Mohon tunggu...
Ardis Family
Ardis Family Mohon Tunggu... Administrasi - Kumpulan Kisah Perjalanan Keliling Dunia

Percayalah, Semua Kota Ada Bedanya . http://ardisfamily.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

1.5 Jam di Atas Puncak Mount Everest dan Himalaya

12 Juli 2019   11:30 Diperbarui: 1 Agustus 2019   22:13 243
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diatas Puncak Tertinggi Dunia Di Pegunungan Himalaya Diphoto Dari Pesawat Shree Airlines/dokpri

Saya sudah menceritakan pengalaman saya saat mendaki gunung Annapurna 1, gunung tertinggi nomor 10 di dunia. Baca selengkapnya link ini : Mendaki Gunung Jaman Now Di Everest Dan Himalaya. Kali ini saya ajak anda untuk mengikuti pengalaman saya yang lain saat melakukan 'Hattrick' 'diatas' lebih dari 10 puncak gunung tertinggi dunia dalam waktu tidak lebih dari 1.5 jam. Semua bisa saya lakukan dengan mudah dan cepat.

Antrian Menuju Puncak Tertinggi Dunia Sudah Dibuatkan Jalan Setapak Dan Tangga Naik Keatas Ransel Cuma Buat Gaya Isinya Kertas Koran Dan Tas Kresek Tour Guide Mengatur Pose Photo Agar Terlihat Heroik Satu Persatu/dokpri
Antrian Menuju Puncak Tertinggi Dunia Sudah Dibuatkan Jalan Setapak Dan Tangga Naik Keatas Ransel Cuma Buat Gaya Isinya Kertas Koran Dan Tas Kresek Tour Guide Mengatur Pose Photo Agar Terlihat Heroik Satu Persatu/dokpri

Sepi tanpa gembar gembor pemberitaan media, emak emak gendut dari Indonesia berhasil mencapai ketinggian yang cukup jauh 'diatas' Mt Everest (no 1: 8848 m),  Kangchenjunga (no 3: 8586 m), Lhotse (no 4: 8516 m), Makalu (no 5: 8485 m), Cho Oyu (no 6: 8188 m), Dhaulagiri 1 (no 7: 8167 m), Manaslu (no 8: 8163 m), Nanga Parbat (no 9: 8126 m), Annapurna 1 (no 10: 8091 m) dan masih banyak lagi hanya dalam waktu 1.5 jam.

Antrian Menuju Puncak Tertinggi Dunia Yang Didramatisir Media Di Indonesia Kompas Padahal Ada Jalan Setapak Yang Cukup Aman Pakaian Cukup Jaket Tipis Saja Dan Ransel Isi Kertas Koran/dokpri
Antrian Menuju Puncak Tertinggi Dunia Yang Didramatisir Media Di Indonesia Kompas Padahal Ada Jalan Setapak Yang Cukup Aman Pakaian Cukup Jaket Tipis Saja Dan Ransel Isi Kertas Koran/dokpri
Berawal saat saya jalan jalan sore, saya tertarik untuk mampir ke salah satu Tour And Travel Agent di Kathmandu dekat hotel tempat saya menginap. Banyak sekali brosur dan promosi pariwisata dengan slogan slogan yang menarik. Contohnya Experience Everest. Ada juga yang cukup menggelitik misalnya dengan embel embel Above The Peak, Above The Height dan Above The Summit yang artinya sama saja yaitu Diatas Puncak Tertinggi.

Turis Yang Berbondong Bondong Mendaki Naik Keatas Gunung. Semua Gembira Ceria Bersama Pemandu Lewat Jalan Setapak Yang Dibuat Khusus Untuk Turis Sangat Aman Asal Mengikuti Arahan Tour Guide/dokpri
Turis Yang Berbondong Bondong Mendaki Naik Keatas Gunung. Semua Gembira Ceria Bersama Pemandu Lewat Jalan Setapak Yang Dibuat Khusus Untuk Turis Sangat Aman Asal Mengikuti Arahan Tour Guide/dokpri
Ternyata slogan slogan iklan tersebut adalah promosi Mountain Flight, yaitu terbang 'diatas' puncak tertinggi dunia. Banyak sekali pesawat domestic yang punya jadwal rutin setiap hari melayani turis pemalas tidak mau mendaki tapi pingin merasakan berada dipuncak tertinggi dunia. Sebut saja misalnya Boudha Airlines, Yeti Airlines, Shree Airlines dan lain lain.

Namanya Mountain Flight Semua Penumpang Diberi Kesempatan Melihat Pemandangan Dari Cockpit/dokpri
Namanya Mountain Flight Semua Penumpang Diberi Kesempatan Melihat Pemandangan Dari Cockpit/dokpri

Saya pilih Shree Airlines karena harga tiketnya agak miring dibanding yang lain. Ternyata, semakin kecil pesawat harga tiket semakin mahal karena pesawat lebih lincah bisa meliuk liuk di lembah diantara gunung dan bisa terbang lebih rendah. Shree Airline yang saya pilih pesawatnya cukup besar dengan tempat duduk dua disebelah kiri dan dua disebelah kanan. 

Tetapi penumpangnya hanya separuh karena tempat duduk yang dijual hanya yang disebelah jendela (Window Seat) saja. Aisle Seat dibiarkan kosong karena nggak bisa melihat pemandangan diluar dari jendela.

Semua Penumpang Duduk Dekat Jendela Aisle Seat Dibiarkan Kosong/dokpri
Semua Penumpang Duduk Dekat Jendela Aisle Seat Dibiarkan Kosong/dokpri

Berbeda dengan naik pesawat pada umumnya, naik Mountain Flight ini aturannya tidak begitu ketat. Selain bisa menikmati pemandangan diatas gunung dari jendela, 'pendaki' yang menggunakan Mountain Flight ini juga diberi kesempatan untuk melihat pemandangan dari cockpit pesawat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun