Mohon tunggu...
Tareq Albana
Tareq Albana Mohon Tunggu... Jurnalis - Mahasiswa

Nominee of Best Citizen Journalism Kompasiana Awards 2019. || Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Hadits dan Ilmu Hadits.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Kunjungi Mesir, Kang Abik Beberkan 3 Rahasia Kesuksesan dalam Berkarya

1 Februari 2019   21:30 Diperbarui: 1 Februari 2019   21:36 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kang Abik memberikan Seminar Literasi (Dokumentasi Pribadi)

Mahasiswa Indonesia di Mesir kedatangan tamu istimewa, tak main-main, tamu tersebut ialah Novelis ternama Indonesia Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik yang terkenal karena  memiliki sederetan Novel, Puisi dan karya tulis yang begitu fenomenal.

Kedatangan Kang Abik ke Kairo ini merupakan hal yang sangat jarang, maka kesempatan langka  ini dimanfaatkan oleh Mahasiswa Indonesia di Mesir dengan  mengadakan Silaturrahmi dan Seminar Literasi di Aula Limas, Distrik 10, kota Cairo.

Seminar yang diadakan oleh Organisasi Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI) dan Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Mesir dalam sekejap menarik perhatian ribuan Mahasiswa Indonesia, tak disangka dalam 1 jam pertama setelah pendaftaran dibuka, sudah ada 700 nama yang mendaftar untuk mengikuti seminar literasi ini, bahkan jumlah itu terus bertambah.

Namun karena lokasi ruangan  yang terbatas dan juga demi efektivitas seminar, maka PPMI mengadakan seleksi dan hanya ada 150 Mahasiswa terpilih yang bisa mengikuti seminar Literasi ini. Bahkan juga diadakan sayembara puisi, dimana pemenangnya berhak mengikuti seminar literasi ini.

Seminar diadakan dari pukul 13.00 Siang waktu Kairo dan diisi dengan rentetan kegiatan, mulai dari penampilan video Puisi oleh mahasiswa, talkshow bersama Kang Abik, lalu terakhir pembacaan puisi oleh pemenang sayembara dan doorprize. 

Temukan Golden Moment dan Manfaatkan Segala Kesempatan yang Ada

Saat seminar, Kang Abik menceritakan berbagai kisah menarik dalam hidupnya, mulai dari kehidupan beliau saat menimba ilmu selama tujuh tahun di Mesir, hingga kisah bagaimana ia sukses menulis novel best seller, Ayat-Ayat Cinta.

"Didalam berkarya, manfaatkan semua kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya, jika ada lomba menulis, maka ikutilah, jika ada tawaran menulis, maka terimalah, Karena tidak tahu kesempatan mana yang akan menjadi Golden Moment bagi kita dan membuat karya kita meledak di Tanah Air. Maka jangan disia-siakan setiap kesempatan yang datang itu" pesan Kang Abik kepada peserta.

Maksud dari Golden Moment disini adalah kesempatan emas yang kita miliki, jadi untuk mendapatkan kesempatan emas tersebut maka kita harus selalu memaksimalkan setiap kesempatan yang datang.

Penulis berpose bareng Kang Abik (Dokumentasi Pribadi)
Penulis berpose bareng Kang Abik (Dokumentasi Pribadi)
Beliau menceritakan bahwa ia pernah mengikuti lomba puisi yang diadakan di Kuala Lumpur, walau awalnya hanya iseng, namun beliau berusaha semaksimal mungkin dalam menulis puisi untuk lomba tersebut, dan akhirnya nama beliau keluar sebagai salah satu puisi yang akan dituliskan bersama penyair top dunia.

Gara-gara ikut lomba tersebut, Karya Kang Abik lansung mendapatkan reputasi sebagai penyair berkelas Internasional dan duduk sejajar dengan seniman top lainnya, padahal beliau adalah penyair paling muda dan paling minim pengalaman kala itu.

"Selama masih ada kesempatan, cepat diambil! karena belum tentu akan datang 2 kali!" ucap beliau. 

Acara seminar tersebut berlansung selama dua jam, tak jarang gelak tawa yang menghiasi ruangan Limas, karena pembawaan Kang Abik yang santai dan humor yang diselipkan didalam penyampainnya sukses membuat peserta betah duduk selama itu.

