Jakarta

Mal Pelayanan Publik Resmi Dibuka

13 Oktober 2017   15:43 Diperbarui: 13 Oktober 2017   16:13 906 0 0
Mal Pelayanan Publik Resmi Dibuka
Peresmian Mal Pelayanan Publik dihadiri Sejumlah Menteri (Foto: Muhaimin)


Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat kemarin (12/10) meresmikan Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta di Kuningan, Jakarta Selatan. Peresmian Mal untuk pelayanan perizinan dan non-perizinan warga Jakarta ini disaksikan oleh tiga menteri sekaligus yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia.

Acara peresmian ini dilakukan secara simbolis dengan menekan sirene secara bersamaan oleh beberapa pejabat instansi negara. Sebelum meresmikannya, dalam pidatonya, Djarot memaparkan  tentang dasar-dasar dan gagasan awal pendirian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berasal dari Joko Widodo.

Dirinya dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama kemudian meneruskan serta mengembangkan pelayanan ini menjadi lebih baik lagi dengan memindahkan kantor PTSP (yang kemudian sekarang disebut sebagai DPMPTSP DKI Jakarta) ke daerah Kuningan bernama Mal Pelayanan Publik (MPP). Hal tersebut karena MPP diharapkan dapat memudahkan akses warga DKI Jakarta untuk mengurus izin dan merubah paradigm birokrasi dan pelayanan publik yang sebelumnya lama dan berbelit-belit.

Tak hanya itu, Djarot juga menambahkan setelah bersinergi dengan beberapa instansi negara, seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Dirjen Pajak, Imigrasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Polda Metro Jaya dan lembaga negara lainnya, MPP yang kini menyediakan 340 pelayanan nantinya akan mengembangkan dan menambahkan pelayanan perizinan dan non-perizinan kembali. Dalam kunjungannya, Djarot Saiful Hidayat berkeliling ke sejumlah loket pelayanan yang berada di Mal Pelayanan Publik, seperti loket Fast Track atau One Day Service (ODS), Layanan Prioritas dan sudut-sudut pelayanan lainnya yang tersedia di MPP. 

Dalam acara yang sama, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi juga menjelaskan bahwa MPP diharapkan dapat membantu indeks kemudahan dalam berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) ke dalam 40 besar peringkat dunia, sebagaimana yang telah Presiden Jokowi targetkan. Edy menambahkan keberadaan MPP dapat menguatkan prinsip SETIA (Solusi, Empati, Tegas, Inovasi dan Andal) yang selama ini menjadi komitmen awal berdirinya DPMPTSP DKI Jakarta.