Mohon tunggu...
Totok Siswantara
Totok Siswantara Mohon Tunggu... Freelancer - Menulis, memuliakan tanaman dan berbagi kasih dengan hewan

Pembaca semangat zaman dan ikhlas memeluk takdir

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Raslinna Rasidin, Greget Aktivis Serikat Pekerja Merebut Kursi Senayan

15 Juli 2023   10:23 Diperbarui: 15 Juli 2023   10:33 342
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Raslinna dalam pemberdayaan komunitas perempuan (sumber gambar akun medsos Raslinna) 

Rasllina yang selama ini dekat dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, sangat prihatin dan berusaha untuk mengatasi serbuan kerajinan impor. "Pentingnya penyelenggaraan expo atau pameran produk kerajinan di daerah sesering mungkin", Ujar Ralinna.

Lebih lanjut dia menyarankan agar pemerintah daerah sebaiknya menyajikan berbagai produk unggulan daerahnya secara menarik di tempat-tempat yang strategis seperti pusat perbelanjaan atau stasiun kereta api. Dengan demikian masyarakat dan para investor bisa mengidentifikasikan berbagai jenis produk atau komoditas unggulan dari suatu kecamatan atau desa.

Menurut Ralinna kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu dan produktivitas produk kerajinan masih kurang dan belum terpadu dengan pasar. Itulah sebabnya entitas pengrajin semakin berkurang akibat serbuan produk impor. Sangat menyedihkan, sampai-sampai para pengrajin bambu lokal pun kini tergusur oleh anyaman sintetis dari Tiongkok. Begitu juga dengan produk kerajinan berbasis kulit seperti tas dan sepatu kini juga mulai tergusur oleh produk impor asal India, Vietnam, atau Thailand. Melihat tren industri kreatif global, pentingnya menumbuhkan aktivitas produksi kriya yang menghasilkan barang seni dan kerajinan yang mampu mengemas sehingga unggul dari sisi komersialisasi.

Raslinna dalam pemberdayaan komunitas perempuan (sumber gambar akun medsos Raslinna) 
Raslinna dalam pemberdayaan komunitas perempuan (sumber gambar akun medsos Raslinna) 

" Pekerja informal yang tanpa dilindungi oleh perjanjian kerja jumlahnya jauh lebih besar ketimbang pekerja formal yang dinaungi oleh UU dan perjanjian kerja yang pembuatannya melibatkan serikat pekerja," jelas Raslinna.

Oleh sebab itu kepada penulis Raslinna menekankan perjuangan untuk membantu pekerja di pasar tradisional. Menurutnya salah satu agenda penting adalah menumbuhkan value creation bagi pasar tradisional yang mengedepankan kreativitas dan inovasi.

Berdasarkan data Kemendag, hingga 2019 pasar tradisional yang terdata sekitar 9,559 unit, dengan 95 persen berumur di atas 25 tahun, 1 persen berumur 10-20 tahun dan 3 persen berada di usia kurang dari 10 tahun. Sisanya tidak aktif dan tinggal nama, akibat fasilitas tidak lengkap dan kurang memadai. Di sisi lain, pasar modern mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Menurut data Kemendag, jumlah pasar modern mencapai 14.000, yang berbentuk convenience store sebanyak 358 toko, minimarket 11.569 toko, supermarket 1.146 toko, hypermarket 141 toko, dan perkulakan atau grosir mencapai 26 toko.

Menurut Raslinna perlu mewujudkan aspek keunggulan pasar tradisional yang menyangkut sistem konektivitas perdagangan, insourcing, dan ketersediaan SDM logistik dengan kompetensi yang mumpuni. Sistem insourcing termasuk teknologi pengolahan dan pengemasan produk atau komoditas unggulan suatu daerah.

"Mestinya Kementerian Perdagangan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan transformasi pasar tradisional menjadi sentra ekonomi kerakyatan dengan mengedepankan promosi yang berbasis seni, budaya dan komunikasi massa," ujar Raslinna, Hal itu untuk memperkuat positioning pasar tradisional selain menjadi pusat ekonomi kerakyatan juga bisa menjadi destinasi wisata.

Untuk itu dibutuhkan promosi dan komunikasi yang efektif antara lain lewat acara seni dan kebudayaan. Apalagi pasar tradisional di berbagai daerah memiliki sejarah yang unik terkait dengan perkembangan kota. Keniscayaan, pekerja di pasar tradisional perlu ditingkatkan kompetensi dan usahanya dengan cara yang benar dan bukan dengan cara yang bersifat seremonial belaka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun