Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Sekretaris - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebuah Catatan di Ujung Waktu

26 Juni 2021   00:44 Diperbarui: 26 Juni 2021   00:57 178 37 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebuah Catatan di Ujung Waktu
"Perjamuan Belsyazar" (1635) karya Rembrandt menggambarkan ekspresi ketakutan. (National Gallery, London)

Membaca tulisan di dinding, merenungi sebuah catatan di ujung waktu.
Kisah yang berasal dari istana Belsyazar di kekaisaran Babilonia menjelang keruntuhannya.

Ini adalah kisah Daniel, dia yang dipanggil Beltsazar dalam bahasa Kasdim. Didaulat membaca sebuah tulisan di dinding.

"Mene, mene, tekel ufarsin"
Satu mina, satu syikal, dan setengah mina.

Kekuasaan dihitung untuk diakhiri, ditimbang dan didapati terlalu ringan, kemudian dipecah untuk dibagi-bagi.

Setiap orang barang tentu menghadapi kesulitan di setiap zamannya.
Setidaknya untuk satu alasan, ucap dan tindak perlu seiring jalan dalam hidup.

Jatuh dan bangun adalah perjuangan abadi melintasi segala zaman. Hingga catatan berakhir, sejarah ditutup, kerajaan runtuh, mati.

Apa yang dahulu ada sekarang pun masih ada. Apa yang sekarang ada akan segera berlalu, masa depan segera menjadi hari ini.

Dalam rasa yang paling pahit, benar bahwa waktulah yang akan menyembuhkan. Kalau bukan hari ini, mungkin besok, atau lusa.

Waktu mencatat peristiwa menjadi sejarah. Sekurangnya menjadi catatan kaki di ujung waktu.

Dari sana kita belajar untuk kemudian mampu berujar. Kita berkata, "Waktu yang akan membuktikannya." Dan terbukti, sejarah berulang, berputar-putar, sekilas tampak maju, sebentar kemudian runtuh, mati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x