Lupin TheThird
Lupin TheThird ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Tertipu RS

11 Oktober 2018   09:56 Diperbarui: 11 Oktober 2018   10:43 502 0 0

Lapar.

Itulah yang dirasakan Puutaro saat ini.

Dia kembali melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 12:40. Ruangan tempat Puutaro bekerja sekarang berada pada lantai 21 di gedung kantornya yang terletak di dekat stasiun Tamachi. Kantor memberlakukan jam istirahat siang berdasarkan nomor tingkat di gedung, untuk menghindari kepadatan lift. Bulan ini, jam istirahat lantai ganjil mulai dari pukul 12:30 sampai 13:30, sedangkan lantai genap mulai pukul 12:00 sampai 13:00.

Puutaro kembali memandang pintu masuk di tengah ruangan. Tapi, belum ada tanda-tanda Tatsuya datang.

Tatsuya, yang bernama lengkap Sakamoto Tatsuya adalah rekan sekantor Puutaro, tapi berbeda divisi. Sebenarnya dia rekan seangkatan dan dahulu satu divisi dengan Puutaro. Namun 4 tahun yang lalu, Puutaro dipindahkan ke divisi dimana dia berada sekarang. Untungnya, ruangan divisi Tatsuya berada di lantai 31, jadi dia mempunyai jam istirahat yang sama dengan Puutaro.

Biasanya Puutaro enggan untuk makan diluar, karena dia malas untuk turun-naik lift dan keluar gedung hanya untuk membeli makanan. Dia juga jarang makan di kantin kantor yang berada di lantai 3. Dia biasanya hanya membeli bento, yang dijual di lantai yang sama, dan memakannya di meja kerjanya. 

Setelah memakan bento, dia biasanya menghabiskan sisa jam istirahat siangnya dengan tidur, di meja kerjanya juga.

Jam menunjukkan pukul 12:50 ketika akhirnya Tatsuya datang dengan tergopoh-gopoh.

"Gomen(*1) Puutaro. Saya tadi telepon dengan orang bagian marketing. Mereka ingin saya ikut pergi ke Nagoya menemani tim marketing untuk uchiawase(*2) dengan orang-orang dari kantor Prefektur Nagoya."

"Sudah lama menunggu ya?"

"Lumayan lah. Ayo kita berangkat," ajak Puutaro sambil beranjak dari kursi dan bergegas menuju lift, karena perutnya sepertinya sudah tidak bisa diajak kompromi lebih lama lagi.

Ada banyak gedung perkantoran di sekitar stasiun Tamachi, yang merupakan salah satu distrik bisnis di Tokyo. Bahkan ada beberapa sekolah dan universitas disitu, seperti Keio University dan Shibaura Institute of Technology. Sehingga saat jam istirahat siang, daerah Tamachi akan dipenuhi oleh orang kantoran maupun pelajar atau mahasiswa yang lalu-lalang mencari restoran atau tempat makan siang.

"Kita mau makan apa Tatsuya," kata Puutaro sambil memainkan smartphone untuk menchek akun instagramnya, karena dia posting foto kemarin.

"Hmm.....terserah kau sajalah. Kau kan yang doyan makan dan tahu mana makanan yang enak," sahut Tatsuya.

Memang Puutaro orang yang hobi makan/kuliner. Setiap hari libur, ketika dia berjalan-jalan di sekitar Tokyo untuk sekadar refreshing, dia pasti tidak lupa akan makan di tempat dimana dia pergi. Tentunya dengan terlebih dahulu mencari informasi makanan yang enak di daerah yang dituju, baik dengan membaca majalah, maupun dengan menelusuri informasi di Internet.

"Kau mau makan di sushiya(*3)? Aku baca di majalah Tokyo Walker bulan ini, ada sushiya yang enak di dekat Universitas Keio. Dan mereka menyediakan menu untuk lunch juga," bujuk Puutaro.

Restoran Jepang memang umumnya menyediakan menu lunch saat jam makan siang, dengan harga yang relatif murah dibanding harga makanan ketika mereka buka reguler di malam harinya. 

Bahkan beberapa izakaya(*4) dan restoran lain yang hanya buka sore atau malam hari, di hari kerja mereka rela untuk membuka restorannya saat jam makan siang dan menyediakan menu lunch, antara jam 11:30 sampai jam 14:00. Restoran atau tempat makan seperti ini kemudian tutup kembali dan buka lagi pada sore/malam harinya.

"Oke. Mari kita kesana," jawab Tatsuya.

Tatsuya memang orang yang tidak banyak menolak jika urusan makan. Puutaro sering mengajak Tatsuya pergi bersama ke izakaya sehabis pulang dari kantor untuk sekedar melepas penat. Dan Tatsuya tidak pernah menolak jika Puutaro mengajaknya ke izakaya manapun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4