Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

https://www.youtube.com/channel/UC23hqkOw50KW12-6OHvnbQA

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Berhasrat Menekuni Hobi Menulis sebagai Peluang Karir Kedua

31 Januari 2020   12:55 Diperbarui: 31 Januari 2020   12:52 333 10 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berhasrat Menekuni Hobi Menulis sebagai Peluang Karir Kedua
Kaleidoskop Kompasiana Tahun 2019 (Sumber: Kompasiana)

Pada 2 Januari 2020 yang lalu, saya membaca sebuah artikel dari kategori Produk dan Program Kompasiana yang menjadi Artikel Utama, tertanggal 31 Desember 2019. Judul artikelnya adalah "(Kaleidoskop 2019) Cari Tahu Siapa yang Terpopuler di Kompasiana Sepanjang Tahun 2019!"

Saya tertarik untuk mengintip ke dalamnya, mencari tahu siapa saja Kompasianer yang berhasil menayangkan konten terpopuler hingga masuk ke dalam rekap Kaleidoskop Kompasiana Tahun 2019. 

Namanya juga hobi, pastilah itu sesuatu yang disenangi, karena sesuatu disenangi maka itu bisa ditekuni, bila sesuatu ditekuni maka akan membuahkan hasil. Jadi, bisakah dengan silogisme sederhana dikatakan bahwa orang yang punya hobi adalah orang yang berhasil?

Memang belum pasti, tapi seperti pesan John Carter of Earth kepada keponakannya dalam film "John Carter", katanya: "Berhasratlah akan sesuatu, jatuh cinta, dan tulislah buku." Jelas ada hubungan yang berkesinambungan antara hasrat, jatuh cinta dan tulisan.

Hasrat yang kuat untuk menulis akan membentuk rasa kecintaan yang sangat kuat untuk membaca dan menulis, dan bagi sebagian orang yang sudah jatuh cinta pada tulisan, tidak ada akhir yang lebih baik untuk mengabadikan rasa cinta yang seperti itu selain melalui penulisan buku. Menulis sebuah buku menurut saya adalah salah satu bentuk keberhasilan dalam hidup, terlepas apakah buku itu akan laku dan menghasilkan materi melimpah bagi penulisnya.

Seperti kata Pramoedya, bahwa menulis adalah bentuk kerja keabadian. Sekalipun seorang penulis telah tiada, ia akan tetap dikenang lewat tulisan di bukunya. Begitu seseorang menemukan apa yang dia cari melalui sebuah tulisan atau buku, maka penulisnya akan terbaca sebagai seorang yang telah berguna bagi sesamanya dalam hidupnya, sekalipun ia sudah tiada.

Bagi saya pribadi, hobi menulis selama satu tahun tiga bulan belakangan ini di Kompasiana ternyata telah membuahkan "hasil", hehe. Kembali ke Kaleidoskop Kompasiana Tahun 2019, saya mendapatkan sebuah hiburan di antara berbagai hal yang mungkin tidak seperti yang dibayangkan sepanjang 2019.

Salah satu artikel yang saya tulis berjudul "Dua Belas Pertanyaan dan Jawaban dalam Wawancara Kompetensi" masuk peringkat ke-7 dari 19 Artikel Terpopuler untuk Rubrik Gaya Hidup di Kompasiana sepanjang tahun 2019 dengan tingkat keterbacaan 25.000 lebih. 

Dalam bayangan saya, artikel itu mungkin ditemukan sengaja atau tidak, oleh orang-orang yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi tes kompetensi atau menghadapi wawancara kerja bagi para pelamar kerja. Senanglah kalau artikel sederhana itu ada gunanya bagi mereka, semoga saja berguna.

Peringkat ke-7 dari 19 Artikel Terpopuler Kompasiana sepanjang Tahun 2019 (Sumber: Kompasiana)
Peringkat ke-7 dari 19 Artikel Terpopuler Kompasiana sepanjang Tahun 2019 (Sumber: Kompasiana)
Baca juga.

Dari kenyataan 19 Artikel Terpopuler untuk Rubrik Gaya Hidup di Kaleidoskop Kompasiana Tahun 2019 itu dan menghubungkannya dengan pendapat John Carter tentang hasrat, jatuh cinta dan tulisan, saya menyadari bahwa saat ini, bila bukan di dunia nyata, sudah ada juga dunia lain yang tidak kalah masuk akalnya, yakni dunia ide di dunia maya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN