Mohon tunggu...
Syukron Adzim
Syukron Adzim Mohon Tunggu... Menuliskan imajinasi

Surel : syukronadzim@student.undip.ac.id

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Jalan Terjal Indonesia Usai Chinese Taipei Open 2019

9 September 2019   13:42 Diperbarui: 9 September 2019   13:55 0 1 1 Mohon Tunggu...
Jalan Terjal Indonesia Usai Chinese Taipei Open 2019
Batmintonphoto (Live) | badzine.net

Turnamen bulutangkis Chinese Taipei Open 2019 telah usia digelar. Turnamen yang berlangsung dari 3-8 Septermber 2019 ini berhasil mengeluarkan juara di lima bidang kategori yang masing-masing direbut oleh lima negara berbeda Hong Kong, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan tuan rumah, Taiwan. Berikut perolehan mendali disetiap cabang;

XD - Tang Chun Man/Tse Ying Suet (4/HKG) vs Seo Seung-jae/Chae Yu-jung (2/KOR) 21-18, 21-10

WS - Sung Ji-hyun (4/KOR) vs Michelle Li (2/CAN) 21-11, 21-9

WD - Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (4/THA) vs Kim So-yeong/Kong Hee-yong (3/KOR) 21-19, 18-21, 28-26

MS - Chou Tien Chen (1/TPE) vs Heo Kwang-hee (KOR) 21-12, 21-13

MD - Goh V Shem/Tan Wee Kiong (4/MAS) vs Choi Solgyu/Seo Seung-jae (KOR) 21-19, 15-21, 23-21

Hasil ini sungguh diluar perkiraan, menempatkan status juara umum Korea Selatan yang sukses menempatkan lima wakil pada lima laga final Chinese Taipei Open 2019. Meski hanya bisa meraih satu gelar juara, empat status runner-up yang diborong Korea Selatan sudah cukup untuk mengamankan predikat juara umum. Dengan hasil ini Negeri Ginseng memiliki modal tambahan lagi untuk menghadapi lanjutan kalender kompetisi BWF tahun ini sekaligus periode kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Disisi lain, hasil ini tidak memuaskan bagi Indonesia. Pasalnya wakil Indonesia yang diunggulkan diberbagai cabang ternayata mentok hanya sampai semifinal.

Klasemen BWF World Tour 2019
Setelah Chinese Taipei Open 2019 usai dengan menempatkan lima negara sebagai pemenang. Hasil itu akan berdampak pada tabel BWF World Tour 2019. Gelaran BWF World Tour 2019 sudah menggelar 16 kompetisi di kelas Super 300, Super 500, dan Super 1000 sejak Januari lalu yang dibuka di Thailand master. Hingga Cheinese Taipe 2019, peringkat satu di tabel masih diduduki oleh Tiongkok dengan 22 gelar disusul Jepang dengan 20 gelar. Sementara itu, Indonesia yang tanpa wakil di turnamen ini masih stagnan di peringkat 3 dengan perolehan 16 gelar yang diikuti Korea Selatan, Taiwan, Denmark dan Thailand. 


Klasemen yang bertujuan memetakan kekuatan dari setiap negara untuk dijadikan acuan di Olimpiade 2020 di Tokyo. Dari pemeringkatan itu, negara yang mempunyai prestasi lebih akan semakin mudah untuk mengirimkan wakilnya. Selain itu ranking para pebulu tangkis untuk menuju ke kompetisi BWF World Tour Finals di Guangzhou China pada akhir musim kompetisi. 

Turnamen Berat
Setelah turnamen ini, para pebulutangkis akan berlaga di China Terbuka Super 1000 tanggal 17-22 September disusul Korea Terbuka Super 24-29 September 2019. Melihat dari turnamen didepan sudah menjadi perhatian lebih untuk para atlit bahwa turnamen yang bakal digelar di Tiongkok tersebut akan berjalan sulit. Selain karena faktor tuan rumah yang akan menampilkan atlit terbaik mereka. Lebih lanjut faktor sejarah juga mencacat bahwa sedikit dari pebulutangkis luar china yang berhasil meraih prestasi.

Bagi Indonesia sendiri, setelah gagal diturnamen Chinese Taipei Open ini sudah harus move on dan kejar target lagi untuk menang di markas china. Terlebih jagoan-jagoan seperti Marcus/Kevin, M Ahsan/Indra Setiawan, telah fit untuk melakoni laga di china setelah absen diturnamen sebelumnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2