Mohon tunggu...
Taufiq Rahman
Taufiq Rahman Mohon Tunggu... profesional

Menyukai sunyi dan estetika masa lalu | Pecinta Kopi | mantan engineer dan titik titik...

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Apakah (Kelak) Saya akan Jadi Penulis yang Malas Menulis?

14 Oktober 2020   17:25 Diperbarui: 18 Oktober 2020   14:20 323 45 17 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah (Kelak) Saya akan Jadi Penulis yang Malas Menulis?
ilustrasi berharap bisa menuliskan sesuatu. (sumber: pixabay.com/Markus Winkler)

SUDAH banyak saya dengar kisah-kisah sedih, sejak Maret 2020, sejak ketika Covid-19 mulai merebak. Tetapi, saya tiba-tiba menjadi sadar, bahwa selain kisah sedih ternyata ada juga kisah gembiranya - setidaknya untuk saya. 

Dalam beberapa bulan terakhir, setelah kebijakan WFH diterapkan perusahaan tempat saya bekerja, setelah bulan Maret itu, saya justru mendapati kabar gembira itu. Begini kisahnya.

Saya sendiri (jujur) mengakui bahwa saya adalah orang yang termasuk tidak telaten dalam membaca. Tetapi, setelah Covid-19 merebak, eh, tiba-tiba saya menjadi pembaca yang baik. 

Ya, sejak sebelum WFH, setidaknya saya sudah membeli 4 (empat) buah judul buku - untuk apa jika bukan untuk membunuh suntuk. Meski terseok-seok, saya akhirnya bisa menamatkan buku-buku itu. Dan, jika ditambah dengan novel setebal lima ratus tiga halaman yang saya pinjam dari Dina, sahabatku, berarti ada 5 (lima) buku yang berhasil saya baca.

Tidak itu saja. Selain saya tiba-tiba menjadi pembaca yang baik, sejak Maret 2020 itu, saya juga menjadi rajin beraktifitas di Kompasiana. Setiap hari saya membaca berbelas-belas atau berpuluh-puluh artikel, menyapa, menuliskan komentar, meninggalkan vote, membuat draft tulisan lalu mempostingnya pada malam hari. 

Ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dari yang terjadi selama ini, selama bertahun-tahun, semenjak saya membuat akun pada 27 Agustus 2013 sampai Maret 2020.

Pada hari-hari awal ketika saya memutuskan membuat akun di Kompasiana, pada Agustus 2013 itu, gairah (menulis) saya sering meletup-letup. 

Dulu, saya ingin, setidaknya, saya bisa memposting 1 (satu) buah artikel dalam satu atau dua atau tiga hari. Tetapi, ternyata, itu tidak mudah. Banyak goncangan-goncangan.

Kadang-kadang, pada satu waktu, gereget untuk menulis itu datang begitu saja. Tetapi, semangat itu mendadak menghilang. Datang lagi, menghilang lagi. Begitu seterusnya. 

Hemat kata, saya boleh disebut sebagai penulis yang malas. Imbasnya, muncullah kemudian statitik/rapot buruk saya: bergabung sejak pertengahan 2013, tetapi jumlah artikel yang saya posting hanya 170-an artikel.    

Nah, sejak Maret 2020 itu, sejak ketika Covid-19 mulai merebak, setelah kebijakan WFH, saya mendadak menjadi "rajin". Saya menjadi rajin beraktifitas di Kompasiana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x