Syarif Yunus
Syarif Yunus Konsultan

Konsultan di DSS Consulting, Pengajar Pendidikan Bahasa Indonesia & Edukator Dana Pensiun. Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Unpak. Pendiri TBM Lentera Pustaka. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Sekjen IKA FBS UNJ (2013-sekarang), Wasekjen IKA UNJ (2017-2020). Penulis & Editor dari 22 buku. Buku yang telah cetak ulang adalah JURNALISTIK TERAPAN & "Kompetensi Menulis Kreatif", Antologi Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis". Pendiri & Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Gn. Salak Bogor. Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA, Pengelola Komunitas Peduli Yatim Caraka Muda YAJFA, Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia (2003-Now). Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Cara Bijak Pakai Uang THR Biar Keren Saat Pensiun

16 Mei 2019   00:56 Diperbarui: 16 Mei 2019   00:56 103 2 0
Cara Bijak Pakai Uang THR Biar Keren Saat Pensiun
dokpri

Maaf nih, mau tanya. Lebaran udah dekat apa masih jauh ya?

Kalo masih jauh sih gak usah dipikirin ya. Tapi kalo udah dekat, berarti udah terima THR dong. THR itu lho "Tunjangan Hari Raya", bukan "Tekanan Hari Raya". Habis gak tahu kenapa, kok ada saja orang yang menghadapi hari raya seperti tekanan. Hari Raya itu kan fitri alias suci. Terus, kenapa merasa terteak?

Bila belum dapat THR, berdoalah. Tapi bila sudah dapat THR bersyukurlah. Kan lumayan buat bantu-bantu pengeluaran selama lebaran. Karena harap maklum saja. Karena tiap kali mau lebaran, banyak orang punya kebutuhan dan pengeluaran yang banyak. Namanya juga ritual setahun sekali. Ada yang buat biaya mudik alias pulang kampung. Ada juga yang perlu buat belanja anak-anak dan keluarga. Ada juga yang buat beli perabot atau ngecat rumah. Belum lagi, bayar asisten rumah tangga yang mau pulang kampung. Bahkan dari THR, pun bisa dipakai untuk bagi-bagi angpao ke saudara. Bahkan kalo masih ada sisa THR, bisa juga dipakai untuk bersenang-senang alias rekreasi, mumpung lagi lebaran.

THR buat apa saja, pasti boleh kok. Asal semua sesuai antara "yang masuk" dan "yang keluar". Jangan sampai gara-gara lebaran, malah jadi banyak hutang. Dan yang penting, jangan lupa THR juga harus disedekahkan biar berkah. 

Semua orang yang kerja, memang pantas dapat THR. Anggap saja "harapan" rutin setahun sekali buat pekerja. Sekalian buat penuhi keperluan selama lebaran yang banyak banget. Pengen ini, pengen itu, pengen ke sana, pengen ke sini. Tapi sayang,  sumbernya cuma dari THR doang. Maka pantes, kalo THR diharap-harap banyak orang.

Terus gimana sih cara bijak mengatur pengeluaran THR?

Tentu ada banyak cara. Dan harus sesuai rencana masing-masing. Kalo kata financial planner atau perencana keuangan, tips cara bijak pakai THR bisa dimulai dari 4 hal di bawah ini:

1. THR itu dipakai untuk pembayaran yang bersifat wajib, mulai dari bayar gaji asisten rumah tangga, bayar cicilan, bayar zakat, dsb.

2. THR juga dipakai untuk keperluan yang sudah dianggarkan selama lebaran, mulai dari belanja pakaian lebaran anak-anak, mudik, bagi-bagi angpao saudara, dsb.

3. THR itu diupayakan harus cukup, jangan sampai hutang. Makanya bikin skala prioritas, gak usah pakai kartu kredit, dan gak usah ngikutin gaya hidup yang berlebihan.

4. THR kalo bisa ada sisanya alias gak habis, biar ada yang bisa dipakai untuk investasi atau menambah tabungan, atau untuk masa pensiun.

Nah begitulah kira-kira nasehat bijak untuk mengelola uang THR jelang lebaran.

Pertanyaannya sekarang, emang uang THR-nya cukup apa enggak untuk semua keperluan?

Nah, itulah masalahnya. Lebaran kan cuma setahun sekali, THR juga setahun sekali. Tapi kadang pengeluaran justru berlipat-lipat. Makanya gak sedikit orang yang malah pusing setelah dapat THR. Uang THR yang gampang menguap lalu lenyap. Semuanya habis terpakai. Jadi, boro-boro buat nambah tabungan atau investasi. Keperluan lebaran saja belum tentu semua bisa di-cover dari uang THR. Betul juga ya? Ya udah kalo begitu, habisin aja semua uang THR, gak usah pikir buat tabungan, investasi apalagi masa pensiun. Sekali-kali gak usah ikutin nasehat perencana keuangan juga gak apa-apa kok.

Lebaran, memang sering bikin banyak orang kalap. Jangankan THR, jika perlu tabungan yang ada juga dikuras abis buat lebaran. Bahkan, gak sedikit dari kita yang berhutang hanya untuk keperluan lebaran. Pinjam sana, pinjam sini, hanya buat lebaran. Sangat lazim dan sudah menjadi tradisi tahunan. Tiap kali lebaran, uang THR habis buat segala macam. Dan setelah itu, sehabis lebaran, kantong cekak, tabungan ludes. Wajar.

Serba instan dan gak terencana. Itulah cara banyak orang mengelola keuangan. 

Hari ini dapat, besok dihabiskan. Hari ini lebaran, besok uang THR langsung habis. Urusan THR, gak perlu perencanaan keuangan. Prinsipnya: pakai saja selagi ada, habisin selagi bisa. Mumpung setahun sekali. Begitu habis lebaran, baru puyeng tujuh keliling. THR habis, tabungan ludes. Lebaran bukannya gembira malah nestapa. Hari Raya bukannya tenang malah jadi pusing. Itulah kenyataannya.

Terus, apa hubungannya THR dengan masa pensiun keren?

Yah, tentu gak ada hubungannya kalo THR-nya sudah habis. Lagian, PENSIUN juga masih lama kan. Gak usah dipikirin dari sekarang. Nanti aja kalo udah dekat waktunya, kalo sudah mau pensiun. Memang benar, pensiun itu gimana nanti saja. Bukan nanti gimana? Begitulah cara berpikir orang kebanyakan tentang pensiun.

Masa PENSIUN, mau sejahtera atau gak sejahtera gak usah dipedulikan. Masa pensiun keren gak usah dipikirin kan waktunya masih lama ini. Mendingan urusin yang sekarang saja, urusan besok gampang nanti dipikirin lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2