Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Konsultan di DSS Consulting & Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 30 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bak Buah Nangka, Luarnya Bagus Dalamnya Busuk

14 Februari 2020   23:58 Diperbarui: 15 Februari 2020   00:08 27 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bak Buah Nangka, Luarnya Bagus Dalamnya Busuk
dok. pribadi

Siapa sih yang doyan aroma buah nangka?

Pasti banyak yang suka dong. Tapi hati-hati pilih nangka. Karena buah nangka, ada yang tampak luarnya bagus dan aromanya wangi. Hanya sayang, dalamnya banyak yang busuk.

Tapi ada juga buah nangka yang tampak luarnya biasa saja, kadang kulitnya pun sedikit busuk. Tapi buah dalamnya enak banget. Biar aromanya sedikit wangi tapi memuaskan bagi yang memakannya. Itulah buah nangka. Kadang ada yang bagus di luar, jelek di dalam. Atau sebaliknya, luarnya gak bagus tapi dalamnya nikmat luar biasa.

Buah nangka itu enak, bahkan legit. Karena saat menanamnya selalu dijaga dan dirawat. Nangka, saat muda bisa dibuat sayur asem atau rujak. Saat setengah matang pun bisa dibikin gudeg. Apalagi saat tua dan matang, wow, aroma dan rasanya juara. Maka wajar, buah nangka tergolong punya banyak manfaat. Dari muda hingga tuanya.

Buah nangka itu makin dirawat pasti enak. Jangankan aromanya, rasa buahnya pun tiada tara dan sulit dilupakan. Tapi sebaliknya, buah nangka bila tidak dirawat, pun tudak enak. Kadang hanya menang aromanya saja. Tapi tidak akan ada rasanya. Selera untuk menikmatinya pun punah. Maklum, karena busuk di dalamnya.

Persis seperti buah nangka. Hidup manusia juga kayak gitu. 

Kehidupan berbangsa, bernegara pun harus dirawat. Negara kayak Indonesia pun harus dijaga. Biar lebih banyak faedahnya daripada mudaratnya.

Bila rakyatnya ingin dijaga eksistensinya, maka negara pun sama. Negara juga pengen dijaga eksistensinya. Jangan dirongorong melulu, dicari-cari kurangnya terus. Emang ada negara yang gak ada kurangnya? 

Negara mana pun, bila gak dijaga dan dirawat. Sudah pasti rusak bahkan punah. Maka bernegara pun butuh akhlak rakyatnya.  Karena bila tidak, seperti nangka, akhirnya yang didapat hanya tampilan luarnya saja. Tapi busuk di dalamnya.

Mungkin karena saking banyaknya kebencian dan hujatan yang tiada henti. Buah nangka juga kalua banyak disumpahin, sulit berbuah kan.

Katanya tidak ada manusia yang sempurna. Apalagi negara yang pulanya banyak, apalagi rakyatnya bermacam-macam modelnya. Maka bernegara yang baik pun butuh akhlak. Agar tetap terjaga dan terawat. Bukan malah sebaliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN