Tetirah Kalam
Tetirah Kalam penjaga toko

Hidup bagi Dia, menulis untuk keabadian. (bung TK)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Pesuling

14 Februari 2018   01:16 Diperbarui: 14 Februari 2018   01:17 122 0 0

lalu sang pesuling memandang heran

semilir sulingkah yang menulikan?

ataukah desau air bah lebih merdu

menantang mereka berjalan di atas air?

.

tidakkah kau paham?

Tuhan mengirim air bah

agar dunia semakin tenggelam

hanya dalam perahu Nuh ada keselamatan

.

tidakkah kau paham surat Paulus?

Tuhan mengirim hukum Taurat

sampai sekarang bah itu belum surut putus

hanya dalam Tubuh Kristus ada keselamatan

.

air yang seharusnya memberi kehidupan

justru kelimpahannya jadi maut menenggelam

perintah yang seharusnya membawa kepada hidup,

justru membawa kita pada kematian

.

tidakkah sungguh besar dungumu

sudah diangkat naik tapi kembali terjun

ke lautan Taurat berombak kuat  

apa kau tak nyaman tak berTaurat?

.

bukankah sekarang kita telah dibebaskan

dari hukum Taurat pengurung kita?

sebab kita telah mati bagi Dia

kita sekarang baru menurut Roh

.

benarlah Taurat itu hingga akhir jaman

bah penghukuman yang menenggelamkan

tetapi hai para kekasih Tuhan,

tetaplah dalam bahtera Tubuh Yesus

hanya dalam Dia hukum Roh menghidupimu

.

pesuling itu menyulingkan lagu lain

lagu yang mengutuk penyebab ketulian

biarlah suara suling pekak menulikannya

sebab sejak sedia kala sudahlah terkutuk

.

.

jkt, 130218