Mohon tunggu...
Duwi Satriyoaji
Duwi Satriyoaji Mohon Tunggu... Hai, aku Aji seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Ahmad Dahlan.

Hanya sekedar memenuhi hasrat untuk corat-coret.

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Media Sosial: Sudut Pandang Pribadi

6 Mei 2021   22:16 Diperbarui: 9 Juni 2021   20:59 32 1 0 Mohon Tunggu...

Pada masa pandemi ini, hampir semua orang menggunakan media sosial sebagai alat mencari informasi, hiburan serta berkomunikasi. Media sosial merupakan sebuah media baru yang menggunakan jaringan internet dan dapat menghubungkan hingga seluruh dunia. Saat ini media sosial merupakan media yang paling mutakhir hal ini terjadi karena, media sosial dapat menghubungkan satu orang dengan orang lainnya untuk berkomunikasi secara real - time atau secara langsung tanpa menunggu seperti media surat dan lain sebagainya. Selain itu, media baru juga sangat efektif dalam penggunaanya hal ini dikarenakan media baru dapat digunakan kapanpun dan dimanapun serta media baru juga dapat memudahkan penggunanya dalam mendapatkan feedback atau umpan balik secara langsung sehingga media baru menjadi media yang paling mutakhir.

Media dia sosial sudah menjadi media utama yang digunakan oleh publik, ada banyak sekali jenis media sosial yang sudah dikenal oleh banyak orang seperti, Instagram, Facebook, Whatsapp, Twitter, Line, dan lain sebagainya. meski jenis dari media sosial sangat beragam teteapi, tetap saja ada media sosial baru yang berusaha untuk menyaingi media sosial yang sudah terkenal, salah satunya yaitu Tiktok. Tiktok merupakan platform media sosial yang menggunakan internet sebagai jaringannya. Tiktok diluncurkan pada tahun 2016 oleh orang Tiongkok yang bernama Zhang Yiming tepatnya pada bulan september. Media sosial ini, mempunyai fitur untuk mengunggah video serta potongan musik yang dimiliki oleh pengguna, sehingga setiap pengguna bebas untuk mengunggah konten video serta potongan musik mereka sendiri. Selain itu, Tiktok juga mempunyai beberapa fitur yang sama dengan media sosial lain seperti memberi tagar hastag, memberikan feedback like dan komen, membebaskan pengguna untuk membagikan serta mendownload konten orang lain, dan lain sebagainya.

Dalam penggunaannya, remaja di Indonesia menggunakan Tiktok sebagai alat untuk memberikan hiburan serta memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka hal itu dikarenakan pengguna Tiktok memiliki kebebasan dalam berekspresi serta membuat konten sehingga para remaja menyukainya. Biasanya para remaja menggunakan aplikasi ini untuk membuat konten dance atau menari, serta membuat konten tentang game yang mereka sukai. Meski begitu membuat konten di aplikasi Tiktok juga dapat dengan mudah untuk mencari feedback like dan komen. Hal tersebut terjadi dikarenakan lajunya arus dalam jaringan internet, sehingga meskipun konten video yang dibuat oleh seseorang yang sama sekali tidak dikenal akan tetap masuk dan tersebar kepada pengguna lain secara langsung.

Pada media sosial instagram memiliki beberapa ciri khas yang mirip dengan Tiktok, persamaan yang terdapat adalah pengguna bebas untuk mengunggah konten mereka, serta arus dalam penyebaran konten sama - sama cepat. Meskipun memilki beberapa kesamaan, tetapi aplikasi tersebut memiliki beberapa hal yang berbeda antara lain, aplikasi Tiktok hanya dapat mengunggah konten berupa video sedangkan Instagram dapat mengunggah file gambar maupun video. Walaupun begitu bukan berarti Tiktok tidak digemari justru media sosial Tiktok berpotensi akan digemari oleh segala kalangan mengingat efektifnya tingkat trafic atau jalur penyesuaian konten di Tiktok dengan penggunanya misalnya, pengguna merupakan seorang remaja yang menyukai game maka konten video yang akan muncul di beranda remaja tersebut kemungkinan terbesarnya adalah konten tentang game. 

Meskipun media sosial Tiktok memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi media sosial yang akan populer, tetapi media sosial ini juga memiki potensi meningkatkan intensitas penggunaan yang berlebihan. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan bahaya, khususnya kepada para remaja yang merupakan generasi yang selalu bergantung terhadap kemajuan teknologi. Bahaya dari tinggi nya intensitas penggunaan yaitu dapat membuat kecanduan yang kemudian dapat membahayakan bagi kesehatan mental penggunanya. Secara alami manusia adalah makhluk sosial, dimana mereka harus bersosialisasi satu sama lain. Selain itu, penggunaan media sosial juga harus diperhatikan dalam penggunaanya, media sosial memanglah media komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun meski begitu, dalam melakukan sebuah kegiatan haruslah tetap fokus agar tidak menyebabkan kelalaian, terutama disaat berkendara, berjalan, dan kegiatan berat lainnya, Karena hal tersebut sangatlah berbahaya. Hal lain yang dapat ditimbulkan oleh intensitas penggunaan Tiktok yang berlebihan yaitu, dapat membuang - buang waktu bagi penggunanya, sehingga dapat membuat pengguna lalai dalam melakukan kegiatan kesehariannya seperti, beribadah, belajar, bekerja, makan, dan lain sebagainya.

Selanjutnya ada media sosial yang memiliki fungsi yang sangat bermacam - macam yaitu, Discord. Media sosial Discord memiliki tampilan ruang chat seperti aplikasi untuk mengobrol lainnya, tetapi aplikasi ini memiliki fitur yang sangat bermacam - macam dan berguna khususnya pada obrolan grup. Fitur - fitur yang ditawarkan aplikasi ini yakni, dapat memodifikasi ruang chat grup, dapat menggunakan bot didalam chat, dapat menggunakan mengatur fungsi bot didalam ruang grup, dapat membuat ruang panggilan di dalam grup yang bisa dimasuki oleh banyak orang dan lain sebagainya. Meski masih banyak fitur lainnya, tetapi fitur yang paling sering digunakan oleh pengguna discord adalah ruang panggilan atau room voice. Dalam penggunaan ruang panggilan ini memungkinan pengguna membentuk ruangan didalam sebuah grup yang khusus digunakan seperti fitur telpon pada aplikasi komunikasi lain, yang membedakan adalah fitur dari discord sangat ringan dan mudah untuk mengatur anggota di dalam ruang tersebut. Biasanya fitur ini digunakan untuk bermain sebuah game secara multiplayer atau main bareng. Dikarenakan ruang panggilannya ringan sehingga memungkinkan untuk melakukan panggilan sembari bermain game bersama meskipun dari jauh.

Potensi yang ada pada aplikasi Discord ini sangat rendah untuk menjadi populer, hal ini terjadi karena untuk penggunaannya masih terbatas pada pemain game. Meskipun banyak yang menggunakan fitur lain untuk melakukan diskusi, ataupun jual beli di dalam aplikasi tersebut, tetapi tidak semua pengguna tau cara untuk memaksimalkan fitur - fitur yang ada di dalam aplikasi sehingga aplikasi terbatas hanya untuk beberapa kalangan saja.

Kesimpulan yang dapat saya berikan yaitu, media sosial merupakan media berkomunikasi yang sangat bermanfaat jika dapat digunakan secara bijak oleh karenanya perlunya penduan serta edukasi sebelum menggunakan media sosial sangatlah dianjurkan karena, setiap media sosial memilki dampak positif maupun negatif tersendiri. Kebijakan dalam menggunakan aplikasi media sosial adalah pengetahuan yang penting bagi orang yang masih awam khususnya untuk remaja yang masih terbilang masih terombang - ambing dalam pemikirannya. Seperti media sosial Tiktok yang merupakan media sosial dengan potensi populer dikarenakan beberapa fiturnya yang berguna serta mudah dalam penggunaanya tetapi masih memilki dampak negatif yang berpotensi berbahaya bagi fisik maupun mental bagi remaja yang memiliki pola pikir yang labil. Pada media sosial Discord, yang merupakan media sosial yang memiliki berbagai macam fitur yang sangat berguna tetapi memiliki kelemahan juga yaitu, fitur yang disediakan terlalu banyak dan rumit bagi orang awam sehingga perlunya edukasi untuk memahami dalam penggunaannya. Hal tersebut terjadi karena, dalam media sosial yang memiliki fitur yang luas tersebut dapat berpotensi dalam melakukan kejahatan dan yang paling sering dalam aplikasi tersebut yaitu penipuan dalam jual beli. Jadi dalam penggunaan media sosial sangat diperlukan yang namanya edukasi sebelum langsung terjun ke dunia digital tersebut.

Sekian tulisan dari saya seorang Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, kurang lebihnya mohon maaf, terimakasih.~

Referensi

Trie Damayanti, I. G. (2019). KAJIAN DAMPAK NEGATIF APLIKASI BERBAGI VIDEO BAGI ANAK-ANAK DIBAWAH UMUR DI INDONESIA. Communication, 12.

VIDEO PILIHAN