Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis - Dosen

Konsultan di DSS Consulting & Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK, Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 30 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Di Balik Viralnya, Negeri di Atas Awan?

24 September 2019   07:34 Diperbarui: 24 September 2019   15:42 98 1 0 Mohon Tunggu...

NEGERI DI ATAS AWAN, mendadak viral

Lagi viral objek wisata baru. Katanya Ada negeri di atas awan. Di Gn. Luhur Desa Citorek Kidul, Cibeber Lebak. Berkunjunglah segera dan nikmatilah. Negeri di atas awan juga ada di Lolai Tana Toraja, B29 Lumajang dan tempat indah lainnya. 

Tentu, itu bukan sekadar keindahan. Tapi lebih dari itu, tanda kebesaran Allah SWT. Karena gak ada yang indah, kalo bukan Allah yang menciptakannya. Lalu kenapa, kita masih lalai apalagi ingkar?

Negeri di atas awan itu hanya simbol. Awan kecil, awan sedang, bahkan awan besar lagi berisi. Terlalu mudah bergerak mengikuti arah mata angin. Tanpa bisa mengendalikan dirinya sendiri. Begitulah di dunia. Bahwa ukuran dan jumlah yang kita miliki sama sekali tidak pantas disombongkan. Karena itu, semu.

Awan pula yang mengajarkan manusia. Bahwa di bumi ini, penuh misteri. Selalu ada awal, dan ada akhir. Kemarin begitu, sekarang begini. Dari ada menjadi tidak ada. Itu semua proses. 

Awan pun berproses membentuk dirinya. Hingga si awan bersatu dan membesar. Lalu hancur menjadi rintik-rintik hujan. Atau luluh lantak diterjang teriknya sinar matahari. 

Persis seperti manusia; semuanya berawal dari proses. Gak bisa apa-apa, belajar dan jadi apa-apa. Tapi akhirnya, tetap akan hancur dan hilang pada waktunya.

Persis seperti awan. Manusia pun begitu. Dia boleh mau jadi apa saja. Bahkan ngapain saja. Hingga besar dan berisi. Tapi bila waktunya tiba, semua lenyap dan hilang ditelan bumi. Lalu, nikmat Allah SWT yang nama lagi yang kita dustakan?

Sungguh, negeri di atas awan. Ada makna; segelap-gelap awan pasti dapat ditembus sinar matahari. Seterang-terangnya bulan pun, akan redup pula. Maka tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, karena semua sudah menjadi kehendak-Nya ... Tabik #TGS #NegeriDiAtasAwan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x