Lupin TheThird
Lupin TheThird ヘタレエンジニア

A Masterless Samurai -- The origin of Amakusa Shiro

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

[Esai Foto] Virtual Tokyo

4 Agustus 2018   09:43 Diperbarui: 4 Agustus 2018   10:05 635 0 0
[Esai Foto] Virtual Tokyo
( Dokumentasi Pribadi )

Apa yang ada di dalam pikiran pembaca ketika membaca huruf "T.O.K.Y.O"?

Mungkin ada pembaca yang membayangkan tentang kota dengan banyak bangunan yang megah dan mewah. Lalu, mungkin ada juga pembaca yang membayangkan padatnya orang di setiap sudut jalan yang berlalu-lalang. Kemudian, ada juga pembaca yang membayangkan segalanya serba praktis dan mudah karena semua ditunjang oleh kemajuan teknologi. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa mungkin ada juga pembaca yang tidak bisa membayangkan apapun.

Kenyataannya, Tokyo adalah megapolitan dengan populasi terpadat di dunia. Selain kepadatan penduduk karena banyak orang Jepang sendiri dari daerah lain seantero Jepang ber"migrasi", Tokyo juga banyak dihuni oleh pendatang dari berbagai belahan dunia lain dari berbagai macam ras. Itu juga yang menjadikan kehidupan di Tokyo sangat kompleks ditinjau dari berbagai segi.

Dalam tulisan ini saya ingin memberikan gambaran Tokyo yang "lain", dengan menyajikan foto yang pernah saya ambil dalam beberapa kesempatan. Melalui foto-foto ini saya ingin mengajak pembaca untuk membayangkan suatu "Tokyo" yang mungkin (tidak) pernah ada, dengan mengajak anda berkelana di 5 lokasi untuk menikmati "Tokyo" yang "Virtual".

1. Manusia Robot

( Dokumentasi Pribadi )
( Dokumentasi Pribadi )
"Real" Gundam merupakan pemandangan yang menarik dan menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang ke Odaiba. Foto yang saya sajikan disini adalah Gundam generasi pertama dengan nama RX-78-2 yang dipajang sampai bulan Maret tahun lalu. 

Tingginya hampir menyamai tinggi gedung dibelakangnya, sekitar 18 meter. Gundam ini sudah tidak ada sekarang, karena mulai akhir tahun lalu sudah digantikan degan generasi kedua dengan nama Gundam Unicorn yang lebih tinggi, yaitu sekitar 19,7 meter!

Kalau kita menyaksikan orang-orang yang datang dan melihat Gundam ini dari jauh, maka orang-orang itu bak "mainan" yang berukuran mini berkerumun disekelilingnya. 

Gundam adalah karakter yang diambil dari tokoh robot raksasa di serial animasi televisi (dan juga film animasi di bioskop) dengan judul yang sama. Gundam dalam animasi tersebut adalah robot yang dikendalikan oleh manusia dari kokpit yang letaknya dibagian dada Robot.

Sebenarnya, robot bukan sesuatu hal yang asing bagi Jepang. Karena mahalnya biaya tenaga manusia, saat ini hampir semua pekerjaan dilakukan oleh robot dengan berbagai macam wujud (tentunya banyak juga robot yang tidak berujud seperti robot Gundam atau robot yang biasa kita lihat dalam film, misalnya Terminator). 

Bahkan tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa manusia-manusianya sendiri pun sudah seperti robot. Diwaktu pagi "robot-robot" ini memenuhi stasiun kereta dan jalan-jalan di jantung kota Tokyo untuk pergi ke tempat kerjanya, dengan pandangan yang kosong dan setelan jas yang warnanya hampir mirip antara satu dan lainnya. 

Rutinitas yang dijalani pada jam yang sama disetiap hari, seperti pagi menyalakan komputer, mengatur jadwal pertemuan, makan siang, lalu tidur sejenak di meja kerja sebelum bekerja kembali setelah istirahat siang, dan kemudian pulang ke rumah masing-masing di sore harinya. 

Robot Gundam di Odaiba ini, bagi saya, menggambarkan realitas Jepang saat ini. Yaitu melambangkan bukan hanya robot sudah masuk ke dalam setiap dimensi kehidupan saja, namun (kehidupan) orang itu sendiri sudah menjadi seperti robot.

2. Alien in Tokyo

( Dokumentasi Pribadi )
( Dokumentasi Pribadi )
Tokyo Skytree merupakan icon baru di Tokyo. Bangunan ini sebenarnya adalah menara siaran televisi digital, yang menggantikan Tokyo Tower yang dahulunya berfungsi sebagai menara siaran televisi analog. Tingginya yang 634 meter bisa juga dilafalkan sebagai "Musashi" (Angka 6=Mu, 3=Sa, 4=Shi), yang mudah diingat bagi masyarakat Jepang dan dunia.

Ultraman adalah sosok fiksi hero, dimana wujudnya merupakan gabungan dari tubuh Hayata, dan tubuh Ultraman yang datang dari Nebula M78. Acara televisi Ultraman sudah mulai ditayangkan sejak tahun 1966 dan diproduksi oleh Tsuburaya Production. Ultraman tugasnya adalah menjaga bumi dari serangan berbagai makhluk dari planet lain.

Tokyo, dengan segala napas dan kehidupannya yang kompleks terasa seperti "planet lain" bagi saya. Saya merasa seperti dikelilingi oleh "alien". Sebaliknya, ada kemungkinan bagi orang Jepang melihat saya seperti "alien". Pastinya, butuh perjuangan yang tidak mudah bagi Ultraman untuk menghadapi alien yang ingin mengusik kehidupan manusia di bumi. 

Memang sulit untuk menjadi Ultraman karena harus sigap bertarung untuk mempertahankan kedamaian di bumi. Saya tidak pernah mempunyai pikiran untuk menjadi Ultraman, karena walaupun hidup sebagai alien di Tokyo, saya menikmatinya kok :)

Untuk catatan, saya memotret Tokyo Skytree ini kala masih dibangun (pembaca bisa melihat alat-alat berat masih menempel di bagian atasnya), dari Jukken-bashi (Jembatan Jukken) yang lokasinya berada di sebelah Timur. 

3. Terperangkap Ruang dan Waktu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3