Mohon tunggu...
Tirta Adithiya nugraha
Tirta Adithiya nugraha Mohon Tunggu... sedikitpi mahanganggur

bercita - cita menjadi elit global dan penerbang roket

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Lubang dan Batang

29 Maret 2021   19:49 Diperbarui: 29 Maret 2021   20:07 65 6 0 Mohon Tunggu...

Lelaki adalah besi yang ditempa keras
melalui panas yang membara,
dan diasah menggunakan batu waktu hingga menjadi tajam.

Perempuan adalah sarung yang dipahat indah
melalui hati yang ulet,
dan dihaluskan menggunakan kasah waktu hingga menjadi lembut.

Dan perempuan adalah sarung yang melindungi
Kemudian laki laki adalah badik--melawan.

Hanya sarung yang baiklah alasan sebuah badik membentuk diri.
Dan hanya sarung yang bijaklah alasan kenapa aib sebuah badik, terlindungi.

Badik akan terus menebas musuhnya, berkelana dengan darah dan perjuangan
Ia bisa memotong apa saja, tergantung seberapa baik ia mengasah dan seberapa tajam dari kemauannya.
Di saat telah lelah menantang dunia, tumpul untuk setiap batu yang lebih--di sanalah rumah ada untuknya
Sarung yang selalu setia menanti.
Membasuh luka lukanya,
Memberinya kehangatan dan kini ia pun melindungi sang badik yang sedang rapuh
Hingga esok, ia telah memulihkan hati. Dari belaian lembut sarung kepadanya.

Tujuannya menjadi tajam, matanya menyalak dan badik siap untuk berperang :
"Lawanlah dunia, pimpinlah ribuan pasukan dan taklukkan semua impian menjadi nyata!"

Jangan gentar, dan jangan patah teruslah engkau menajam wahai lelaki yang ditakdirkan!
Pimpinlah dunia ini dengan tebasanmu
Percayalah setiap karat di wajahmu, setiap lelah pada gagangmu
Ada sebuah rumah tempatmu untuk pulang dan mencurahkan setiap keluh kesahmu dalam medan perang yang gagal itu.
Dia di sini untuk menyembuhkan lukamu,
Dialah sarung yang setia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x