Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

https://www.youtube.com/channel/UC23hqkOw50KW12-6OHvnbQA

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Seperti "Apocalypto", Badigulan, dan Arti Penting Keahlian Sang Rimbawan

13 Februari 2020   19:10 Diperbarui: 16 Februari 2020   15:02 259 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seperti "Apocalypto", Badigulan, dan Arti Penting Keahlian Sang Rimbawan
Gugusan Pegunungan Dokumen pribadi

Pada suatu kesempatan ketika mengikuti acara pesta adat pernikahan menurut adat istiadat suku Karo di Desa Serdang Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Sumatera Utara, saya bertemu dengan teman lama semasa masih duduk di bangku Sekolah Dasar di kampung.

Kami tumbuh dan besar bersama di kampung yang terletak persis di kaki gunung, tak jauh dari sana ada hamparan sawah dan aliran sungai yang tenang di sepanjang sisi nya.

Satu jam berbincang dengan beliau, waktu tidak terasa cepat berlalu. Kami larut dalam percakapan tentang seluk beluk flora dan fauna yang hidup di hutan belantara sekitar desa, maupun hutan belantara di tempat-tempat lain yang sering dimasukinya.

Hamparan sawah dengan air yang berasal dari aliran sungai dari mata air Badigulan, di Desa Serdang (dokpri)
Hamparan sawah dengan air yang berasal dari aliran sungai dari mata air Badigulan, di Desa Serdang (dokpri)
Keahlian hidup di hutan rimba barangkali memang adalah satu hal yang tidak cukup dipelajari di ruang kelas pendidikan formal. Sekalipun ada pelajaran dan mata kuliah yang membahas tentang keahlian hidup di hutan, tapi pada praktiknya di kehidupan nyata di tengah hutanlah pembuktian efektivitas teori itu. 

Dan tidak ada guru yang lebih utama selain dari pada pengalaman sendiri. Teman masa kecil saya ini adalah seorang Rimbawan yang dibesarkan sendiri oleh alam.

Imran Barus adalah nama teman saya ini. Ia adalah anak ke lima dari enam bersaudara. Ia memiliki dua saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan. Melihat parasnya apalagi setelah puluhan tahun tidak bertemu, saya seperti melihat sosok Jaguar Paw.

(Jaguar Paw, paling kiri, bersama Flint Sky dan teman-temannya, Sumber gambar: https://akcdn.detik.net.id/
(Jaguar Paw, paling kiri, bersama Flint Sky dan teman-temannya, Sumber gambar: https://akcdn.detik.net.id/
Jaguar Paw adalah anak laki-laki dari seorang kepala suku Maya yang bernama Flint Sky dalam film Apocalypto, yang mengambil latar di tengah hutan di semenanjung Yucatan, Meksiko.

Film Amerika produksi tahun 2006 ini disutradarai oleh Mel Gibson. Kisah dalam film terjadi pada masa keruntuhan peradaban Maya, yang menceritakan perjalanan Jaguar Paw yang kabur dari ritual pengorbanan manusia dan menyelamatkan keluarganya dari serangan suku Maya lain, yang menculik laki-laki dari suku lain untuk dijadikan persembahan dan wanita-wanitanya menjadi budak yang bebas untuk mereka perjualbelikan.

Film itu menampilkan manusia-manusia berwajah murung dengan tubuh yang dekil seperti tidak terurus karena dirundung rasa takut dan kecemasan akan ketidakpastian dengan keselamatan mereka sendiri. Bahkan anak-anak yang terlantar ditinggal ibu dan bapanya yang mungkin tewas dibunuh, dikorbankan atau dijadikan budak oleh suku lain.

(Poster Film Apocalypto, Sumber gambar: upload.wikimedia.org)
(Poster Film Apocalypto, Sumber gambar: upload.wikimedia.org)
Namun, bukan kisah Jaguar Paw yang akan diketengahkan dalam artikel ini. Bila dalam Apocalypto, salah satu suku Maya yang lebih besar dan lebih modern dari suku Jaguar Paw meramalkan kehancuran peradaban sukunya karena aksi seseorang yang akan bangkit melawan mereka dan datang bersama seekor jaguar hitam.

Dan mereka percayai itu adalah Paw, yang memang sempat melarikan diri dari kejaran seekor Jaguar hitam di tengah pelariannya di dalam hutan, bukan karena jaguar itu adalah temannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x