Mohon tunggu...
ratih nur atika
ratih nur atika Mohon Tunggu... Keep calm

Menulis untuk keabadian :)

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Kematian

14 September 2019   13:54 Diperbarui: 14 September 2019   14:02 22 1 1 Mohon Tunggu...
Kematian
Source: Pinterest by Lily Padula

Semua dilahirkan saling berkaitan, satu dengan yang lainnya. Beragam tawa dan tangis, bersatu padu. Ketika setetes darah perjuangan ibu bercampur dengan darah yang berselimut pada sang bayi. Pertanda bumi melahirkan sosok pejuang selanjutnya. Dan yang sudah lelah menempuh bertahun-tahun perjuangan dan memakan manis, pahit, asam dan pedasnya kehidupan boleh menepi entah sejenak atau barangkali selamanya.

Akan ada tempat di mana kau bisa berlaku sesuka hati. Dan langkahmu yang menentukan dirimu nanti. Ketika lahir di dunia maka tangisan yang akan datang namun senyum yang akan mempersilahkan kau melangkah untuk yang lebih jauh. Kita di saat itu masih tertatih, dunia masih buram. Ada beberapa kata yang kita dengar, namun sulit kita ucap. Beranjak remaja, kita sudah tau apa itu rasa. Yang membuat hati jadi merona, merasakan sejuta hal yang menggelitik perut dan benak. Semua rasa yang datang menghampiri sangat memabukkan. Membuat pening dan beberapa dari mereka menyisakan duka dan luka.

Ku kira akan menggering dengan sendirinya, namun ternyata tak butuh waktu sebentar. Perlu beberapa hari, minggu bahkan tahun. Beranjak pada usia dewasa, semua beban mulai terasa berat. Benak lebih mudah mengerti mana yang benar-benar akan menjadi hal milik kita atau semua hanya menepi saja. Satu persatu akan perlahan mendekat, yang tadinya jauh ada di ujung dunia saat usia tua datang menghampiri semua akan terasa ada dalam genggaman.

Menikmati dimana masa muda menghampiri, mengingat di mana bahwa dunia tidak semudah yang di inginkan. Memang semesta sebercanda itu, membolak balikkan rasa dan apapun itu yang ada dalam diri. Dan ketika kematian datang mengampiri, senyum pun mempersilahkan untuk kita pergi pada pintu selanjutnya lantas tangisan beberapa dari mereka menjadi iringan sesaat. Selanjutnya rapalan doa-doa dan ribuan maaf, apapun itu dikatakan saat itu juga.

Di mana jasad manusia sudah terbujur kaku. Dunia lain datang menyambut mereka, hanya Tuhan yang benar-benar tau sekiranya perbuatannya di masa yang telah lalu. Kesedihan yang awalnya menderu perlahan terhapuskan oleh keikhlasan yang datang. Semua yang hidup pasti akan mengalami kematian, merasakan kehilangan, kesakitan dan kesedihan apapun itu semua tidak ada yang fana.

Oh iya sebelum itu saya mengucapkan turut berbela sungkawa atas kepergian Pak Habibie.

Rest in peace and you will be missed, dan untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan lebih. Tenang disana ya pak, terimakasih telah memberi hal yang lebih untuk indonesia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
14 September 2019