Berkarya dengan Niat Ikhlas untuk Allah.

Selanjutnya Kang Abik berpesan kepada peserta untuk senantiasa berkarya tulus dengan niat Lillahi Ta'ala, karena hanya kuasa Allah lah yang bisa membuat karya kita menjadi terkenal dan banyak memberi manfaat kepada  orang lain.

"Saat memulai menulis novel Ayat-ayat cinta, saya menetapkan niat ikhlas untuk Allah SWT agar semakin banyak orang yang bersyahadat, sebagaimana yang diucapkan oleh tokoh Maria di akhir Novel tersebut" ujarnya.

"Intisari dari novel Ayat-ayat Cinta ialah saat Maria bersyahadat, dan saya menuliskan novel ini dengan niat agar semakin banyak orang yang bersyahadat dan masuk Islam, dan itu adalah salah satu kunci kesuksesan novel ini" sambungnya dan disambut dengan tepuk tangan meriah dari peserta seminar.

Minta Doa dari Ulama, Guru dan Orang-orang Sholeh

"Sebelum tamat kuliah di Mesir, saya berkunjung ke kota Alexandria, disana saya bertemu dengan ulama besar yang hafal kitab Fathul Baari (Kitab yang memiliki 17 Jilid), pada saat itu saya meminta beliau untuk mendoakan saya kepada Allah agar menjadi orang yang Sukses kelak ketika sudah berada di Indonesia, dan Ulama tersebut mendoakan saya, dan saya yakin, salah satu penyebab kesuksesan saya ini ialah doa dari ulama tersebut." ujarnya.

Setelah Kang Abik selesai memberikan seminar, aula Limas menjadi heboh tatkala memasuki sesi foto bareng Kang Abik, banyak peserta seminar maupun panitia  yang berusaha mendekati dan bersalaman dengan novelis ini, beruntung pembawa acara dengan sigap merapikan dan menenangkan mereka.

Tingginya antusiasme mahasiswa untuk bertemu lansung dengan Kang Abik memang hal yang wajar, karena beliau yang memiliki deretan karya yang sangat fenomenal diantaranya Novel Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih (KCB) yang tak hanya laris di Indonesia namun juga di Asia Tenggara. 

Kejayaan dua novel ini pun semakin memuncak saat diangkat ke layar lebar dan ditonton oleh Jutaan orang serta mendapatkan nominasi penghargaan. 

Dua Novel yang sama-sama mengisahkan perjuangan dan kisah cinta Mahasiswa Indonesia di Mesir ini pun memiliki kesan yang mendalam bagi para pembacanya, terutama bagi Mahasiswa Mesir itu sendiri. Bahkan banyak Mahasiswa disini yang mengaku terinspirasi untuk berkuliah ke Mesir setelah membaca novel Ketika Cinta Bertasbih. 

Apalagi Kang Abik juga pernah menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar Mesir, sehingga ikatan emosional peserta dengan Kang Abik menjadi dekat dan bersahabat. Beliau juga berbagi pengalaman dahulu ketika beliau masih kuliah di Kairo yang mengundang decak kagum dan juga gelak tawa peserta seminar.

Peserta seminar mengaku sangat puas dan beruntung bisa hadir didalam seminar tersebut, apalagi banyak diantara mereka yang terinspirasi dan termotivasi dari cerita dan pengalaman Kang Abik tersebut.

"Saya sudah membaca novel kang Abik sejak tahun 2007 hingga sekarang, dan saya sangat puas bisa bertemu dengan Novelis idola saya disini " ujar salah seorang peserta seminar.

Banyak juga peserta seminar yang meminta tanda tangan Kang Abik di buku novel kesayangan mereka sebagai kenang-kenangan.

Kehadiran Kang Abik di Kairo diharapkan bisa memberikan suntikan semangat dan inspirasi kepada Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar agar senantiasa berkarya dan berdakwah melalui karya yang dihasilkan, sehingga bisa mengedukasi umat Islam Indonesia agar lebih dekat lagi dengan Agama Islam dan hidup Khazanah keilmuannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun