Mohon tunggu...
Lupin TheThird
Lupin TheThird Mohon Tunggu... Seniman - ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro (https://www.kompasiana.com/dancingsushi)

Selanjutnya

Tutup

Gadget Artikel Utama

GAFA dan BATH, Imperialisme Model Baru?

25 Mei 2019   05:30 Diperbarui: 25 Mei 2019   22:02 7661
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Awal mulanya, bisnis BATH memang "tiruan" dari GAFA, karena Tiongkok melakukan proteksi terhadap produk atau jasa yang berhubungan dengan teknologi dari barat, terutama yang berhubungan dengan Internet. Sehingga mereka mau tidak mau harus membuat produk serupa untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. 

Namun saat ini, dengan populasi sebanyak 1400 juta jiwa yang tentu saja tidak bisa dipandang remeh (dengan kata lain, pasar yang amat prospektif), saat ini BATH berkembang dari sekadar "tiruan", menjadi perusahaan teknologi yang layak diperhitungkan.

Baidu yang didirikan pada tahun 2000, menjadi situs pencarian satu-satunya di Tiongkok setelah akses ke Google diblokir oleh pemerintah pada tahun 2010. 

Baidu saat ini juga konsentrasi pada pengembangan AI, setelah menjual beberapa divisi, misalnya divisi game dan bisnis yang berhubungan dengan pemesanan/pengantaran makanan.

Kalau mengenai Alibaba, tentunya saya tidak perlu menulis panjang lebar lagi. Karena, siapa yang tidak kenal Jack Ma, bapak pendiri yang karismatik itu? Ucapannya pada berbagai kesempatan banyak yang dikutip untuk inspirasi, serta kisah hidupnya pun menjadi teladan bagi banyak orang. 

Kalau mau menuliskan betapa hebatnya Alibaba dengan satu contoh saja, kita mungkin tahu ada acara sale tahunan bagi kaum jomblo yang dinamakan "Singles Day". 

Acara yang diadakan tiap tanggal 11 November ini, total penjualan pada tahun lalu tercatat paling besar, yaitu sebesar 30 biliun dolar Amerika!

Kemudian mari kita lihat Tencent. Walaupun Tencent mirip dengan Facebook, dimana produk SNSnya antara lain adalah Qzone, WeChat dan Weixin, namun poros utama Tencent sebenarnya  adalah bisnis game. 

Total penjualan dari bisnis game tahun 2018 lalu jumlahnya terbesar di Asia, dengan nominal sebesar 18 miliar dolar Amerika. Jumlah ini berhasil mengalahkan penjualan "raja" game dunia, yaitu Nintendo.

Terakhir mengenai Huawei. Pembaca tentunya pernah mendengar atau membaca nama Huawei. 

Produk smartphone nya tergolong inovatif. Contohnya, Huawei menggandeng Leica untuk kerjasama desain kamera pada smartphone seri P. Dimana kita tahu, Leica adalah produsen kamera dan lensa ternama kelas tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun