Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

CSR Korporasi ke Taman Bacaan, Apa Untungnya?

8 Desember 2021   22:00 Diperbarui: 8 Desember 2021   22:09 120 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Silakan dicek, jujur saja, awalnya banyak pihak swasta "belum mau" ber-CSR alias jadi sponsor di taman bacaan. Maka wajar, taman bacaan sulit berkembang. 

Akibat tidak adanya dana untuk beli buku apalagi membiayai operasional walau hanya biaya bikin rak buku. Entah kenapa, pihak swasta "belum mau" ber-CSR ke taman bacan?

Saya juga bingung waktu mau mendirikan TBM Lentera Pustaka tahun 2017 lalu. Ngeluarin uang Rp. 10 juta dari kocek pribadi. Untuk bikin rak, keramik lantai, dan aksesori sebagai TBM.

Lalu, siapa yang orang yang mau menjadi "petugas" (sekarang namanya "wali baca")? 

Di zaman begini, apa ada orang mau gratisan ngurus TBM, sukarela? Apalagi saya hanya seminggu sekali ke TBM Lentera Pustaka, di tiap Sabtu-Minggu saja. Terus terang, agak sulit terjun ke taman bacaan.

Gimana caranya bisa membiayai operasional TBM?

Khususnya buat memberi honor ke wali baca. Maka saya pun mulai menawarkan pihak swasta untuk terlibat di taman bacaan dan gerakan literasi. Intinya, pihak swasta menjadi sponsor TBM Lentera Pustaka. 

Tentu dengan men-donasikan sejumlah dana untuk biaya operasional TBM selama setahun berjalan. Gak gampang tapi harus ikhtiar dan berjuang. Alhasil, luar biasa.

TBM Lentera Pustaka sejak didirikan selalu di-sponsori oleh CSR korporasi. Untuk apa? Untuk biaya operasional, seperti: honor wali baca, wifi, listrik, event + jajanan gratis, dan beli buku.

Dengan CSR korporasi di TBM, praktis saya tidak ada sama sekali mengeluarkan biaya dari kocek pribadi. Tingga menjalankan program literasi dan aktivitas taman bacaan dengan baik, kreatif, dan menyenangkan. 

Sebagai bahan pertanggungjawaban ke mitra CSR korporasi yang sudah "rela" membiayai operasional TBM. Iya dong pastinya, mana ada orang mau mengeluarkan biaya tanpa ada benefits-nya? Kontraprestasi dari TBM apa?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan