Mohon tunggu...
Tareq Albana
Tareq Albana Mohon Tunggu... Mahasiswa

Pejuang Literasi || Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology || Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

4 Pengalaman Positif yang Hanya Dialami oleh Para Santri

22 Oktober 2019   20:15 Diperbarui: 23 Oktober 2019   08:05 0 9 6 Mohon Tunggu...
4 Pengalaman Positif yang Hanya Dialami oleh Para Santri
Kenangan saya saat menjadi seorang Santri di Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai, selamat hari Santri (dokpri)

Selamat Hari Santri Nasional! Untuk seluruh Santri yang tak terlalu dikenal oleh masyarakat dunia namun populer bagi masyarakat langit.

Momentum hari santri ini kembali mengingatkan saya akan euforia saat menjadi santri di sebuah pondok pesantren kecil dan terpelosok di kaki gunung Marapi, Sumatera Barat. Teringat dahulu saat saya sedikit dipaksa oleh orangtua untuk menjadi santri, dengan harapan agar bisa menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orangtua, bangsa, dan negara, itu saja.

Santri itu adalah sebutan bagi mereka yang bersekolah di pondok pesantren ataupun di langgar, saat ini masih banyak pesantren yang belum terdaftar secara resmi di Kemendikbud.

Saya teringat dahulu menjadi santri adalah hal yang sedikit memalukan, karena masyarakat menganggap pesantren hanyalah untuk anak-anak yang nakal dan bermasalah. Mereka tidak sepenuhnya salah.

Saya akui dulu selama di pondok memang ada anak-anak yang nakal. Namun saya juga banyak melihat anak baik dan pintar, khususnya di pondok pesantren saya dahulu.

Namun sekarang saya bersyukur bahwa anggapan itu sudah mulai luntur. Bahkan masyarakat sekarang berlomba-lomba untuk memasukkan anak mereka ke pondok pesantren.

Banyak orangtua yang sudah menyadari bahwa pendidikan agama adalah tameng terbaik bagi anak mereka dalam menghadapi persoalan moral dan seks bebas yang marak di zaman ini. Menjadi santri adalah solusi.

Menjadi santri adalah takdir yang paling saya syukuri, begitu juga dengan jutaan santri lainnya.

7 tahun menjadi santri bukanlah waktu yang sebentar. Banyak pengalaman baik yang saya pelajari.

Pendidikan santri sangat berbeda dengan sekolah pada umumnya, di mana santri pondok pesantren dididik 24 jam dalam sehari dengan konsep asrama (boarding school). Sedangkan pendidikan di sekolah umum (SMP dan SMA) "hanya" berlangsung 8 jam sehari, selebihnya mereka akan dididik oleh orangtua di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x