Mohon tunggu...
TJIPTADINATA EFFENDI
TJIPTADINATA EFFENDI Mohon Tunggu... Konsultan - Kompasianer of the Year 2014

Lahir di Padang,21 Mei 1943

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Makan Bersama di Restoran Paling Unik di Padova

18 Juli 2018   22:35 Diperbarui: 18 Juli 2018   22:47 760
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Siang ini kami diajak makan siang oleh adik kami Margaretha dan suaminya Sandro untuk merayakan ultah ke-75 istri saya. Karena kendaraan hanya memiliki kapasitas 5 orang, termasuk Pengemudi, maka Sandro mengikuti dengan scooter. Jarak antara apartement di mana kami menumpang di unit milik Sandro dan Margaretha hanya berjarak tempuh sekitar 7 menit dan kami sudah tiba di lokasi.

Dari luar, tidak tampak sama sekali bahwa bangunan yang besar dan luas ini adalah restoran paling besar dan paling unik di propinsi ini. Tapi begitu kami menginjakan kaki di lamannya, mulai tampak bahwa bangunan ini bukanlah sebuah pabrik atau gudang, melainkan difungsikan sebagai restoran paling unik dan mewah di kota ini. Dindingnya hampir seluruhnya dijaga keasliannya dan  begitu juga lorong-lorongnya yang mirip dengan Lobang Jepang di kota Bukittinggi. Ditambah lagi dengan dekorasinya yang terbuat dari botol kosong yang  dimanfaatkan sebagai restoran.

Untuk dekorasinya, terbuat dari botol bekas yang dirakit sedemikian rupa sehingga dari jauh tampak sebagai mode tersendiri untuk melengkapi kesan artistik dari restoran ini. 

foto: bekas pabrik bata,jadi restoran/dokumentasi pribadi
foto: bekas pabrik bata,jadi restoran/dokumentasi pribadi
Ringkasan Tentang Pabrik Bata

Di dinding ada tulisan yang merupakan ringkasan asal muasal bangunan ini. Akan tetapi karena ditulis dalam bahasa Italia, maka saya menanyakan  pada adik kami. Menurut penuturan Margaretha, pada abad ke-19 keluarga Morandi yang asalnya dari Canton Vicino membangun pabrik batu bata di Kota Padova untuk keperluan bangunan rumah yang dimanfaatkan untuk membangun rumah. Karena di sini, rata-rata bangunan terbuat dari batu bata.

Karena merupakan satu-satunya pabrik batu bata, maka tak heran dalam waktu singkat pabrik bata ini menjadi populer. Karena itu, hingga saat ini masih dapat dibuktikan bahwa ruang yang ada dulu adalah tungku-tungku pembakaran tembok. Namun seiring dengan perkembangan zaman, maka gaya pembuatan batu bata dengan gaya lama ini ditinggalkan sejak tahun 2000. Sejak saat itu,bangunan bersejarah ini ditetapkan sebagai Heritage Building. Belakangan ini ruang bagian dalam direnovasi di bawah pengawasan Unesco tanpa mengubah bentuk aslinya dan dijadikan restoran.

dok.pribadi
dok.pribadi
 Paling Unik Dan Paling Top                         

ket.foto: dibagian belakang,tampak dekorasi lampu dalam tata warna yang melambangkan bendera Italia
ket.foto: dibagian belakang,tampak dekorasi lampu dalam tata warna yang melambangkan bendera Italia
Spiller Fornace Moradi merupakan restoran terbaik di Padova. Kami memutuskan untuk makan siang  di sini untuk merayakan ulang tahun istri saya. Ketika Pada saat kami masuk masih sepi, namun dalam beberapa menit kemudian mulai ramai dan akhirnya semua tempat terisi penuh oleh para pengunjung.

dok.pribadi
dok.pribadi
Makananan Italia Enak

Untuk santap siang ini kami dipersilakan oleh adik kami memesan masing-masing. Tapi karena tidak mengerti nama-nama menunya, maka kami minta tolong  kepada adik kami Margaretha  untuk memesan makanan. Saya minta spagetti, istri saya minta steak, dan keponakan kami dan suaminya juga minta tolong dipesankan.

dokpribadi
dokpribadi
Walaupun seleranya berbeda dengan masakan Padang, tapi makanan Italia enak dan kami semua menikmati makan siang dengan senang hati. Usai santap siang, masih ada secangkir kopi dan minuman penutup. Berapa sih harga makanan di sini? Karena kami diundang, berarti tugas kami adalah menikmati makanan yang dipesan. Mengenai berapa harga makanannya satu porsi, sungguh saya tidak menanyakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun