Mohon tunggu...
deddy Febrianto Holo
deddy Febrianto Holo Mohon Tunggu... Relawan - Semangat baru

Rasa memiliki adalah perlindungan alam yang terbaik

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari Pilihan

WALHI NTT: Dorong Kesetaran Gender dalam Isu Lingkungan Hidup

29 Mei 2022   17:06 Diperbarui: 29 Mei 2022   17:38 512
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok/Istimewa:  Perempuan Suku Helong sedang menenun

Menjelang HLH nanti, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT menggelar diskusi "Perempuan dan Lingkungan Hidup" ini bertujuan agar kaum perempuan di seluruh Nusantara menjadi penggerak utama pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Selain itu, diskusi ini diharapkan dapat mensinergiskan berbagai konsep dan menjadi sarana dialog serta mencari solusi pemecahan masalah terhadap hambatan atau kendala peran perempuan dalam lingkungan hidup. 

Titik temu antara perempuan dan lingkungan di kombinasikan ke dalam terminology yang sering kita sebut sebagai " Ekofeminsme" sebagai paham yang melihat keberdayaan perempuan di dalam mempertahankan lingkungan hidup sebagai interaksi saling tergantung yang autentik.

Perjuangan perempuan di bidang lingkungan hidup pada dasarnya bukan untuk membuat perempuan menjadi dominan, tujuan dari perjuangan ekofeminsme adalah untuk membuat seluruh masyarakat menyadari bahwa perempuan dan lingkungan hidup merupakan subjek yang juga layak mendapatkan tempat di sistem sosial ekologi.  


Melansir dari data Badan Nasional Penaggulangan Bencana menyatakan bahwa perempuan memiliki risiko 14 kali lebih tinggi menjadi korban bencana disbanding pria dewasa. Hal ini disebabkan karena naluri perempuan yang ingin melindungi keluarga dan anak-anaknya, sehingga seringkali membuat mereka mengabaikan keselamatan diri sendiri. Ini menunjukkan  betapa rentannya perempuan.


Regina Muki selaku Koordinator divisi Gender dan Lingkungan Hidup WALHI NTT, menyatakan bahwa peran perempuan dalam lingkungan harus menjadi gerakan besar bukan saja sebagai pelaku pemaulihan, namun perempuan harus membicarakan isu lingkungan hidup di ruang publik kebijakan. Apa lagi saat ini banyak hak-hak perempuan yang terabaikan dalam berbagai sektor kehidupan. “Ujar Regina”


Di samping itu, perempuan atau ibu merupakan media edukasi pertama dan utama bagi anak-anaknya. Melalui ibu, Pendidikan dan penyadartahuan tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Dari penerapan pola hidup ramah lingkungan yang dilakukan dalam sebuah keluarga, anak akan terbiasa dalam menjaga lingkungannya. Jika kebiasaan dan kesadaran ini mengakar dalam diri anak-anak maka di masa depan akan terbentuk generasi yang peduli pada lingkungan.


Oleh karena itu, menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WALHI NTT kembali mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kaum permpuan untuk bersolidaritas melawan dehumanisasi menuju keadilan ekologis di NTT, sekaligus mengingatkan kepada pemerintah selaku pengambil kebijakan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan hak kaum perempuan dalam urusan lingkungan hidup.

Temuan WALHI NTT selama ini kebijakan pembangunan seringkali mengabaikan kelompok perempuan, seperti yang terjadi di beberapa wilayah pesisir di NTT dimana industry pariwisata diduga telah meminggirkan perempuan pesisir dari ruang hidupnya.
Dengan digelarnya  diskusi “Perempuan dan Lingkungan”  pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia diharapkan dapat membangkitkan semangat perempuan Indonesia khususnya perempuan NTT untuk senantiasi menjaga dan melestarikan lingkungannya. 

Sudah saatnya perempuan mengambil peran besar dalam mewujudkan keadilan ekologi di NTT. Perempuan memiliki peran strategis untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, untuk mengawasi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Perempuan dapat menjadi agent of change dan penentu kebijakan di dalam mengembangkan lingkungan yang responsif gender .


Regina Muki
Koordinator Divisi Gender dan Lingkungan Hidup WALHI NTT
Cp :082241394373

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun