Mohon tunggu...
Tuhombowo Wau
Tuhombowo Wau Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

tuho.sakti@yahoo.co.uk

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Membaca Misi Politik Amien Rais bersama Partai Barunya, PAN Reformasi

28 Agustus 2020   16:11 Diperbarui: 28 Agustus 2020   18:34 268
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Amien Rais diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. (ANTARA FOTO/ APRILLIO AKBAR)

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Amien Rais dikabarkan bakal mendeklarasikan sebuah partai baru pada Desember mendatang.

Alasan Amien mendirikan partai yang tetap "bernuansa" PAN itu yakni, dirinya merasa dikeluarkan dari partai berlogo "matahari putih", kecewa karena partai tidak menyuarakan kepentingan rakyat, serta sudah tidak lagi sejalan (beda prinsip dan sikap politik) dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Amien menolak rencana Zulkifli yang ingin bergabung di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, di mana dianggapnya merupakan langkah keliru. Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf disebutnya sebagai rezim yang "tidak ketulungan".

"Saya sudah tidak di PAN sama sekali, saya sudah dikeluarkan oleh anak buah saya karena berbeda prinsip. Saya katakan adik-adikku, para kader-kaderku yang cerdas dan pandai-pandai, berhitunglah dengan rasional, di atas itu juga berhitung dengan keimanan. Saya tidak setuju bergabung dengan rezim yang sudah tidak ketulungan, sementara mereka yakin bergabung rezim Jokowi, akan dapat logistik, akan dapat segala macam," kata Amien dalam acara diskusi virtual bertajuk "Bahaya Komunisme di Dunia Islam", Kamis (23/7/2020), dilansir dari Kompas TV.

Keinginan Amien membentuk partai baru ternyata dikonfirmasi oleh mantan Ketua DPP PAN (loyalis Amien), Agung Mozin. Agung menjelaskan, diskusi panjang soal pembentukan partai sudah dilakukan, serta nama dan logo yang digunakan tidak jauh berbeda dengan logo PAN. Namanya adalah PAN Reformasi. Agung mengaku, Amien sangat gembira dan menyambut baik lahirnya partai baru.

"Setelah melalui diskusi yang panjang ternyata usulan yang menguat adalah nama Partai PAN Reformasi. Hanya PAN Reformasi saja bukan singkatan. Beliau (Amien) sangat gembira melihat antusias para pendukung lahirnya partai baru," ujar Agung, Kamis (28/8/2020).

Penentuan nama dan logo kok seperti yang dilakukan partai lain ya? Sebut saja, dari PDI menjadi PDI Perjuangan, di mana logonya tetap menggunakan gambar banteng. Apakah Amien dan Agung butuh referensi nama dan logo? Jika butuh, masih ada waktu tersisa buat diskusi bersama para pendiri lain.

Rencana pembentukan partai baru yang disertai beragam alasan merupakan hak Amien. Semua orang bebas mendirikan partai, asalkan memenuhi segala persyaratan yang ada. Lumayan untuk menambah lagi jumlah partai di Indonesia.

Tentu sebagian publik bakal ada yang bertanya-tanya, betulkah cuma sekian alasan tadi yang memotivasi Amien mendirikan partai baru? Adakah misi lain yang sama sekali tidak disebabkan oleh konflik di internal PAN sekarang ini?

Sekadar menebak, tampaknya PAN Reformasi dibuat untuk mengakomodir para aktivis yang sedang bergabung di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). KAMI sendiri dipimpin oleh Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, dan Rochmad Wahab. Mereka bertiga disebut presidium.

KAMI sudah deklarasi pada Selasa, 18 Agustus lalu di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Dan ternyata deklarasi dihadiri Amien dan anaknya, Hanafi Rais. Hal ini diungkap oleh Agung, yang bertindak sebagai salah satu deklarator.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun