Mohon tunggu...
Tarmidinsyah Abubakar
Tarmidinsyah Abubakar Mohon Tunggu... Politisi - Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Penulis adalah Pemerhati Politik dan Sosial Berdomisili di Aceh

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Tarif KRL Naik, Apa yang Tidak Naik?

21 Januari 2022   11:33 Diperbarui: 21 Januari 2022   11:36 257
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Misalnya sebelumnya biaya mereka dirumah hanya Rp. 100.000 per hari tetapi dengan kenaikan harga kebutuhan rumah sekarang Rp. 300.000. Jika sebelumnya ada Saving Rp. 100.000 sementara sekarang justru terhutang Rp. 100.000.

Dengan demikian maka kemelaratan sosial saat ini justru terjadi 100 persen berdasarkan realita bobot nilai barang dan jasa sekarang.

Lalu kenapa di negara yang sumber daya alamnya lemah dan sumberdaya manusia kuat itu hidup masyarakatnya normal? Terutama pemerintahnya tidak jauh lebih makmur dari rakyat. 

Pemerintahan mereka tidak seperti rezim berkuasa atas hidup rakyat tetapi mereka memelihara keseimbangan hidup antara rakyat dengan pemerintah. 

Prinsip hidup bernegara mereka untuk kepentingan bersama seluruh rakyatnya. Justru karena itu dinegara-negara maju kehidupan demokratis dalam sistem kepemimpinan politik dan pemerintahan dipelihara secara baik nilai-nilainya. Bukan sekedar kamuplase (lips servive) ada maksud terselubung atau ada udang dibalik batu.

Karena itulah kenaikan tarif harga KRL itu normal dengan keseimbangan produktifitas sementara rakyat sudah pasti berat menerimanya. Apakah pemerintah jahat atau sengaja memberatkan rakyat dengan menaikkan harga kebutuhan primer rakyat?  

Menurut saya justru Tidak, tapi kenapa? karena memang kemampuan pemerintah dan diikuti rakyat kita yang semakin lemah. 

Oleh karena itu yang dibutuhkan sekarang pemimpin pemerintahan tidak sekedar baik tetapi juga harus cerdas dalam membangun kebangsaan dan negara, supaya bangsa ini bisa merubah nasibnya dimasa depan. 

Jika tidak mampu mengawal kehidupan rakyat dan harga-harga kebutuhan pokok yang terus meroket padahal sudah ditutup dengan pajak harga rokok, minuman alkohol dan lainnya.

Berikutnya justru yang perlu dipertanyakan pemerintah kerjanya apa? Kalau tidak berkemampuan mensejahterakan rakyat sebagaimana tujuan konstitusi negara, kenapa mereka diamanahkan pada jabatan tersebut dan kenapa mereka masih belum malu dengan kondisi kehidupan sosial sebagaimana sekarang. Jika saja mereka di negara Japan yang memelihara budaya malu, mungkin saja mereka telah mundur beberapa tahun yang lalu.

Salam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun