Taslim Buldani
Taslim Buldani Konsultan Perpustakaan

Riang Gembira Penuh Suka Cita

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kejarlah Mimpimu Menggapai Ka'bah dengan Tabungan Haji Danamon Syariah

1 Januari 2019   22:58 Diperbarui: 2 Januari 2019   09:09 657 1 0
Kejarlah Mimpimu Menggapai Ka'bah dengan Tabungan Haji Danamon Syariah
Sumber: Danamon.co.id

Mimpi menggapai Ka'bah atau menunaikan ibadah haji adalah mimpi seluruh umat Islam di dunia. Beruntunglah mereka yang telah berhasil menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikannya.

Ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya karena termasuk ibadah yang berat. Oleh karenanya Allah SWT mewajibkan berhaji hanya bagi mereka yang mampu. Allah SWT berfirman dalam surat Ali 'Imran ayat 97 yang artinya:  

"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa yang kufur/mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (Ali 'Imran: 97).

Mereka yang termasuk kategori mampu adalah mereka yang memiliki ongkos atau bekal yang cukup bagi dirinya dan keluarga yang ditinggalkannya. Selain itu tolak ukur kemampuan juga dinilai dari kemampuan fisik jama'ah dalam melakukan rukun haji. Jauhnya jarak, kondisi alam, faktor cuaca, dan aktifitas fisik dalam menunaikan setiap rukun haji diantara jutaan jemaah dalam waktu yang sama adalah alasannya.

Jika berhaji itu berat, kenapa umat Islam begitu berhasrat untuk menunaikannya? Mengutip Rumayso.com, berdasarkan hadis Rasulullah SAW setidaknya ada enam keutamaan ibadah haji yang menggerakan umat Islam dari seluruh dunia berbondong-bondong menunaikannya. Pertama, haji merupakan amalan yang paling afdhol. 

Kedua, jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga. Ketiga, haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah). Keempat, haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa. Kelima, haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa. Keenam, orang yang berhaji adalah tamu Allah

Keutamaan-keutamaan berhaji yang disampaikan oleh Rasulullah SAW tersebut adalah hal-hal yang selama ini diharapkan oleh seorang hamba kepada Rabb-nya. Oleh karenanya seberat apapun rintangan yang harus dihadapi, orang-orang banyak yang bermimpi untuk bisa menunaikannya.

***

Mahalnya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) membuat banyak orang menguburkan mimpinya untuk pergi ke Baitullah. Mengacu pada musim haji tahun 2018 pemerintah menetapkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sebesar 31 juta - 39.5 juta tergantung lokasi keberangkatan atau embarkasi. Bagi sebagian orang uang sebesar itu tentunya bukan jumlah yang sedikit. Terlebih lagi harus menafkahi anggota keluarga yang ditinggalkan selama musim haji berlangsung.

Selain mahalnya biaya, kendalan lainnya adalah lamanya antrian. Calon jemaah haji Indonesia harus menunggu kurang lebih 10 tahun lamanya untuk bisa diberangkatkan. Hal ini disebabkan tingginya animo masyarakat untuk berhaji sementara jumlah jemaah untuk masing-masing negara dibatasi.

Mengutip Republika.co.id, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menungkapkan sudah 3.9 juta orang Indonesia terdaftar untuk menunaikan ibadah haji. Sementara untuk tahun 2019 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menetapkan kuota hanya 221 ribu jemaah (12/12/2018). 

Mengubur mimpi berhaji karena mahalnya biaya dan lamanya antrian tentu bukan sikap yang bijaksana. Selama ada niat, tetap istiqomah dalam berusaha dan senantiasa berdoa, insya Allah selalu ada jalan keluarnya.

Kisah inspiratif tentang mereka yang papa tapi berhasil mewujudkan mimpinya berhaji bisa dijadikan sebagai inspirasi. Meski keseharian mereka hanyalah penarik becak, buruh tani atau tukang parkir menunaikan ibadah haji ternyata bukan yang mustahil.

Jika mereka yang bekerja serabutan saja bisa berhaji, yang berpenghasilan sebagai karyawan atau pekerja mandiri tentunya memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Kuncinya tentu ada pada perencanaan keuangan sedini mungkin. 

Setidaknya ada lima keutamaan jika merencanakan keuangan sedini mungkin atau selagi masih muda. Pertama ketika gilirannya telah tiba insya Allah kondisi tubuh masih prima. Ibadah haji merupakan ibadah yang berat. Jauhnya perjalanan, kondisi alam, faktor cuaca, dan suasana tidak nyaman akibat berkumpulnya jutaan orang pada saat yang sama tentunya membutuhkan kondisi fisik yang prima dalam menunaikan rukun haji.

Kedua usia muda biasanya tidak direpotkan dengan masalah kesehatan. Usia muda ditandai dengan imunitas tubuh yang masih tinggi sehingga tidak rentan terserang penyakit. Aktifitas mencari nafkah untuk naik haji, beribadah, dan menuntut ilmu agama bisa dilakukan dengan mudah.

Ketiga anak muda kaya akan ide-ide kreatif yang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan. Semakin banyak sumber pemasukan berbarti tabungan haji bisa cepat terpenuhi.

Keempat pengaturan keuangan masih bisa lebih leluasa dan lebih ringan dalam mengalokasikan dana untuk tabungan haji. Jikapun sudah berkeluarga dan memiliki anak pengeluaran biaya hidup masih lebih longgar karena anak masih kecil.

Kelima umur manusia hanya Allah SWT yang tahu. Selagi Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk hidup adalah kesempatan terbaik untuk beribadah. Jika ajal menjemput ketika berhaji sudah diniatkan, kewajiban mencicil tabungan haji sedang dijalankan atau menunggu antrian keberangkatan Allah SWT sudah menuliskan amalnya sesuai dengan niat dan ikhtiar yang dilakukannya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allh dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allh. dan adalah Allh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: An-Nisa' ayat 100)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2