Untuk Pak Ahok
Bunga Semangat Untuk Pak Ahok
Lalu untuk Pak Presiden kenapa aku jadi fans beliau? Soalnya aku jatuh hati pada pandangan pertama dan itu dimulai ketika beliau masih jadi Gubernur DKI Jakarta, lewat Kompasiana aku bisa bertatap muka saat itu dan hatiku bilnag "nih Bapak orang baik, tulus sama bangsa ini" dan saat itu beliau bilang nggak mau jadi presiden ya sudahlah cukup aku mengagumi sosok sederhana beliau dan aku yakin itu bukan topeng. Lalu politik memang jahatkan selalu membolak balik isi hati eh itumah Allah ya hehe. Pak Jokowi ternyata maju menjadi salah satu kandidat presiden dan seketika aku membelokkan niatku untuk memilih Pak Jokowi padahal sebelumnya aku sudah punya pilihan. Entahlah aku hanya percaya bahwa Pak Jokowi akan membuat Indonesia lebih baik, jangan tanya bukti soalnya ini masalah hati sis haha.

Tahu sendirikan kehebohan pilpres tahun 2014? perang antara cebong dan kampret bahkan sampai banyak hubungan persaudaraan rusak hanya karena berbeda pilihan, nah akupun demikian di kantor saja yang memilih Jokowi hanya aku dari 50 karyawan lainnya, lalu di komplek? Ehm bisa jadi ada yang lain tapi yang kentara banget jadi fansnya Jokowi tuh aku haha, alhasil ada banyak link berita yang memojokkan Jokowi di grup whatssapp yang cukup mengganggu ku namun namanya saja minoritas ya sudahlah ya, nggak usah buka grup dan biarkan mereka bahagia sesama mereka haha

Aku dan para tetanggaku bergabung dalam grup whatsapp, dan udah rahasia umum dalam grup selalu ada grup lagi dan aku nggak peduli sih kalau dalam grup rahasia itu aku yang jadi bahan omongan tetangga, hehe mungkin itulah kunci bahagia ku yang tak pernah peduli dengan omongan orang. Oneday ketika habis pemilihan presiden tahun 2014 ketika aku lagi scroll-scrol di grup whatsapp ada pesan masuk "kirim tuh ke grup sebelah biar Mami Kanda tahu dia kafir" dan muncul satu link yang cukup membuat aku sedih. 

Bunyi pesan seperti itu sudah ketebaklah ya salah kamar/grup dan aku kebetulan sudah membacanya lalu aku reply "Ya saya Mami Kanda", semoga yah linknya bisa dipertanggungjawabkan. Udah jelas Pak Jokowi Islam, Pak JK islam kenapa ada kafir-kafiran ya bu? dan jawabanku itu tidak ada yang merespon karena akhirnya mereka tersadar itu salah grup krik..krik..krik bahkan si pengirim pesan tak mampu menatapku ketika kami bertatapan dan aku selalu memberikan senyuman supaya dia merasa tersayat haha, aku bukan baik tapi sadis haha.

Memberikan Ucapan Selamat Kepada Pak Presiden Jokowi | Dokpri
Memberikan Ucapan Selamat Kepada Pak Presiden Jokowi | Dokpri
Omongan tetangga biasanya memang lebay tapi nggak semuanya begitu, salah satu kejadian ketika tetangga tahu aku naik motor PP Tangerang _ Jakarta responnya ada dua, tetangga nan baik hati "wah Mami Kanda naik motor ya? semoga selalu diberi keselamatan dan hati-hati ya soalnya jauh". dengar omongan tetangga seperti ini mah suka bikin haru dan bersyukur ya. Nah tipe tetangga satunya "ya Allah naik motor ke Jakarata, nggak mabuk tuh?" kalo ini bisa dipastikan satu geng sama Bu Tedjo haha.

Begitulah omongan tetangga, semuanya kembali kepada kita mau dibawa masuk kepikiran atau biarkan omongan tetangga terbawa angin mamiri haha.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x