Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun. Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor. Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak. Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis dan Editor dari 34 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN; Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis" sudah dicetak ulang. Sebagai Pendiri dan Kepala Program Taman Bacaan Lentera Pustaka di Kaki Gn. Salak Bogor serta penasehat Forum TBM Kab. Bogor. Education Specialist GEMA DIDAKTIKA dan Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Cara Efektif Rencanakan Masa Pensiun

26 Oktober 2019   18:34 Diperbarui: 26 Oktober 2019   18:38 113 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tidak sedikit karyawan yang gagah saat bekerja. Tapi lesu di masa pensiun. Kenapa begitu? Karena mereka tidak merencanakan masa pensiun sebaik mungkin. Tidak ada uang yang cukup untuk menutupi biaya hidup di saat tidak bekerja lagi.

Sebut saja si Fulan, seorang karyawan yang bekerja dari Senin hingga Jumat di kantor. Selama puluhan tahun bekerja, gaji hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup dan sedikit gaya hidup. Maklum si Fulan sudah berkeluarga dengan dua anak yang masih sekolah. Saking enaknya bekerja, Fulan pun lupa mempersiapkan masa pensiun. Tidak ada sedikitpun dana yang bisa disisihkan untuk masa pensiun. Sungguh memprihatinkan...


Maka penting, siapapun, apalagi karyawan. Untuk segera merencanakan masa pensiun. Mau seperti apa dan kayak apa di masa pensiun, saat tidak bekerja lagi?


Perhatikan ilustrasi ini. Sebagai karyawan, bila Anda pensiun di usia 55 tahun. Sementara saat ini, usia harapan hidup orang Indonesia telah mencapai 72 tahun. Maka, ada masa 17 tahun kehidupan setelah Anda pensiun. Misal saja, gaji Anda sebulan Rp. 10 juta "dimakan" habis tiap bulan saat bekerja. Maka di masa pensiun, Anda butuh dana Rp. 2.040.000.000 untuk 17 tahun ke depan setelah pensiun. Itu pun belum termasuk inflasi. Pertanyaannya, dari mana uang sebesar itu diperoleh di masa pensiun?
Mau tidak mau, selagi masih jadi karyawan. Siapapun harus peduli terhadap masa pensiunnya sendiri. Karena tidak selamanya karyawan bekerja. Cepat atau lambat, masa pensiun pasti tiba. Sayangnya, banyak pekerja ingin sejahtera di masa pensiun. Tapi mereka tidak tahu cara efektif merencanakan pensiun? Kadang terlalu banyak gaya, maka wajar jadi banyak tekanan dalam hidup.Riset membuktikan, 9 dari 10 karyawan di Indonesia sama sekali tidak siap pensiun. Hal ini disebabkan kurangnya karyawan mempersiapkan masa pensiun. Sebutlah PERENCANAAN PENSIUN atu retirement plan.

Setiap orang pasti mengalami masa pensiun. Masa tidak bekeja lagi, dimana fisik sudah tidak mampu untuk bekerja. Seyogyanya pensiun lebih menikmati hidup di masa tua. Maka lagi-lagi penting untuk merencanakan masa pensiun. Mau seperti apa?

Berbekal spirit, pentingnya mempersiapkan masa pensiun. DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Tugu Mandiri hari ini menggelar event edukasi literasi dan inklusi DPLK di Jakarta. Dihadiri 50 peserta, acara ini menghadirkan pembicara Syarifudin Yunus, Edukator Dana Pensiun Indonesia sekaligus Ketua Bidang Humas dan Pelayanan Konsumen Asosiasi DPLK. Dalam momentum ini pula, DPLK Tugu Mandiri memperkenalkan produk retail DPLK "Simanis" yang dapat dipilih masyarakat secara individual untuk mempersiapkan masa pensiun. Mulai dari Rp. 100.000 per bulan, demi kepastian dana untuk membiayai hidup di hari tua.

Edukasi DPLK seperti sangat penting. Agar masyarakat paham akan "cara efektif merencanakan masa pensiun" seperti yang dipaparkan Syarifudin Yunus. Karena literasi pensiun harus tetap tegak di tengah perseteruan dan kompetisi mempertontonkan gaya hidup yang kian menggila.


Maka mulailah rencanakan masa pensiun. Mulai dari diri sendiri. Karena program pensiun, bukan soal biaya. Tapi soal komitmen dan moral berdua untuk pensiun. Pensiun bukan soal waktu tapi soal keadaan. Mau seperti apa kita di masa pensiun; sejahtera atau susah?
Maka siapapun, harus peduli mempersiapkan masa pensiun. Baik sebagai karyawan maupun pemberi kerja... #YukSiapkanPensiun

dokpri
dokpri

Mohon tunggu...

Lihat Konten Finansial Selengkapnya
Lihat Finansial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan