Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Siapa Bilang Rajin Membaca Buku Harus Sukses? Promosikan Taman Bacaan

24 Mei 2022   09:13 Diperbarui: 24 Mei 2022   09:20 86 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Jangan malu promosi atau menyuarakan praktik baik di taman bacaan atu TBM (Taman Bacaan Masyarakat). Karena "hidup mati" TBM tidak ditanggung oleh negara apalagi orang lain. TBM bisa maju karena inisiatif dan kreativitas pegiat literasi-nya. TBM kan aktivitasnya positif, pemandangannya juga buku-buku. Seger dan mencerahkan. Jadi, jangan malu mempromosikan TBM. Terus kalau bukan kita, siapa yang mau promosiin?

Baca buku itu bukan soal minat. Tapi soal kebiasaan dan akses. Anak kecil yang belum baligh itu disuruh sholat untuk membiasakan diri. Agar setelah baligh jadi taat sholat dan patuh agama. Ya membaca juga begitu, dibiasakan dari kecil. Agar saat remaja apalagi dewasa jadi terbiasa dekat dengan buku. Asal akses membaca-nya ada. Nah, selagi sudah dibiasakan dan akses-nya disediakan ya sudah cukup.


Lalu, apa dengan baca buku bisa sukses dan kaya?

Tentu tidak. Sukses dan kaya itu relatif. Menurut siapa dan ukurannya apa? Semua mahasiswa yang lulus dan jadi sarjana pun belum tentu dapat kerjaan. 

Anak sekolah yang juara 1 di kelas pun tidak ada jaminan sukses. Tapi yang penting, ikhtiar harus dilakukan dan promosi apa kebisaan-nya. TBM juga begitu, harus ikhitar dan promosikan aktivitas-nya yang baik Tidak usah gengsi apalagi malu aktif di TBM. TBM kan tidak makan gengsi apalagi ocehan yang tidak bermanfaat. Siapa bilang rajin membaca buku harus sukses?

TBM itu bisa eksis dan bertahan, syarat-nya ada tiga: 1) kinerja-nya bagus, 2) kolaborasi dengan banyak pihak, dan 3) promosi sesering mungkin. Tanpa promosi, terus siapa yang tahu aktivitasnya TBM? Makanya promosikan, publikasikan, dan suarakan terus.

Kan katanya, siapa yang ikhtiar baik atas niat yang ikhlas. Maka hasilnya pun bagus bahkan lebih. Nah, promosi TBM di medsos itu ikhtiar. Biar publik tahu, apa sih yang dikerjakan dan apa manfaat TBM? Selain aktivitas-nya rutin dan sepenuh hati, TBM pun wajib hukumnya mempromosikan diri. Asal jangan hoaks, gibah atau ocehan yang tidak berguna. Karena kalau bukan kita yang promosikan, siapa lagi yang mau?


Seperti besok Rabu sore (25/5/2022). DAAI TV pun ikut mempromosikan aktivitas MOtor BAca KEliling (MOBAKE) TBM Lentera Pustaka untuk menjelajah ke Kampung Jami Desa Sukaluyu. Promosi soal kisah motor baca dalam menyediakan akses bacaan ke anak-anak usia sekolah di kampung-kampung. Agar lebih terbiasa membaca dan kian akrab dengan buku-buku bacaan. 

Sekalipun sibuk kerja, besok saya dari Jakarta akan datang ke TBM di kaki Gunung Salak hanya untuk melayani liputan DAAI TV. Setelah itu ya balik lagi ke Jakarta. Karena untuk TBM dan kebaikan, insya Allah saya komit untuk melayani. Apa pun kondisinya, apa pun kendalanya. TBM dan literasi harus terus diperjuangkan, ditegakkan.


Jadi, TBM di mana pun, memang harus lebih kerAS, cerdAS, tuntAS, dan ikhlAS (4-AS). Tidak usah malu promosikan diri. Karena TBM tidak ditanggung oleh negara atau orang lain. Salam literasi #LiputanTV #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan