Mohon tunggu...
TauRa
TauRa Mohon Tunggu... Konsultan - Rabbani Motivator, Penulis Buku Motivasi The New You dan GITA (God Is The Answer), Pembicara Publik

Rabbani Motivator, Leadership and Sales Expert and Motivational Public Speaker. Instagram : @taura_man Twitter : Taufik_rachman Youtube : RUBI (Ruang Belajar dan Inspirasi) email : taura_man2000@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Menikahlah Karena "Ada Apanya", Jangan "Apa Adanya"

5 Februari 2021   15:41 Diperbarui: 5 Februari 2021   16:04 355
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menikahlah karena "ada apanya", jangan "apa adanya" (pixabay.com)

Ini adalah alasanya yang pertama kenapa Anda harus menikah dengan "ada apanya". Ya, menikah harus ada orang atau manusianya. Zaman sekarang ada orang yang menikah dengan pohon, robot, kucing dan lain sebagainya.

Menikah itu idealnya adalah dengan manusia yang memiliki hati, fisik, jiwa dan perasaan. Jadi, sebaiknya kita tidak perlu terlalu "out of the box" dalam konteks ini.

2. Ada Imannya

Ini adalah aspek utama dan paling utama setelah memastikan "ada apanya" yang pertama yaitu manusia. Ya, Anda menikah bukan untuk 1-2 hari, 3-4 minggu. Tapi untuk selamanya.

Lalu bagaimana mungkin Anda mencari yang imannya tidak baik? Adalah benar kalau iman itu naik dan turun. Tapi minimal kita harus mencari yang "ada iman" dalam dirinya. Itu minimal akan me-remnya jika melakukan kesalahan, dan ini sangat penting.

Jadi, kalau Anda mau menikah atau berencana, maka harus cari yang "ada apanya" dan dalam hal ini ada imannya.

3. Ada Rupanya

Takbisa dimungkiri kalau rupa itu penting. Jadi carilah yang "ada apanya" dari sisi rupa. Jangan cari yang justru membuat emosi ketika melihatnya. Carilah yang teduh, adem dan seterusnya.

Tapi ingat, calon di seberang sana juga pasti akan mencari hal yang sama. Jadi, jangan mudah tersinggung jika yang Anda cari dan idamkan justru tidak mau dengan Anda karena dia juga punya kriteria pilihan.

Jadi, carilah yang "ada rupanya" untuk membuat Anda betah di rumah.

3. Ada Keturunan Baiknya

"Anak kalong, bapak kampret, anak nyolong, bapak nyopet" 

Istilah ini dulu sempat terkenal di kalangan masyarakat dan sepertinya juga masih terkenal sampai sekarang. Ya, anak adalah potokopi dari orangtuanya. Jika orangtua baik, maka kemungkinan besar anak baik dan begitu sebaliknya, meskipun dalam beberapa kasus (kecil) berbeda.

Jadi, temukanlah orang yang "ada apanya" dari sisi keturunan yang baik. Jangan sembarangan menentukan orang menjadi pasangan untuk mengarungi kehidupan rumah tangga yang mungkin cukup lama.

4. Ada Hartanya Atau Mental Kayanya

Ini hal yang selanjutnya yang perlu ada di dalam "ada apanya" untuk calon pasangan kita. Meski tidak mutlak, tapi ini ideal dan perlu. Jikapun ternyata kita menemukan yang tidak kaya, tapi carilah mereka yang punya mental kaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun