Tareq Albana
Tareq Albana mahasiswa

Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology. Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia dan sebagai Founder Ikatan Pelajar Minang Internasional, Founder Komunitas Sepeda ASEAN "GOWES KAIRO" di Kairo Dan Anggota Forum Mahasiswa Internasional.

Selanjutnya

Tutup

Media highlight

Gara-gara Terlalu Lama Berhenti Menulis!

12 Oktober 2017   10:50 Diperbarui: 12 Oktober 2017   10:56 421 5 0
Gara-gara Terlalu Lama Berhenti Menulis!
4 akibat yang akan kamu rasakan jika terlalu lama tidak menulis (sumber: akbaryoga.com)

Menulis memang sesuatu hal yang menyenangkan, selain itu menulis juga mampu memberikan banyak efek positif kepada kita. Walaupun begitu, adakala nya kita dihinggapi rasa malas atau bosan untuk menulis, rasa malas menulis ini biasa nya datang ketika kita sedang sibuk dengan berbagai hal, seperti Kuliah atau ujian seperti yang aku alami. Atau rasa Bosan yang datang tatkala kita tidak memiliki ide untuk menulis, sehingga kita memutuskan untuk istirahat menulis selama beberapa waktu.

Wajar sebenarnya jika kita dihinggapi rasa malas dan bosan untuk menulis, namun jika dibiarkan itu akan menjadi berbahaya, ibarat penyakit jika dibiarkan maka akan menjadi semakin parah.  Sama seperti pengalaman aku tahun lalu yang sempat libur menulis alias tidak menulis sama sekali selama tiga bulan lebih. Libur menulis dengan waktu yang lama seperti itu ternyata memberikan efek buruk kepada kita, dan tentu nya kebiasaan menulis yang sudah sejak lama dibiasakan akan menjadi hilang.

Apakah kalian pernah merasakan hal yang sama?

Dan aku yakin jawaban nya adalah, "Iya."

Hampir seluruh penulis pemula merasakan malas dan bosan ini, terlebih jika motivasi untuk menulis telah hilang. Banyak juga diantara mereka yang pada akhir nya gantung pena alias tidak menulis lagi di blog ataupun di media lain nya karena rasa malas dan bosan itu dibiarkan.

Setiap penulis memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan rasa malas nya, dan mereka harus mencari cara nya masing masing agar bisa semangat kembali untuk menulis. Inti nya adalah selalu berusaha dan jangan dibiarkan rasa malas menguasai diri terlalu lama sehingga memutuskan untuk tidak menulis lagi.

Aku akan berbagi  mengenai apa yang dirasakan pada saat libur menulis selama tiga bulan, aku berpesan, lawan lah rasa malas untuk menulis karena jika dibiarkan kamu bisa berhenti menulis untuk selamanya.

  • Terbebani Ketika Memulai Menulis Kembali.

Setelah libur cukup lama dalam menulis, kamu pertama kali akan merasakan kesulitan untuk kembali menulis, walaupun ketika lagi senggang sekalipun karena insting kepenulisanmu sudah lumayan lama tidak diaktifkan maka ketika memulai menulis itu akan terasa berat.

Seperti aku contoh nya yang setelah tidak menulis selama musim Ujian semester, aku berencana untuk kembali menulis di blog. Namun aku justru merasa berat dan terbebani untuk menulis, padahal sebelum libur menulis aku bisa menghasilkan 3 artikel dalam sehari, namun saat ini sangat kepayahan walau hanya untuk mengetik satu paragraph ringan.

Di titik ini banyak penulis pemula yang menyerah dan memutuskan untuk tidak jadi menulis, padahal satu satu nya jalan untuk keluar dari rasa malas menulis itu adalah dengan memaksakan diri untuk menulis, walau hanya satu paragraph.

  • Sering Kehabisan Ide Ketika Menulis.

Pernah kah kamu merasakan bahwa ketika kamu lagi aktif menulis, ide itu bisa datang darimana saja bahkan dari hal hal sepele di sekitar kita, itulah salah satu keuntungan dari menulis yaitu kamu akan memiliki jiwa yang sangat peka sehingga bisa dapat inspirasi judul tulisan darimana saja. Menulis juga melindungi kamu dari sikap apatis alias cuek terhadap lingkungan sekitar.

 Namun kamu akan sulit mendapatkan ide untuk menulis jika sudah lama tidak menulis, bisa jadi kepekaan jiwa yang kamu miliki sudah berkurang seiring dengan lamanya libur menulis. Wajar saja kamu akan kesulitan untuk kembali menulis. Ataupun jika kamu menulis, kualitas tulisan nya tidak sebagus ketika masih aktif menulis.

Solusi nya di titik ini adalah dengan sering sering menulis untuk kembali mengasah kemampuan insting dan kepekaan jiwa, walau pada awalnya kamu kesulitan namun percayalah hal ini tidak akan berlansung lama jika kamu berusaha.

Aku dulu juga sering kehabisan ide ketika memulai untuk menulis setelah libur panjang, akan tetapi setelah menulis 2 hingga 3 artikel, aku merasa lebih baik dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar dari sebelum nya.

  • Wawasan Menjadi Sempit.

Menulis dan membaca adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, seseorang tidak akan bisa menghasilkan tulisan yang bagus jika ia tidak suka membaca. Teringatkah ketika masih aktif menulis, kamu pasti banyak membaca tulisan baik itu dari media online maupun koran dan lain nya tujuan nya agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus. Atas motivasi Itulah yang menyebabkan kamu banyak Membaca.

Namun ketika tidak menulis,  kamu tidak memilki motivasi untuk membaca, sehingga wawasan menjadi sempit dan orang yang memilki wawasan sempit akan lambat perkembangan intelektualitas nya. Lalu ketika kamu tidak banyak membaca maka akan kesulitan untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dan pada akhirnya kamu benar benar tidak menulis kembali, hal ini tentu sangat berbahaya.

Oleh karena itu, jikapun terpaksa untuk tidak menulis, maka usahakan untuk tetap banyak membaca sehingga kemampuan intelektualitas kamu tetap terjaga dan kamu akan lebih mudah untuk memulai menulis jika memiliki wawasan yang luas, itulah solusi di poin ini.

  • Kesulitan Merangkai Kata-Kata yang Tepat Saat Menulis.

Ini merupakan hal yang paling susah untuk memperbaiki nya, dan biasa nya hal ini dialami oleh orang yang bertahun tahun tidak menulis. Kesulitan merangkai kata adalah masalah yang pernah saya hadapi, setelah setahun lebih tidak menulis. Kemampuan seseorang untuk merangkai kata kata yang bagus dan mudah dipahami itu meningkat seiring dengan banyak nya tulisan yang ia hasilkan, semakin banyak tulisan nya maka akan semakin ahli dia menuliskan kata kata yang indah dan rangkaian kaliamat yang enak dibaca.

Saya pernah membandingkan tulisan ketika masih aktif menulis dengan tulisan saya sehabi libur menulis setahun lebih, alhasil tulisan saya yang lama yakni ketika masih aktif menulis jauh lebih bagus rangkaian kalimat nya dan lebih enak dibaca ketimbang dengan tulisan baru yang ditulis setelah libur sekian lama.

Solusi nya dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan kembali aktif menulis, aku bisa memperbaiki nya setelah 2 bulan lama nya aktif kembali menulis, lama bukan? Itulah resiko jika kamu lama tidak menulis.

Itulah 4 masalah yang kamu temui jika terlalu lama libur menulis, 80% solusi yang kuberikan adalah Menulis. Artinya jika kamu ingin mengatasi maslaah diatas, maka menulislah sesering mungkin agar kamu cepat pulih dari rasa malas dan bosan itu.

Tetaplah menulis walaupun menurut kamu hasil nya tidak bagus, karena tidak ada aturan baku yang menilai tulisan itu bagus atau bukan. Suatu tulisan bisa dianggap jelek oleh seseorang, namun dianggap bagus oleh orang lain.

Mulailah menulis, karena dengan menulis orang bisa tahu bahwa kamu penah hidup di dunia ini. Jadikanlah tulisan itu sebagai kartu identitas dirimu, orang bisa tahu sosokmu melalui tulisan, maka menulislah.

Tulislah apapun yang kamu pikirkan dan jangan pikirkan apa yang akan kamu tulis. (this the simple quote can make you be a writer)

Tareq Albana

Universitas Al Azhar, Mesir