Mohon tunggu...
Ulfa Khairina
Ulfa Khairina Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Somewhere to learn something. Explore the world by writing. Visit my homepage www.oliverial.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Terjebak Kosmetik Multilevel

7 Oktober 2015   17:09 Diperbarui: 7 Oktober 2015   17:09 659
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akhir-akhir ini di Indonesia banyak sekali jenis kosmetik baru yang dijual dengan cara penjualan langsung. Tentu saja sistem multilevel marketing. Banyak yang terjebak karena iming-iming hadiah dan bonus bulanan yang mencapai jutaan rupiah. lalu apa yang harus dilakukan agar tidak terjebak dengan MLM atau sudah terlanjur bergabung?.

Pastikan Memakai Produk Tersebut

Sebelum bergabung, jangan pikirkan untung dari bergabung. Tapi pastikan apakah produk tersebut kita memakainya. Lalu efek apa yang kita peroleh dari memakainya. Jika cuma memakai satu atau produk saja, sebaiknya tidak usah bergabung. Karena akan lebih banyak rugi daripada untungnya. Kalaupun anda akan memilih untuk berbisnis, bagaimana orang lain akan tertarik pada anda jika kita sendiri tidak memakainya. Apa yang akan dibuktikan pada calon pembeli kan?

Jangan terigiur hadiah

Bonus adalah cara pertama yang didoktrin oleh upline kita saat menawarkan bergabung. Kuatkan hati untuk tidak tergiur dengan hadiah-hadiah tersebut. Bila memang masih tidak kuat dengan iming-iming hadiah, minta waktu untuk berpikir. Kalkulasikan jumlah yang harus dikkeluarkan dengan jumlah yang diberikan. Kalau hadiah yang ditawarkan berupa benda, hitung-hitung juga berapa yang harus dikeluarkan dan berapa selisih antara membeli tanpa bonus dan membeli sendiri.

Hindari Promo Diskon

Sudah dapat harga member, ada diskon sekian persen dan promo untuk pembelian tertentu. Berhati-hatilah dengan model marketing semacam ini. Terlihat murah, padahal berbahaya bila dituruti. Karena niatnya hanya membeli satu produk, tapi ada syarat beruntun harus membeli produk lainnya mengikuti. Terkadang produk sama sekali tak kita butuhkan.

Tutup Poin? Seberapa Penting?

Pernah dengar kata tutup poin kan? Biasanya untuk mencapai hadiah tertentu harus mengumpulkann poin sebanyak jumlah yang ditentuukan. Sebut saja untuk mendapat sebuah lipstick keluaran terbaru, kita harus mengumpulkan poin sebbanyak 100 poin. Untuk mendapatkan 100 poin harus belanja sekitar satu juta. Jika kebetulan anda belanja banyak, bukan sengaja berbelanja agar poin tertutup. Tidak apa-apa. Tapi jika hanya untuk mendapatkan bonus dan anda belanja lalu menyimpan di kamar. Sebaiknya pikirkan lagi berapa harga bonus yang diberikan tersebut. Kemudian pikirkan lagi. Pantaskan anda berkorban banyak uang untuk tutup poin?

Jual kembali

Anda boleh saja kok menyediakan barang atau membeli barang dengan jumlah yang banyak. Tapi pastikan jika anda habis memakainya dalam jangka waktu tertentu, khususnya sebelum kadaluarsa. Lalu pikirkan seberapa besar kemungkinan ada pengguna lain yang akan membeli. Dengan menjual kembali barang yang anda koleksi, selain membantu mengembalikan modal. Cara ini juga paling ampuh untuk menghindari penyesalan setelah belanja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun